Selamat Jalan Mama Nella Omaleng

 SELAMAT jalan mama Nella Omaleng. Itulah ungkapan terakhir dari masyarakat Mimika setelah mendengar kabar duka, termasuk yang datang melayat ke rumah duka almarhumah di Jalur 1 Kelurahan Timika Jaya SP-2.

foto: Ist./TimeX
Nella Beanal Omaleng

Pemilik nama lengkap Nella Beanal Omaleng, adalah Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus istri dari Eltinus Omaleng Bupati Mimika.

Sosok ibu penyayang, sabar dan pendiam bagi banyak orang, kini tinggal kenangan, setelah menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Mimika pada Minggu (19/5) tepat pukul 09:00 WIT.

Ajal menjemputnya setelah ia berjuang melawan rematik dan darah tinggi, penyakit yang dideritanya selama ini.

Mama Nella kerap ia disapa sempat jatuh pingsan di kediamannya di Timika Indah, sekira pukul 08:00 WIT, sebelum dilarikan ke  RSUD.

Almarhumah terjatuh ketika itu tengah mempersiapkan diri hendak berangkat mengikuti ibadah pagi di Gereja Reabort di Jalan Agimuga Mile 31.

Duka lara tidak hanya bagi keluarga besar Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, tetapi menjadi duka seluruh masyarakat Mimika.

Mama Nella yang lahir di Tsinga, Distrik Tembagapura 21 Januari 1973, mengakhir kisah hidupnya di dunia pada usia 46 tahun.

Selain suami tercinta Eltinus Omaleng, almarhumah juga meninggalkan lima orang anak buah perkawinan mereka, yaitu Alex Omaleng, Riska, Alfrida, Albert dan Diop Omaleng.

Kepada Timika eXpress, ipar kandung Mama Nella, Robby Kamaniel Omaleng sempat bertutur kalau almarhumah adalah sosok ibu sangat penyayang, penuh sabar meski terkenal pendiam.

“Sebagai ipar dan keluarga kami sangat kehilangan, meski keluarga besar mengikhlaskan karena semua yang terjadi adalah peristiwa iman dan takdir Tuhan yang kita manusia tidak mengetahuinya,” ujarnya lirih.

Selama ini Robby menganggap almarhumah sudah seperti ibu dan orangtua sendiri yang tidak begitu banyak bicara.

“Kami sangat sedih sekali, dia (almarhumah) punya sakit rematik dan darah tinggi, tapi tidak banyak mengeluh. Saya kaget sekali waktu terima telepon dengar Mama Nella meninggal, makanya saya langsung ke sini (rumah duka),” kata Robby sedih.

Sementara anak tertua almarhumah, Alex Omaleng membenarkan kalau ibunya memiliki riwayat sakit rematik dan darah tinggi.

“Tadi pagi (kemarin-red), mama sempat jatuh pingsan di rumah Timika Indah sebelum mau keluar ikut ibadah. Lalu dengan sopir pribadi mama, Erick langsung larikan ke RSUD untuk dapat bantuan medis,” kata Alex dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Alex, saat mempersiapkan diri untuk mengikuti ibadah pagi di Gereja Reabort Mile 31, setelah berpakaian hendak beranjak keluar rumah, namun almarhumah kembali masuk ke kamarnya tidak tahu mau ambil apa, seketika itu juga jatuh terkelungkup.

“Untung waktu itu om Erick, sopir pribadi Mama Nella telah tiba dan langsung antar mama ke rumah sakit. Saya heran karena kondisinya mama sehat, beberapa hari belakangan ini juga tidak mengeluh sakit,” kisah Alex.

Bahkan Alex sempat ngobrol dengan ibunya tanpa mengetahui sebelumnya jikalau adiknya sempat membawa almarhumah berobat ke RSUD.

Sayangnya, Alex tidak dapat melanjutkan ceriteranya. Ia merasa sangat terpukul atas  kepergian ibunya.

Namun ketika ditanya terkait rencana waktu pemakaman almarhumah, Alex belum mengetahui. Ia beralasan keluarga masih menunggu dua orang adiknya, yaitu Diop dan Albert yang saat ini sedang menjalani studi di Los Angeles, USA.

Pemkab dan Masyarakat Mimika Berduka

Sementara Marthen Paiding, Penjabat Sekda Mimika mengatakan meninggalnya  almarhumah menjadi duka Pemerintah Kabupaten Mimika beserta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk duka masyarakat Mimika.

“Atas nama pribadi dan pemerintah serta masyarakat Mimika, kami menyatakan duka cita yang mendalam, karena kehilangan sosok ibu yang adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika,” jelasnya.

Kesaksian Erick Sang Sopir

Di Rumah Duka SP II Jalur 1, sopir pribadi Ibu Nella, Erick menuturkan saat kejadian ia berada di samping almarhumah.

Erick menuturkan sekira pukul 08.16 WIT ia tiba di rumah Timika Indah untuk mengantar almarhumah yang rencananya mengikuti ibadah hari Minggu pagi.

“Saya cerita-cerita dengan mama kemudian mama masuk ke rumah untuk mandi. Saya panaskan mobil. Tidak lama mama sudah keluar dengan pakaian gereja. Tapi mama masuk lagi ke rumah. Sepertinya mama ada lupa sesuatu,” kisahnya.

Tidak lama berselang, saudara dan anak mantu almarhum juga tiba di rumah Timika Indah. Erick kemudian mendengar teriakan dari dalam rumah.

“Saya kaget karena Eci panggil-panggil saya dari dalam rumah. Saya masuk ternyata mama sudah dalam posisi telungkup. Kami semua kaget mama kenapa ini. Saya pegang tapi mama tidak bernapas lagi. Saya terus pijit-pijit mama punya kaki dan tangan. Kami mau angkat mama tapi tidak ada orang. Saya angkat hati-hati sebentar dan kami dua langsung bisa angkat mama dan bawah ke dalam mobil,” ungkapnya.

Erick menuturkan dalam perjalanan ke RSUD, ia menancap gas mobilnya tanpa berpikir panjang. Yang ada di benaknya hanya bagaimana segera tiba di RSUD dan Mama Nella lekas diberikan pertolongan.

“Sedih sekali karena setelah diperiksa, dokter di RSUD bilang jantung mama sudah berhenti. Mama sudah pulang ke rumah Tuhan,” ujarnya dengan sedih.

Adapun anggota TP-PKK, Mey Manuputy kepada Timika eXpress, mengenang Mama Nella sebagai sosok ibu yang sangat ramah dan bersahaja terhadap siapapun.

“Mama Nella orang baik, sosok ibu yang penyayang, tidak hanya keluarga tetapi siapa pun dan tidak banyak bicara. Saya merasa kehilanggan, biar tidak banyak bicara tapi senyumnya selalu kuatkan kami,” ungkap Mey mengenang.

Sebagaimana pantauan Timika eXpress di rumah duka hingga tadi malam, keluarga dan masyarakat Suku Amungme dan Kamoro terus berdatangan ke rumah duka untuk melayat almarhumah.

Selain Wakil Bupati, Kapolres dan Penjabat Sekda Mimika, juga para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) para kontraktor hadir di rumah duka. (Indri Yani Pariury)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.