Menkominfo Uji Coba Palapa Ring Timur di Pomako

FOTO BERSAMA-Rudiantara foto bersama para murid SD Satu Atap Pomako, usai menyampaikan sambutannya, dalam kegiatan uji coba jaringan Palapa Ring Timur, di Pomako. Para murid SD menunjukkan hasil lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh PTT.

“Tadi (Senin, red), kami sudah pantau melalui udara, dan itu hanya bisa dijangkau dengan helikopter. Bayangkan untuk membawa material harus diangkut dengan helikopter. Bahkan air pun juga menggunakan galon untuk pembangunan konstruksi jaringan ini”

  TIMIKA,TimeX

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara, melakukan uji coba jaringan Palapa Ring Timur, melalui acara “Projek Implementasi Pembelajaran Melalui Live Streaming” atau pembelajaran jarak jauh (teleteaching) yang menghubungkan Jakarta -Timika dan Natuna.

 

Uji coba berlangsung di  SD dan SMP Satu Atap (Satap) Pomako, Distrik Mimika Timur, Senin (30/4).

Dari uji coba tersebut, sambungan video dari Timika, Natuna dan Jakarta  dengan menggunakan jaringan serat fiber itu, berlangsung lancar.

Diketahui, bahwa sebelumnya Rudiantara telah melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Papua, diantaranya adalah Wamena dalam rangka memantau progres pembangunan konstruksi jaringan fiber optik yang dikerjakan lima tahun terakhir itu. Palapa Ring Timur sendiri mencakup wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua dan Papua Barat.

Rudiantara, dalam sambutannya sesaat sebelum pembukaan teleteaching mengatakan, dengan  adanya uji coba Palapa Ring Timur, melalui live streaming pembelajaran jarak jauh antara Jakarta, Natuna dan Mimika, menunjukkan bahwa kita bisa berkomunikasi dari berbagai belahan Indonesia.

Saat ini lanjutnya, dari ratusan ribu sekolah yang tersebar dari Sabang-Merauke belum semuanya mendapatkan kualitas pendidikan yang merata. Karena itulah pengajaran jarak jauh atau teleteaching menjadi tidak terhindarkan.

Dikatakan, setidaknya ada  200 ribu lebih sekolah negeri, 90 ribu diantaranya belum terkoneksi internet cepat. Palapa Ring Barat dan Tengah sudah selesai 100 persen dan beroperasi sejak 2018. Untuk Palapa Ring Timur belum sepenuhnya rampung karena baru mencapai 96 persen. Sisanya akan diselesaikan paling lambat dalam bulan Juni tahun ini.

Dalam minggu ini lanjut Rudiantara, akan dimulai proyek Satelit Multifungsi, khusus internet cepat. Kalau semua sudah beroperasi maka semua wilayah akan terkoneksi dan semua sekolah bisa menikmati internet cepat.

Palapa Ring Timur dibagi menjadi dua sub paket, paket A mencakup wilayah pesisir Papua yang progresnya sudah 100 persen, sedangkan paket B sebagian besar berada di pegunungan atau pedalaman Papua baru sekitar 96 persen.

Di bagian gunung tersebut belum sepeneuhnya terlaksana, mengingat medannya yang cukup berat, dimana terdapat 52 titik yang hanya bisa dilakukan pembangunan tower, sementara 28 titik dari 52 titik tersebut bahkan tidak memiliki akses jalan.

“Tadi (Senin, red), kami sudah pantau melalui udara, dan itu hanya bisa dijangkau dengan helikopter. Bayangkan untuk membawa material harus diangkut dengan helikopter. Bahkan air pun juga menggunakan galon untuk pembangunan konstruksi jaringan ini,” terang Rudiantara.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa konstruksinya akan rampung pada pertengahan tahun ini. Karena lanjutnya, membangun Indonesia tidaklah mudah, terutama membangun Papua yang memiliki tantangan tersendiri. Tetapi ia memastikan bahwa pihaknya tidak akan menyerah untuk membangun Indonesia sampai kapan pun.

Ia juga memastikan bahwa pembangunan jaruingan internet ini masih akan terus berlanjut. kedepannya akan ada satelit khusus. Kominfo akan terus berfikir bagaimana menghubungkan semua sekolah di Indonesia dengan menggunakan akses data atau internet cepat, agar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa khususnya di Papua bisa merasakan pemerataan pendidikan. Melalui pembangunan jaringan ini, setidaknya ada 150 ribu titik yang dihubungkan.  Ini merupakan program atau proyek yang terbesar dari pemrintah pusat  yang dilakukan di Pulau Papua.

“Menghubungkan titik tersebut bukanlah pekrjaan mudah . Ini tugas Kominfo, pemerintah pusat memberi fasilitas. Ini adalah kebijakan keberpihakan pemerintahan pak Jokowi-JK bagaimana kita membuat semuanya terhubung,” terangnya.

LIVE STREAMING-Menkominfo (tengah dengan jaket) Menyanyikan lagu Indonesia raya, yang laksanakan serentak di Jakarta, Natuna dan Mimika, melalui live streaming. Tampak Kapolres Mimika, Direktur PTT, Wakil Bupati Mimika dan sejumlah pejabat lainnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait dengan jaminan jaringan termasuk kerapnya terjadi gangguan selama ini, khususnya kabel bawah laut, ia memastikan bahwa itu akan mudah diatasi, karena ketika terjadi gangguang pada ring yang satu maka ring lainnya tetap akan berfungsi.

Dalam kesempatan uji coba tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Yohanis Bassang, SE MSi, yang hadir mendampingi Menkominfo, juga menyampaikan sambutannya, terkait dengan adanya uji coba teleteaching ini.

Ia menyampaikan apresiasi untuk perhatian pemerintah pusat, khususnya untuk Timika dan Papua secara umum, dimana anak-anak Papua bisa menikmati pelajaran jarak jauh. Dengan demikian maka kualitas pendidikan yang diterima oleh anak-anak di ibukota juga bisa dirasakan oleh anak-anak Papua.

Namun ia berpesan kepada Menteri Rudiantara, agar kualitas jaringan tetap terjaga termasuk kepada pihak ketiga dalam hal ini Palapa Timur Telematika (PTT), jangan sampai hanya lancar saat uji coba.

“Jangan sampai saat ada paka Menteri saja, jaringan ini lancar tetapi saat pak Menteri pulang, sudah eror dan tidak bisa terhubung lagi,” tandasnya.

Selain Wakil Bupati, sambutan juga disampaikan oleh Direktur Utama Palapa Timur Telematika (PTT), Leon Kakisina dan Direktur PTT, Jimmy Kadir melalui streaming video dari Jakarta. Bakti dan Palapa Timur Telematika (PTT), dibawah naungan Menkominfo merupakan pemegang projek penggelaran kabel jaringan fiber optic yang menghubungkan Indonesia Bagian Timur, yang mana nantinya akan menjadi tol informasi diseluruh kabupaten/kota di Indonesia khususnya di wilayah Timur.

Masih melalui live video, Penanggung Jawab Kerjasama Univ Trilogy dengan PT PII untuk Program Tele Teaching, Dr Anies Lastiati, CA, juga menyampaikan laporannya. Sebagaimana diketahui bahwa PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PT PII)  sebagai salah satu Special Mission Vehicles (SMV) Kementerian Keuangan RI  bekerja sama dengan Universitas Trilogi untuk menggelar kegiatan Edukasi Jarak Jauh kepada 90 guru, yang mana salah satunya ada SD dan SMP Satap Pomako, Mimika.

Melalui tele-teaching ini, para dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Trilogi memberikan pengajaran singkat kepada guru-guru pengajar Sekolah Dasar (SD) di Timika dan Natuna, mengenia Pembekalan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas. Yang mana untuk Mimika diikuti oleh puluhan guru, SD dan SMP, dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny Usamani.

Sementara itu,  Mendikbud RI Muhajir Effendy menyampaikan apresiasinya atas inisiatif PT PII dan Universitas Trilogi atas kegiatan Teleteaching tersebut. Dia juga  menyampaikan terima kasih kepada Menkominfo RI atas tersedianya infrastruktur Palapa Ring.

“Sebab hal itu  membantu pendidik dan siswa mengakses informasi secara cepat untuk kebutuhan belajar mengajar. Harapan kami kegiatan teleteaching ini menjadi suatu awal dan percontohan bagi institusi pendidikan lain untuk dapat juga menggunakan teknologi Palapa Ring untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan pengajar di semua wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PII Armand Hermawan mengatakan, tele-teaching ini diharapkan dapat menunjukan kepada masyarakat salah satu bentuk nyata dari manfaat skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk Pendidikan di Indonesia. Hal ini juga tidak terlepas dari dukungan Kementerian Keuangan dan komitmen dari Kementerian Kominfo selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) sehingga proyek Palapa Ring Barat dan Timur dapat dirasakan manfaatnya kepada masyarakat.

Dikatakan, sesuai misi PT PII untuk mendukung pembangunan infrastruktur Negeri khususnya di titik-titik terluar, terpencil dan terdepan (3T) di Indonesia, maka diharapkan kehadiran sambungan internet yang tersedia di Kepulauan Natuna dan Timika ini dapat memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat.  Terutama untuk pendidikan melalui kegiatan teleteaching.

Pada 3 proyek Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur tersebut, PT PII memberikan penjaminan kepada proyek untuk memberikan rasa aman bagi investor Palapa Ring dan meningkatkan kelayakan proyek dimata perbankan yang membiayai.

Sementara itu,  Rektor Universitas Trilogi Dr. Sahnaz Ubud berharap kegiatan yang sangat baik ini akan terus berjalan setelah acara ini selesai. Karena keberlanjutan dari program ini akan memberikan banyak manfaat baik untuk Dosen, Guru, maupun mahasiswa dan para siswa.

“Ini menjadi program percontohan bagi Pendidikan di Indonesia dan secara umum dengan Palapa Ring ini diharapkan juga terjadi pemerataan dalam bidang Pendidikan,” terangnya.

Untuk diketahui bahwa sebelumnya juga telah dilaksanakan lomba mewarnai antar muris SD Satap Pomako, yang merupakan salah satu bentuk kepedulian Palapa Timur Telematika beserta Bakti dibawah naungan Menkominfo untuk ikut memajukan wilayah 3T yaitu Terdepan, Terluar dan Tertinggal.

Para pemenang lomba mewarnai juga mendaptkan hadia dari PTT, selain itu, PTT juga menyerahkan tiga unit laptop kepada pihak sekolah, sebagai wujud kepedulain dan program CSR.

DI sela-sela acara, Menkominfo juga menyerahkan plakat kepada Wakil Bupati Mimika dilanjutkan dengan penyerajan plat kepada Kepala Sekolah SD dan SMP Satap Pomako oleh Jimmy Kadir selaku Direktur Palapa Timur Telematika.

Di akhir acara, Rudiantara meninaju Beach Manhole (BMH) yakni pertemuan antara kabel laut dan darat yang dibangun tidak jauh dari areal Pelabuhan Pomako. (ozy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.