Mengenang Mama Nella Beanal Omaleng (Habis), Bupati Mimika Antar Jasad Sang Istri dengan Berlinang Air Mata

Cinta mereka hanya terpisahkan oleh maut, meskipun begitu banyak badai menerpa rumah tangga yang dibangun sejak 29 tahun lalu itu.

Mengenang kebaikan dan cinta  istrinya yang begitu tulus untuknya, Eltinus Omaleng tidak mampu membendung air matanya saat jasad almarhumah istrinya, Ny Nella Beanal Omaleng hendak diantarkan ke liang lahat, pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Selengkapnya tentang prosesi pelepasan dan pemakaman, jenazah Ny. Nella Beanal Omaleng, seperti dilaporkan wartawan Timika eXpress, Indriyani  Pariury, berikut ini.

Foto: Indri/TimeX
MENURUNKAN PETI JENAZAH – Sejumlah pelayat menurunkan peti jenazah Alm Ny. Nella Beanal Omaleng ke liang lahat di sudut halaman rumah Bupati Mimika Eltinus Omaleng SE, MH, Selasa (21/5).

Eltinus Omaleng Bupati Mimika tak kuasa menahan air mata saat prosesi penyerahan jenazah Ny. Nella Beanal Omaleng, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika kepada keluarga di Pendopo Rumah Negara, Jalan Cenderawasih, SP 3, Selasa (21/5) sekira pukul 10.00 WIT.

Saat Leentje Asiwabessy, Pengurus PKK dan juga sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika membacakan riwayat hidup Ny. Nella Beanal Omaleng, seakan membangkitkan lagi memori biduk rumah tangga sang bupati bersama alm istrinya, yang telah mereka jalani bersama sejak tahun 1990 silam.

Dari hasil pernikahan mereka yang terberkati, dianugerahi lima orang anak yakni Alexander Omaleng, Siska Omaleng, Alfrida Omaleng, Alberth Omaleng dan Diof Omaleng.

Semasa  hidupnya,  Alm Ny Nella   dikenal sebagai sosok istri, nenek mertua yang sangat sayang kepada keluarganya. Wanita Amungme ini memiliki  sifat sabar, pendiam dan murah senyum.

Di mata sang suami, alm merupakan sosok istri yang sangat baik. Ia tidak pernah bersikap kasar kepada siapapun.

“Selama 29 tahun bersama, ibu  sangat baik, dia sabar sekali. ibu  juga baik sekali dengan keluarga saya, tidak pernah ribut, saya sebagai suami sangat merasa kehilangan,” tutur Omaleng sambil menyeka air matanya dengan selembar tisu.

Sementara tatapannya tidak terlepas dari tubuh sang istri yang sudah terbujur kaku dalam peti.

Omaleng meyakini istrinya mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan karena semasa hidupnya, Ketua PKK Kabupaten Mimika yang menghembuskan nafas terakhir di usia 46 tahun ini, tekun berdoa dan dalam menjalankan kehidupannya selalu berlaku seperti yang difirmankan Tuhan dalam Alkitab.

“Istri saya ini paling taat dalam agama, ia sangat rajin berdoa, kehidupannya benar-benar di jalan Tuhan. Saya yakin ia masuk surga, berbahagia bersama bapak yang telah menciptakan langit dan bumi ini,” doa Omaleng.

Saat prosesi pelepasan di Pendopo Rumah Negara, peti jenazah alm yang lahir dari pasangan  Hengky Beanal dan Me Magal ini dikelilingi oleh anak-anaknya serta Ny Kalina Beanal Omaleng, Ny Pere Omaleng serta sanak keluarga yang lain.

Tidak tampak orangtua alm. Mereka menunggu di rumah duka. Fisik sudah tidak kuat, ditambah lagi harus menanggung kesedihan yang sangat dalam.

Mama Me Magal ibunda dari alm terlihat begitu sedih bahkan terpukul saat menunggu di rumah duka. Ia tidak sanggup duduk sehingga sepanjang hari hanya tertidur di lantai dan terus meratapi kepergian anak yang sangat ia kasihi.

Prosesi pelepasan jenazah di Pendopo Rumah Negara itu dihadiri  oleh Forkompinda, tokoh-tokoh  masyarakat dan warga Mimika.

Mereka turut larut dalam suasana.

Penyerahan jenazah kepada keluarga ditandai penyerahan berita acara dari Demianus Katiop, Asisten 1 Setda Mimika kepada Robby Omaleng sebagai perwakilan keluarga.

Dalam sambutan Demianus Katiop mengatakan merasa sangat kehilangan sosok ibu yang begitu bersahaja kepada siapa saja.

Sebagai ketua PKK Kabupaten Mimika, alm sudah memberikan begitu banyak kontribusi bagi daerah  ini.

“Seluruh ASN dan masyarakat Mimika sangat kehilangan dengan sosok yang menjadi panutan bagi kita semua,” ungkapnya.

Sementara Robby Omaleng mewakili keluarga besar Beanal Omaleng mengatakan peristiwa kematian merupakan rahasia Tuhan yang pasti terjadi dan tidak bisa ditolak oleh siapapun yang ada di dunia ini.

Untuk itu ia memohon doa dari seluruh pelayat agar arwah Ny Nella Beanal Omaleng bahagia di sisi Tuhan yang Maha Kuasa.

“Terimakasih untuk semua pihak yang telah memberikan dukungan sejak alm menghembuskan nafasnya yang terakhir hingga saat ini. Kami keluarga memohon doa agar alm dilapangkan jalannya dan diterima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Setelah pelepasan jenazah kepada keluarga Omaleng dan Beanal, peti jenazah alm Penasehat Darhma Wanita Persatuan Indonesia, Penasehat Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Mimika dan sebagai Ketua Bunda Pendidikan Anak-anak Usia Dini TK PAUD Noken ini, dibopong oleh Anggota Dinas Satpol PP Kabupaten Mimika menuju mobil ambulance.

Peti jenazah yang ditutupi bendera merah putih ini kemudian diarak kembaili ke rumah duka, kediaman Bupati Mimika di Jalan Durian RT/ RW 01/003 Jalur Satu, Kelurahan Timika Jaya, SP 2.

Selama perjalanan, Diof Omaleng, putra bungsunya terus menangis sambil memeluk erat foto alm ibunya,  yang menghembuskan nafas pada 19 Mei sekira pukul 09.00 WIT di RSUD Mimika.

Selanjutnya, dilakukan ibadah pemakaman jenazah di rumah duka dipimpin oleh pendeta Henok Naipa, Ketua Klasis Gereja Kingmi Klasis Mimika.

Ibadah dan prosesi  pemakaman berjalan hikmat.

Sebelum peti jenazah dimasukan ke liang lahat, Alex putra sulung dari alm memeluk dan menyelimuti jenazah ibunya sambil mencucurkan air mata.

Keluarga lainnya turut menangis, meratap sambil memeluk peti jenazah yang terakhir kalinya.

Kesedihan yang mendalam juga dirasakan guru-guru serta anak-anak PAUD dan TK Noken.

Ludia Tanggalo, Kepala PAUD dan TK Noken bersama guru-guru dan murid-murid mengiringi pemakaman dengan melantunkan lagu perpisahan sambil menetaskan air mata.

Tidak hanya guru-guru dan murid-murid PAUD dan TK Noken, pimpinan OPD di lingkup Pemkab Mimika juga membawakan lagu berjudul di ‘Doa Ibu Kudengar Ada Namaku Di sebut’.

Selain itu, Grup Vocal Iyakoko Patea juga menyumbangkan suara merdu mereka sebagai persembahan terakhir untuk Ny Nella.

Sebelum pemakaman, Bupati Omaleng menyerahkan uang sebesar Rp200 juta kepada mama-mama yang duduk di samping peti jenazah dan seluruh keluarga besar Beanal.

Pada kesempatan itu bupati meminta maaf jika selama 29 tahun hidup berumah tangga bersama alm istrinya telah berbuat salah.

Setelah itu, peti jenazah alm diturunkan oleh sejumlah pelayat ke dalam liang lahat di sudut halaman rumah pribadi Bupati Mimika.

Pantauan Timika eXpress, sebanyak 23 karangan bunga yang diberikan dari berbagai kalangan, yakni  Keluarga Dino Omaleng, Johanis Beanal, Pemprov Papua, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Mimika, Pemkab Mimika, Asisten Bidang Administrasi Umum, Ketua DPRD Mimika, Kapolres Mimika, Dandim 1710/Mimika, Danlanal Timika, Danlanud Yohanis Kapiyau Timika, Danbrigif 20 Kostrad Mimika, Kejari Mimika, Ketua pengadilan Negeri Mimika, Denkav 3/SC Mimika, Danyon B Pelopor Mimika, Dansatrad 243 Timika, Ketua PKK Papua, Ketua PKK Kabupaten Mimika, Wakil Bupati Mimika John Retob, Perwakilan OPD, Kepala Dinas Peternakan, Ketua Lemasa,  Ketua Lemasko, Ketua Klasis Gereja Kingmi Mile 32, Pdt. Pilipus Dolame, S.Th, MM,  dan  Forum Perbankan Kabupaten Mimika. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.