500 Lebih Berkas Pelamar CPNS Masuk Kantor Pos Timika

TIMIKA,TimeX

Sejak dibuka pengumuman penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi umum tahun 2018 oleh Pemerintah Kabupaten Mimika, hingga sekarang sudah 500 lebih berkas para pelamar yang masuk Kantor Pos Timika.

Foot: Santi/TimeX
Fransiskus Suryaman

Jumlah ini sesuai tiga jenis formasi yakni pendidikan, kesehatan dan teknis, atau dikategorikan dalam tiga POBOX 3.000, 4.000 dan 5.000.

Fransiskus Suryaman Kepala Kantor Pos Timika menjelaskan perekrutan CPNS ini Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Aparatur Daerah (BKPSDAD) Mimika bekerja sama dengan Kantor Pos Timika. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir adanya transaksi non prosedural.

“Sejak mulai pembukaan pada tanggal 27 April hingga saat ini memang presentasinya naik. Data terakhir sudah 500 lebih berkas yang masuk dan sudah kami kirim ke BKPSDAD,” tutur Fransiskus saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Selasa (7/5).

Fransiskus mengatakan berkas yang masuk langsung didistribusikan ke BKPSDAD. Untuk sementara masih satu kali jadwal pengiriman ke BKPSDAD. Prosedurnya pelamar memasukkan berkasnya pada pukul 15.00 WIT atau jam tiga sore langsung dikirim.

Setiap pelamar sebutnya dibebani biaya pengiriman Rp25 ribu.

Setiap kali petugas Kantor Pos mengirim berkas karena pelamar CPNS begitu banyak maka ada pengawasan cukup ketat.

“Jadi kita sudah kelompokkan berapa yang pendidikan, kesehatan dan teknis, yang kita sudah buat dalam tabel, sehingga terkontrol, sehingga dapat dipastikan tidak ada berkas yang tertinggal,” kata Fransikus.

Setiap pengiriman berkas ia pastikan langsung dimasukan ke sistem, jadi pelamar langsung bisa lacak kirimannya.

“Kami Kantor Pos hanya menerima berkas dalam sampul tersegel. Jadi kita tidak sampai buka persyaratannya lagi, kami hanya lihat di luar sampul tertera jenis formasinya dan kita kelompokkan, setelah itu diserahkan ke BKPSDAD,” ungkapnya.

Sebelumnya, Paskalis Kirwelakubun Kepala BKPSDAD Mimika menyebutkan sesuai data pelamar CPNS formasi umum tahun 2018 lalu yang sudah mendaftar melalui SSCN tahun 2019 ini sudah tembus 1.166 orang dari yang dibutuhkan 300 orang. Rinciannya formasi  tenaga teknis 724 orang, tenaga kesehatan 245 dan guru 157 orang.

“Itu terhitung sampai pukul 09.00 WIT yang sudah terdaftar sebanyak 1.166 pelamar via SSCN,” ujar Paskalis saat ditemui Timika eXpress di Pendopo Rumah Negara, Senin (29/4) lalu.

Mantan Kepala Distrik Mimika Timur ini menjelaskan  pada pelaksanaan tes CPNS ini akan menyebar di seluruh kabupaten/kota di Papua maupun Papua Barat, sedangkan untuk wilayah pedalaman, tes CPNS akan menggunakan perangkat UNBK yang dipakai di sekolah-sekolah.

“Kita di Timika kemarin sudah survey oleh tim dari Jayapura, bahwa sudah disepakati akan memakai perangkat dari SMP Negeri II sebanyak 120 unit,”  katanya.

Pelaksanaan tes CPNS ini tidak dalam sehari saja, namun akan berlangsung selama beberapa hari.

“Kita upayakan akan tiga sesi tes. Perangkatnya kami sudah siap, dari BKN sudah siapkan speknya, nanti tim yang copy soal-soal itu. Nanti server akan dijaga oleh BKN pusat, karena nanti H-1, BKN provinsi akan tiba di Mimika,” jelasnya.

Seleksi tes CPNS ini sangat ketat, maka kedepannya, akan dilihat kembali hasil pemberkasan hingga tanggal  13 Mei mendatang.

“Misalnya jika formasi banyak tetapi pelamar sedikit. Ini nanti kita akan bisa usul untuk revisi. Kami punya formasi itu, contoh guru matematika sedikit, sedangkan kouta banyak, maka kita akan revisi kembali. Tetapi akan kita koordinasi ke Kemenpan RB,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mimika membutuhkan 300 pegawai dengan alokasi formasi yakni, formasi tenaga guru 111 orang, formasi tenaga kesehatan 117 orang dan formasi tenaga teknis 72 orang.

Jadwal pemasukan berkas CPNS dimulai, 24 April sampai 17 Mei 2019 mendatang lewat loket kantor Pos Timika. Pendaftaran CPNS secara online melalui situs sscn.bkn.go.id. Formasi untuk Kabupaten Mimika mulai dari jenjang SMA, D III dan S 1.

Dari kuota yang ada, 80 persen dikhususkan untuk putra putri Orang Asli Papua (OAP) lahir besar di Mimika dan 20 persen untuk non OAP juga lahir, besar dan sekolah  di Papua. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.