Karyawan LPMAK Tingkat Staf Ikut Workshop Job Desk

 TIMIKA,TimeX

Karyawan-karyawati Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) mengikuti workshop job desk tingkat staf yang digagas oleh manajemen LPMAK.

Foto: Santi/TimeX
JOB DESK – Konsultan premisisis saat memberikan materi pelatihan tentang job desk bagi karyawan dan karyawati tingkat staf di LMPAK, Senin (29/4).

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Timika selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu (29/4-1/5).

“Kegiatan ini hadirkan konsultan premysis untuk bagaimana melihat  job desk dari karyawan yang ada dan memperbaiki job desk yang ada.  Sebenarnya secara rill itu sudah dilakukan tetapi secara ilmiah itu perlu dipelajari karena karyawan ini pada level tertentu akan mengalami perubahan,” tutur John Randongkir, Senior Liasson Offier, SLD PTFI saat ditemui Timika eXpress di sela-sela kegiatan, Senin (29/4).

Jadi, kata John  kedepan apa yang menjadi tupoksi mereka sesuai dengan job desk yang ada dan juga kompetensinya apa. Karena, pasti apa yang karyawan kerjakan tentu tidak dimengerti apa yang dikerjakan.

“Harapan kami perbaikan job desk ini dengan workshop yang dilakukan karyawan bisa memahami dan menerapkannya di lembaga,” ujarnya.

Sementara Anton Tapipea Kepala Bagian Pengembangan dan Perekrutan LPMAK mengatakan, kegiatan hari ini adalah workshop job desk yang mana lewat LPMAK memberikan kesempatan pasca dari perampingan struktur lembaga yang lalu membuat beberapa job kerja di LPMAK terhambat di berbagai macam bagian biro dan ditingkat karyawan.

Sehingga, lanjut Anton, keputusan LPMAK sangat bijaksana bagaimana menuntut semua karyawan dengan job desk yang agar ditata kembali. Karena, memang job desk yang lama pascaperampingan struktur itu agak sedikit semrawut maka perlu menata ulang dengan mendatangkan konsultan premysis.

“Konsultan yang kami datangkan adalah konsultan dari Jakarta dan menyusun ulang job penyusunan karyawan. Ini merupakan kegiatan kedua yang mana pada kegiatan pertama pada tingkat pimpinan yang sudah dilaksanakan pada awal April dan akhir April ini diikuti oleh karyawan,” tuturnya.

Anton mengatakan, kegiatan ini lebih kepada ingin menata ulang posisi dan tupoksi karyawan supaya sesuai kebutuhan lembaga. Pihaknya, tidak merubah job desk yang ada tetapi hanya ditata ulang agar lebih baik lagi.

“Untuk karyawan sekitar 87 dan untuk tingkat staf sekitar 40 lebih posisi. Kami harap supaya dari rangkaian dan tugas kerja itu tidak membebani karyawan karena yang sekarang kami lakukan adalah dengan struktur yang tidak relevan, membuat karyawan terbeban dengan berbagai macam kerja,” ungkapnya. (san)

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.