Seorang Wanita Nekad Palsukan e-KTP

Petugas kami curiga, waku diberikan foto copy KTP untuk dilegalisir, kami lihat di KTP itu atas nama Didimus Kosi, kalau data asli itu seorang pria. Tetapi foto yang ditempel di KTP perempuan kelahiran Wamena, alamat Mapurujaya profesi sebagai guru

TIMIKA,TimeX

Seorang wanita yang belum diketahui identitas aslinya, disinyalir berprofesi guru nekad memalsukan data pada Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) milik Didimus Kosi.

Foto: dok./TimeX
LAYANI – Pegawai Disdukcapil Mimika melayani masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan beberapa waktu lalu.

Untungnya, niat jahat sang pemalsu diketahui petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Mimika saat hendak melegalisir e-KTP tersebut, Senin (13/5).

Aprida selaku Plt. Disdukcapil Kabupaten Mimika mengemukakan oknum wanita paruh baya ini memalsukan e-KTP dengan memasang foto dirinya, sementara data KTP atas nama Didimus Kosi.

“Petugas kami curiga, waku diberikan foto copy KTP untuk dilegalisir, kami lihat di KTP itu atas nama Didimus Kosi, kalau data asli itu seorang pria. Tetapi foto yang ditempel di KTP perempuan kelahiran Wamena, alamat Mapurujaya profesi sebagai guru,” jelas

Aprida saat ditemui Timika eXpress di Pusat PemerintahanSP3, Senin (13/5).

Ia menyebutkan e-KTP tersebut dengan NIK: 9171050706800009.

Diduga kuat, pelaku nekad memalsukan data kependudukan karena ingin mengikuti tes CPNS formasi umum 2018 kategori guru yang pendaftarannya masih dibuka.

“Saya rasa perempuan itu mau ikut tes CPNS. Tetapi kan syaratnya harus kelahiran Papua. Jadi dia mau tipu data dari KTP-e, soalnya foto copy KTP-e nya ini dikasih untuk dilegalisir, setelah kami cek benar, bukan datanya. Kami tidak berikan legalisirnya,” jelas Aprida.

Awalnya ujar Aprida pegawai Disdukcapil melihat foto copy KTP saja sudah menaruh curiga, dan setelah melihat foto ternyata beda dengan data KTP asli. Dimana setiap foto KTP-e, fotonya hanya sebatas leher.

“Berani sekali palsukan KTP-e, waktu kami cari perempuan itu sudah tidak ada, tetapi kalau kami dapat, pasti kita akan proses, ini sudah namanya penipuan. Orang asli yang namanya Didimus Kosi ini asli orang Papua, sedangkan foto yang ditempel non Papua,” jelasnya.

Aprida mengakui aksi penipuan data dokumen seperti ini sudah sering ditemukan bahkan telah ada yang diproses hukum.

“Dulu pernah ada, dan kami proses hukum. Jangan coba-coba mau tipu-tipu data, karena ini semua sudah sistem, kita ketik NIK saja semua data langsung keluar di layar komputer,” tegasnya.

Mengenai manipulasi data tersebut Aprida memastikan semua pegawainya sudah jalankan pekerjaan secara maksimal. Bahkan dirinya begitu yakin tidak ada satupun pegawai yang ikut terlibat memanipulasi data.

“Kalau itu kerjaan pegawai kami tidak mungkin. Lagian kalau sistem online tidak bisa ditipu, karena pasti saja ketahuan,” pungkasnya. (a30)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.