Kejaksaan-Inspektorat Didesak Audit Pembangunan Puskesmas Mapurujaya

“Pembangunan Puskesmas ini banyak kejanggalan. Kami minta Inspektorat dan Kejaksaan segera melakukan audit, terhadap kontraktornya. Ini anggarannnya tujuh miliar loh”

TIMIKA,TimeX

Nurman S Karupukaro anggota DPRD Mimika mendesak Kejaksaan Negeri Mimika dan Inspektorat Kabupaten Mimika segera mengaudit pembangunan gedung dua lantai Puskesmas Mapurujaya.

Foto: Linda/TimeX
PANTAU – Anggota DPRD Mimika Nurman S Karupukaro memantau gedung Puskesmas Mapurujaya, Jumat (17/5).

Sebab Puskesmas Mapurujaya di Distrik Mimika Timur, yang diresmikan pada Februari lalu bersamaan lima Puskesmas lainnya pembangunannya menelan anggaran senilai Rp7 miliar banyak menemukan kejanggalan. Terutama kualitas bangunan, struktur dan sejumlah bagian bangunan jauh dari harapan.

“Kami minta Inspektorat dan Kejaksaan segera turun audit terhadap kontraktornya. Ini anggarannya tujuh miliar loh,” ungkap Nurman disela-sela dirinya melihat langsung kondisi bangunan itu pada Jumat (17/5).

Benedikta Warinussy Kepala Puskesmas di hadapan Nurman mengeluhkan pengerjaan Puskesmas yang menelan anggaran fantastis ini ditemui banyak bagian yang terkesan dikerjakan asal-asalan.

Sebut saja, ruang UGD tanpa dilengkapi toilet, wastafel hanya ditempel seadanya di tembok sekarang sudah terlepas sebelum digunakan.

“Ini kan ruang UGD, sudah pasti bahwa akan ada yang buang air, entah pasien atupun keluarga pasien, tetapi masak tidak ada toilet?” keluh Benedikta kepada Nurman disela-sela kunjungan tersebut.

Kondisi miris lainnya pintu utama juga tidak dilengkapi kunci. Jendela juga demikian, tanpa grendel. Hal ini membuat pihak Puskesmas merasa tidak aman untuk menempatkan fasilitas berharga, seperti komputer dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya.

Benedikta juga mengeluhkan sejumlah ruangan tidak dilengkapi fasilitas elektrikal. Kondisi stop kontak listrik juga sudah terlepas dari dinding, tangga menuju lantai dua juga dikerjakan seadanya.

Malah ia membandingkan kondisi bangunan Puskesmas Mapurujaya sangat kontras jauh dengan Puskesmas Timika yang dibangun Rp 6 miliar.

“Di Puskesmas Timika itu tangganya pakai besi stenlis, kami di sini hanya ditembok biasa itupun bengkok,” keluhnya.

Benedikta yang saat itu didampingi Herkulanus Sudianto stafnya menuturkan hanpir semua ruangan memiliki kekurangan dan tidak memenuhi standar. Padahal pihaknya sedang mempersiapkan diri hadapi akreditasi, dimana seluruh bagian ruangan tidak terlepas dari penilaian.

Masalah lain ujarnya, penampungan air yang diletakkan tepat di atas ruang dokter setiap kali sudah penuh selalu meluap akhirnya merembes masuk dalam ruangan.

Kemudian sistem saluran air pembuangan juga tidak lancar. Tehel yang digunakan ukuran 30 x 30 cm diduga dibeli dengan harga paling murah.

Mengenai hal ini dirinya sudah beberapa kali sampaikan ke Dinas Kesehatan namun hingga kini belum ada tindaklanjut.

“Saya sudah laporkan beberapa kali, saya disuruh menunggu untuk memberikan keterangan, tetapi sampai sekarang belum ada,” kata Benedikta.

Sementara Nurman Karupukaro, kepada Timika eXpress mengatakan berdasarkan informasi yang diperolehnya dari sumber terpercaya, pihak kontraktor juga tidak memenuhi kewajibannya untuk menjalani masa pemeliharaan sebesar lima persen.

Nurman sangat menyayangkan melihat kondisi bangunan yang tidak sebanding dengan anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan fasilitas pelayanan kepada masyarakat, ternyata tidak sesuai harapan.

Lebih mirisnya kata Nurman, Puskesmas Mapurujaya dibangun terkesan asal-asalan. Bahkan jika dilihat secara seksama letak gedungnya tampak miring.

Bahkan ia mempertanyakan siapa sebenarnya paling bertanggungjawab atas hal ini. Apakah dinas yang bersangkutan atau kontraktor. Untuk itu ia mendesak supaya perlu pendalaman dan pemeriksaan.

Nurman menuturkan setelah dirinya melihat langsung seluruh bagian gedung memang begitu berbeda jauh dengan bangunan Puskesmas Timika.

Sementara pihak kontraktor PT Catur Pesona saat dikonfirmasi media ini mengatakan, pembangunan tersebut sudah sesuai ketentuan, karena sudah serah terima akhir pekerjaan (Final Hand Over-FHO) oleh BPK Pusat. (ozy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.