Pelajar Mimika Rayakan Kelulusan dengan Coret Seragam

TIMIKA,TimeX

Pelajar SMA-SMK di Kota Timika merayakan kelulusan dengan mencoret-coret seragam putih abu setelah menerima hasil ujian nasional dinyatakan lulus pada Senin (13/5) sore.

Foto: Santi/TimeX
RAYAKAN – Ratusan pelajar SMA-SMK di Timika merayakan kelulusan dengan mencoret-coret segaram putih abu, Senin (13/5).

Tidak hanya baju, bahkan seluruh tubuh mereka dipenuhi cat piloks dan spidol aneka warna, merah, kuning, pink dan hitam. Selain itu mereka secara berkelompok melakukan konvoi sepeda motor mengitari jalanan Kota Timika.

Hanya saja, aksi tersebut langsung diredam pihak kepolisian setempat.

Mirisnya, evoria kelulusan terkesan berlebihan karena aksi kebut-kebutan di tengah padatnya arus lalu lintas kendaraan. Bahkan tarikan gas tinggi hingga bising knalpot menggangu kenyamanan pengendara umum lainnya.

Rupanya aksi ini tidak hanya oleh para siswa melainkan dituruti pula para siswi SMA/SMK. Mereka nekad satu sepeda motor bonceng tiga bahkan tanpa mengenakan helm.

Seperti disaksikan media ini sekira pukul 15.00 WIT puluhan pelajar SMK Petra mulai berkumpul di depan pintu gerbang Jalan Budi Utomo.

Sebagian siswa-siswi yang mempunyai kendaraan mulai ancang-ancang konvoi. Sekira pukul 17.00 WIT sebuah mobil Satuan Lalu Lintas tiba dan parkir di depan pintu pagar sekolah  untuk mengahalau agar tidak adanya konvoi sepeda motor.

Di Mimika ada 2.679 peserta UN tersebar di 43 SMA-SMK. Rincian SMA tercatat 1.201 dan 1.478 untuk pelajar SMK.

Anehnya pengumuman hasil UN serentak tahun ajaran 2018/2019 secara nasional ini pihak Dinas Pendidikan Mimika maupun panitia tidak mengetahui data lengkap tentang berapa persen kelulusan siswa-siswi di Mimika.

Manto Ginting Ketua Panitia UN Kabupaten Mimika dari Dinas Pendidikan saat dihubungi Timika eXpress via ponsel, Senin (13/5) beralasan penentuan kelulusan siswa-siswi oleh pihak sekolah melalui beberapa standar atau kriteria. Karena UN lebih ke fungsi pemetaan mutu pendidikan.

“Jadi untuk mendapatkan data kelulusan, mesti ke setiap SMA-SMK di Kabupaten Mimika. Sekolah yang paling tahu. Kami belum dapat data dari sekolah,” tutur Manto.

Kelulusan seorang siswa-siswi ujarnya ditentukan empat kriteria yakni, siswa berkelakuan baik, mengikuti pembelajaran selama tiga tahun dibuktikan dengan nilai rapor, mengikuti UN tanpa standar nilai dan lulus ujian sekolah dan USBN dengan nilai standar minimal yang ditentukan oleh pihak sekolah.

SMA Negeri 1 dan SMK Petra Lulus 100 Persen

Sesuai data diperoleh media ini 375 pelajar SMA Negeri 1 Mimika terdiri dari Jurusan Bahasa 11 orang, IPS 133 orang dan IPA 231 peserta lulus 100 persen. Nilai tertinggi 75,5 diraih oleh Ahmad dari Jurusan IPA.

“Bahasa Indonesia dapat nilai 98. Artinya cuma salah satu. Itu buat kita bangga. Bahkan nilai rata-rata kelulusan siswa tahun ini, lebih baik dibanding tahun lalu,” tutur Boni Silaban Wakil Kepsek Bidang Kurikulum saat ditemui Timika eXpress di sekolah itu.

Sementara 171 pelajar SMK Petra dari tiga jurusan yakni Jurusan Kompetensi Keahlian Komputer dan Jaringan, Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran dan Jurusan Kompetensi Keahlian Akuntansi lulus 100 persen.

Fredik Yembise Kepala SMK Petra berpesan kepada siswa-siswi yang telah lulus agar tidak larut dalam kegembiraan berlebihan mencoret-coret seragam sekolah, aksi konvoi di jalan raya  bahkan melakukan hal-hal negatif lainnya.

Karena semua itu hanya akan membahayakan diri sendiri dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

“Saya harap para siswa jangan ada yang ugal-ugalan di jalan. Orangtua juga lebih baik mengajak anaknya dengan berdoa di rumah saja, agar anak-anak jangan keluyuran di jalan raya,” pesannya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.