Honorarium Guru Kontrak Rp 2,7 Miliar Belum Dibayar

Ilustrasi

TIMIKA,TimeX

Honorarium 120 guru kontrak selama lima bulan sebesar Rp2,7 miliar hingga saat ini belum dibayarkan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika.

Adapun dana miliaran rupiah tersebut terhitung belum direalisasikan pembayarannya sejak Januari 2019 lalu.

Seratusan lebih guru kontrak tingkat Sekolah Dasar (SD) ini direkrut oleh Disdik Kabupaten Mimika pada tahun 2017 lalu dengan honor per bulan sebesar Rp4,5 juta per orang.

Jenny O Usmani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mengaku, pihaknya belum membayar hak 120 guru kontrak ini karena terjadi keterlambatan penyaluran dana Otonomi Khusus (Otsus) dari Provinsi Papua ke Kabupaten Mimika.

“Ini karena ada perubahan pagu anggaran Otsus, yang mana masih menunggu perubahan Peraturan Gubernur (Pergub) Papua,” ujar Jenny saat dikonfirmasi Timika eXpress via ponselnya pada Kamis (16/5).

Lanjut Jenny, besaran dana Otsus yang dikelola oleh Disdik Mimika selama satu tahun mencapai Rp 6 miliar.

“Anggaran tersebut difokuskan hanya untuk membayar honor 120 guru kontrak,” katanya.

Ia menyebut, para guru ini ditempatkan di sekolah negeri maupun sekolah swasta di pedalaman, daerah pesisir maupun pinggiran di Kabupaten Mimika.

Lebih lanjut mantan Kepala KPG ini memastikan jika dana Otsus sudah dikucurkan, maka pihaknya akan segera membayar apa yang menjadi hak para guru kontrak ini.

“Kita bayarnya per semester. Jadi nanti kita lihat lagi anggaran yang masuk, kalau sudah ditransfer kami langsung bayar. Jadi saya mohon agar bersabar saja,”  katanya.

Jenny mengkalim jika keterlambatan pencairan dana Otsus ini tidak hanya dialami Kabupaten Mimika, namun terjadi di semua kabupaten/kota di Provinsi Papua.

“Kalau memang perlu kita bayar rapel, para guru inikan kita sudah rekrut dari 2017. Jadi tetap kita akan prioritaskan mereka, sehingga saya pesan agar semua bekerja seperti biasanya,” pungkasnya.(a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.