4000 Pencaker Mimika Berebut 300 Kuota CASN

TIMIKA,TimeX

Foto: Santi/TimeX
PENCAKER – Tampak Pencaker keluar dari kantor Pos Cabang Timika setelah memasukan berkas lamaran CASN, Jumat (17/5) malam.

Empat ribu lebih pencari kerja (Pencaker) di Kabupaten Mimika bakal berjuang perebutkan 300 kuota Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) formasi umum tahun 2018. Jumlah ini sesuai data tiga jenis formasi umum 2018 yakni pendidikan, kesehatan dan teknis, atau dikategorikan dalam tiga PO BOX 3.000, 4.000 dan 5.000 yang tercatat di Kantor Pos Cabang Timika, sejak dibuka 24 April lalu hingga hari terakhir, Jumat (17/5) sekira pukul 19.00 WIT.

“Berkas yang masuk di kita sudah sebanyak empat ribu lebih, baik dari kantor induk ini maupun delapan cabang yang ada di Kabupaten Mimika,” tutur Fransiskus Suryaman Kepala Kantor Pos Cabang Timika saat ditemui Timika eXpress di Kantor Pos, Jumat (17/5) malam.

Fransiskus mengatakan ada tiga Po Box dalam pengiriman berkas CASN, namun belum bisa dirincikan per itemnya lantas masih ada yang memasukkan berkas.

Ia mengatakan berkas yang terima sudah malam tidak langsung dimasukkan ke sistem, baru akan diinput kembali pada Sabtu (18/5), karena masih bisa untuk dikirim ke Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Aparatur Daerah (BKPSDAD) Mimika besok (hari ini-red). Sementara berkas yang masuk dari pagi sudah pada kirim semua.

“Persyaratannya nanti sampai pukul 00.00 baru clossing pengiriman berkas dari pelamar CASN. Pelamar CASN yang masukkan berkas ini setiap harinya selalu ramai bisa sampai 300-400 orang. Tapi untuk hari terakhir ini paling banyak mungkin karena sudah batas akhir pengiriman berkasnya,” jelasnya.

Ia menambahkan sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari BKPSDAD Mimika mengenai diperpanjang masa penerimaan atau tidak. Apabila ada kebijakan lain dari pemerintah Kantor Pos selalu siap melayani.

Pemerintah Kabupaten Mimika membutuhkan 300 pegawai dengan alokasi formasi yakni, formasi tenaga guru 111 orang, formasi tenaga kesehatan 117 orang dan formasi tenaga teknis 72 orang.

Jadwal memasukan berkas CASN dimulai dari 24 April sampai 17 Mei 2019 lewat loket kantor Pos Timika. Pendaftaran CASN secara online melalui situs sscn.bkn.go.id.

Formasi untuk Kabupaten Mimika mulai dari jenjang SMA, D III dan S 1.

Dari kuota yang ada, 80 persen dikhususkan untuk putra-putri Orang Asli Papua (OAP) lahir besar di Mimika dan 20 persen untuk non OAP juga lahir, besar dan sekolah  di Papua.

Perlu diketahui dari jumlah empat ribu lebih pencaker maka kantor Pos Cabang Timika mendapat penerimaan dari biaya pengiriman perorang Rp25 ribu mencapai 100 juta lebih.

Usia Pelamar Lebih dari 35 Dinyatakan Gugur

Sementara Yulius Piligame Sekretaris BKPSDAD Mimika menjelaskan usia pelamar lebih dari 35 sudah otomatis dinyatakan gugur. Penutupan penerimaan CASN pada Jumat 17 Mei tepat pukul 00.00.

“Sebenarnya kami sudah tutup pada 13 Mei kemarin, tetapi ada kebijakan daerah, sehingga hari ini (Jumat-red) baru kami tutup. Itupun sistem hanya bisa diakses sebelum pukul 00.00. Lewat dari itu sudah tidak bisa lagi,” jelas Yulius saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/5).

Yulius memastikan berkas fisik yang sudah masuk di BKPSDAD saat ini telah diverifikasi oleh tim penerimaan CASN hingga 26 Mei mendatang.

Dari hasil verifikasi ujarnya ditemukan berkas pelamar umurnya sudah 35 tahun ke atas, maka sudah sendirinya dinyatakan gugur.

“Ada banyak, padahal kalau mereka tau umur sudah lewat seharusnya tidak usah ikut masukan lamaran, karena pastinya sudah dinyatakan  tidak memenuhi syarat (TMS),” ujar Yulius.

Namun Yulius belum bisa merincikan berapa banyak berkas lamaran yang sudah dimasukan ke BKPSDAD sebab belum semua berkas dari kantor Pos diserahkan.

“Yang kita verifikasi berkas yang sudah diantar oleh kantor Pos. Masih ada lagi sebagian di sana. Jadi nanti selesai verifikasi berkas dulu baru kita bisa tahu berapa banyak pelamar,” katanya.

Setelah diverifikasi lanjutnya nama-nama pelamar yang dinyatakan lolos berkas akan diumumkan.

Mengenai penolakan tes online, Yulius menegaskan tes CASN secara online tetap dilaksanakan meski ditentang oleh sebagian pihak. “Ini semua sistem online, karena nanti pada saat tes, orang BKSDM Pusat yang akan langsung tangani sistem. Jadi kalau ada aksi demo tetap kita lakukan tes online,” pungkasnya. (a30/san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.