Kontraktor Puskesmas Mapurujaya Dituntut Bayar Denda

 TIMIKA,TimeX

Kontrakator yang mengerjakan pembangunan Puskesmas Mapurujaya yang menelan anggaran mencapai Rp 7 miliar dituntut segera membayar denda keterlambatan senilai Rp 47 juta.

Ilustrasi

Tuntutan ini disampaikan Alfred Douw Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika saat diwawancarai Timika eXpress melalui teleponnya, Rabu (22/5) malam.

Dalam proyek itu Alfred tegaskan tidak ada penyalahgunaan anggaran, hanya saja pihak kontraktor dalam hal ini PT Catur Pesona diminta bayar denda keterlambatan sebesar Rp47 juta kepada Dinkes.

Pembangunan PKM Mapurujaya ini ujarnya sebelumnya sudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hasil dari audit tersebut lanjutnya, lalu pihak kontraktor diminta untuk membayar denda. Karena itu pihak kontraktor dan Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) akan menghadapi TP4D.

Bangunan dua lantai ini kata Alfred sudah diresmikan oleh Yohanis Bassang Wakil Bupati Mimika bersamaan empat PKM lainnya, yang acara seremonialnya dipusatkan di Puskesmas Timika di Jalan Trikora pada 27 Maret 2019 lalu. Setelah diresmikan lima puskesmas ini langsung difungksikan.

Ia menyebutkan empat PKM yang dirresmikan seperti Puskemas  Potowaiburu di Distrik Mimika Barat Jauh, Puskemas Wakia di Distrik Mimika Barat Tengah, Puskemas Jita di Distrik Jita dan Puskemas Timika di Distrik Mimika Baru, termasuk PKM Mapurujaya.

Pembangunannya mengunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan struktur bangunannya dari lima PKM ini sama.

Namun demikian, beberapa hari lalu Nurman S Karupukaro Anggota Dewan melakukan kunjungan ke PKM Mapurujaya.

Di sana menemukan kondisi puskesmas sangat jauh jika dibandingkan hasil pengerjaan Puskesmas Timika yang anggarannya Rp 6 miliar.

Terkait hal tersebut Nurman mendesak Kejaksaan dan Inspektorat turun tangan melakukan pemeriksaan, mengingat kualitas bangunan jauh dari apa yang diharapkan.

Selain interior dalam bangunan jauh dari harapan juga eksinteriornya menurut Nurman sangat mengecewakan. Misalnya saja saluran air keliling bangunan dibuat seadanya tanpa plester, halaman yang  telah dipasangi paving block tampak bergelombang.

“Lihat saja pasang paving block di halaman saja tidak rata,” cetusnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Benedikta Warinussy, Kepala Puskesmas Mapurujaya merasa kecewa lantaran sebagian besar perbaikan Puskesmas tersebut terpaksa ditanggung pihak Puskesmas sendiri. Itu dikarenakan kontraktor tidak pernah memenuhi permintaan Puskesmas untuk perbaiki beberapa kekurangan.

Ia menambahkan, sesuai aturan semestinya masa pemeliharaan berjalan hingga lima bulan setelah penyerahan. Namun tidak pernah ada tanggapan dari kontraktornya.

Terkait dengan persoalan ini, Kepala Kejaksaan Timika, Ferry Herlius yang dihubungi Timika eXpress, melalui telepon, hingga kini belum bisa memberikan tanggapan mengenai adanya temuan tersebut.

Pihak kontraktor sendiri hingga saat ini belum memberikan konfirmasi soal banyaknya kekurangan dan kerusakan yang terjadi di Puskesmas Mapurujaya. (a30/ozy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.