Tiga Kampung Pesisir Mimika Jadi Sasaran Wisata Literasi

TIMIKA,TimeX

Benny Renyaan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika menetapkan tiga kampung di pesisir Mimika, yaitu Kampung Atuka, Timika Pantai dan Keakwa menjadi sasaran daerah wisata literasi.

Foto: Ist./TimeX
SALAM LITERASI – Seluruh tim bersama peserta terlihat kompak foto bersama sambil menunjukan salam literasi, Selasa (14/5).

Wisata literasi atau wisata buku ke tiga kampung itu sudah dilaksanakan selama tiga hari, sejak 14 sampai 16 Mei 2019 lalu. Sukseskan agenda ini menggandeng Unicef Papua melalui mitranya Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP).

Benny mengungkapkan kegiatan tersebut telah dijadwalkan sebagai kegiatan rutin yang dimasukan dalam program tahunan. Selain lomba baca cerita, pihaknya juga memberikan model program baru wisata literasi.

“Kegiatan ini selain melakukan wisata literasi juga sekaligus memperingati Hari Buku yang diperingati setiap tanggal 17 Mei,” ujar Benny kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Senin (20/5).

Program wisata literasi ini dikembangkan ujarnya ingin mendekatkan pelayanan sumber pengetahuan dalam hal ini perpustakaan ke daerah yang tidak dapat dijangkau oleh transportasi pada umumnya.

“Jadi, kemarin kami sudah lakukan ke Distrik Mimika Tengah yakni ketiga kampung itu. Dalam kegiatan tersebut juga ada simulasi yang dapat meningkatkan motivasi membaca anak,” jelasnya.

Mantan Asisten III Setda Mimika ini menjelaskan pada kegiatan tersebut dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama anak-anak yang sudah bisa membaca dari kelas 5 SD hingga SMP. Sementara kelompok kedua terdiri dari anak-anak PAUD sampai kelas 4 SD. Semua materinya dari bahan perpustakaan yang ada.

“Untuk kelompok kedua kita berikan materi pengenalan buku, menggambar, dan kemudian kita memberikan simulasi dengan lomba memberi warna pada buku-buku yang sudah disediakan. Seperti  buku dengan berbagai jenis binatang, tumbuh-tumbuhan dan kemudian mereka mewarnainya,” terangnya.

Khusus kelas 5 SD hingga SMP pihaknya memberikan buku cerita dan pengetahuan. Mereka terlebih dahulu harus membaca buku kemudian petugas meminta peserta tampil menceritakan kembali inti sari dari buku yang dibacakan.

“Tentunya dengan begitu, hal ini menjadi hal yang bagus bagi mereka, sehingga dapat memotivasi anak gemar dalam membaca,” katanya.

Anggaran untuk memuluskan program itu didukung dari APBD 2019. Ini merupakan kali pertama Dinas Perpustakaan terapkan.

Kegiatan wisata literasi ini sangat disambut baik oleh warga setempat.

“Kami hanya menargetkan untuk seratus peserta yang dipersiapkan dari setiap kampung, ternyata melampui. Bukan hanya anak-anak, tetapi orangtua juga ingin terlibat dalam wisata literasi tersebut. Tetapi karena kebutuhan yang kami siapkan hanya untuk seratus peserta sehingga orangtua tidak diakomodir,” jelasnya.

Hadiah bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan berupa tas ransel dan peralatan sekolah bagi anak-anak kelas 5 SD sampai SMP. Sedangkan anak-anak pra sekolah hadiahnya berupa paket makanan ringan.

“Saya berharap di semua kampung nantinya dilakukan kegiatan seperti ini. Karena kegiatan itu semua adalah sumber pengetahuan. Sehingga dari kampung itu sendiri bisa timbul niat untuk menyediakan rumah baca dari anggaran yang bersumber dari dana desa sehingga mereka bisa lebih cinta untuk membaca,” terangnya.

Sementara Ignatius Batmomolin Kasie Pembinaan SDM Kearsipan sekaligus PPTK mengatakan simulasi yang diberikan dalam wisata literasi ini untuk peserta PAUD, TK sampai kelas 1-2 SD. Materinya mewarnai gambar. Sedangkan kelas 3-5 SD mereka simulasi membaca buku cerita rakyat sederhana dalam durasi satu jam. Lalu mereka menceritakan kembali isi bacaan menggunakan bahasa sehari-hari.

Hal ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka memahami isi cerita dari buku yang dibacakan. Dari situ bisa dilihat kemampuan kognitif mereka memahami isi bacaan dan kemudian prosesnya mereka untuk mampu menceritakan di depan teman-temannya dalam bentuk kelompok.

Untuk mengurangi kebosanan yang timbul pihaknya juga selengi dengan bernyanyi. Wisata literasi ini bukan hanya di ruang saja akan tetapi bisa diterapkan outdoor seperti  di pantai maupun di bawah pohon.

“Kami sangat senang karena peserta di tiga kampung ini begitu bahagia. Selain meningkatkan motivasi membaca juga menguji kemampuan anak dari sisi prestasi serta melihat keberanian anak saat tampil di depan umum,” ujarnya.

Melalui program ini dimaksudkan supaya buku bisa sampai ke anak-anak di wilayah pesisir.

Agenda serupa dirinya bakal bekerjasama dengan pemerintah Distrik Mimika Barat di Kokonao serta Distrik Mimika Timur Jauh agar anak-anak di beberapa kampung semuanya tersentuh.

“Setelah kegiatan ini di ketiga distrik kami akan evaluasi bersama Unicef Papua melalui mitranya YP2KP. Dan jika ada yang kurang, maka kami akan perbaiki di tahun depan,” katanya.

Ia berharap layanan wisata literasi ini kedepan jumlah kampung bisa bertambah. (aro)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.