Pengusaha Wajib Bayar THR Lebaran H-7

TIMIKA,TimeX

Roni S Marjen Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika mengingatkan sekaligus menegaskan kepada pengusaha di daerah ini wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) H-7 sebelum Hari Raya Lebaran.

Pasalnya, ketentuan yang sifatnya wajib dan mengikat ini berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR).

Hal ini Rony sampaikan kepada Timika eXpress di kediaman Bupati Omaleng usai menghadiri pemakaman almarhumah Nella Beanal Omaleng, Selasa (21/5).

Ia mengatakan berapa besar pembayaran THR yang menjadi hak pekerja dikembalikan kepada kemampuan pelaku usaha atau pengusaha, akan tetapi harus sesuai ketentuan satu kali gaji pokok.

“Misalnya dilihat dari great masing-masing karyawan itu. Menentukan besar kecilnya THR juga dilihat masa kerjanya,” kata Roni  menambahkan bahwa THR diberikan sekali dalam setahun.

Ia mencontohkan THR Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini diberikan tanpa dipotong pajak, karena di dalamnya ada hak dan kewajiban yang telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Namun, THR ASN  pemberlakuannya berbeda dengan perusahaan swasta yang ditentukan melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB) masing-masing perusahaan.

Jika perusahaan tidak bisa membayarkan besaran THR sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku, maka karyawan bersangkutan dapat mengadu atau melaporkan hal itu kepada dinas terkait, Disnakertrans.

“Kami akan panggil pengusaha yang tidak tertib administrasi dalam membayarkan THR maupun hak dan kewajiban karyawan,” pungkasnya. (a30)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.