Andre, Pria Medan Pertama Ngamen di Kota Dolar

Ngamen, mungkin ini hal baru bagi masyarakat di kota dolar, Mimika. Profesi ini di Timika belum satupun orang menjalaninya. Bermimpi saja mungkin tidak pernah, apalagi terbersit di benak untuk menekuni talenta pemberian Tuhan ini.

Foto: Kristina/TimeX
MEMBAWA – Andre sementara membawa gitar mini saat ditemui di Jalan Budi Utomo, Senin (13/5).

Ternyata peluang ini dimanfaatkan oleh Andre, pria asal Medan. Ini adalah yang pertama mengekspresikan talenta unik nan halal mengais rejeki di Kota Timika untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dengan bermodalkan gitar mini warna cokelat, pria 30 tahun berambut lurus ini mengaku baru dua minggu berada di Timika.

“Saya di sini sudah dua minggu. Awalnya saya ikut club vespa untuk tour di setiap daerah, dan sebelumnya kami ke Merauke dan sekarang kami ke Timika,” tuturnya saat ditemui Timika eXpress di salah satu rumah makan di Jalan Budi Utomo Timika, Senin (13/5).

Andre mengamen dengan melantunkan lagu-lagu dari musisi legendaris Iwan Fals yang identik dengan kritikan kepada pemerintah.

Suaranya cukup merdu didengar hampir mirip  suara Iwan Fals.

“Yah saya biasaya keliling kota, tidak hanya di satu kota saja. Ya selagi ada kesempatan untuk saya mendapatkan uang secara halal, maka saya lakukan dan saat ini yang saya bisa adalah mengamen,” jelasnya.

Andre benar-benar memanfaatkan talenta seninya untuk mengisi waktu sambil mengadu peruntungan pekerjaan lain.

Dengan jujur ia ingin bekerja namun kendala tidak miliki ijazah. Alasan lain faktor usia serta badan penuh tato, sehingga banyak tempat kerja yang didatanginya  menolak menerimanya.

“Saya mengamen di sepanjang Jalan Budi Utomo ini, dan kadang di depan Diana Supermarket dan beberapa lokasi lainnya,” katanya.

Ia mengisahkan dirinya sering ikut club vespa dari satu daerah ke daerah lain.

“Kalau saya pelajari daerahnya kemungkinan ada kesempatan mengamen maka saya mengamen,” tuturnya.

Ia menyadari saat awal dirinya ngamen ada respons dari masyarakat melihatnya merasa agak asing, namun saat meminta uang semua secara sukarela memberi.

“Respons dari masyarakat Mimika biasa saja. Masyarakatnya juga baik-baik dan menurut saya pengamen itu hal yang biasa dan itu adalah pekerjaan yang halal,” katanya.

Pada tanggal 25 Mei nanti dirinya sudah tinggalkan Timika mencoba merantau lagi ke daerah lain. (kristina rejang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.