Menyambut Lailatul Qadar, 21 Masjid Adakan I’tikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan

TIMIKA,TimeX

Sebanyak 22 masjid di Kota Timika dan sekitarnya mengadakan I’tikaf 10 malam terakhir Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah untuk menyambut Lailatul Qadar.

Foto: Ist./TimeX
Ustad H. Muh Amin Ar. S.Ag

Hal ini diungkapkan Ustad H. Muh Amin Ar. S.Ag, Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Mimika saat dihubungi Timika eXpress melalui WhatsApp, Salasa (28/5).

Menurutnya jumlah masjid yang mengadakan I’tikaf 10 malam terakhir Ramadhan tahun ini jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya hanya lima masjid.

Masjid-masjid tersebut yakni Masjid Agung Babussalam, Al Azhar, AR Rahman, Al Fattaah BTN, Al Akbar, Al Hijrah, Nurulssalam, Ainul Yaqin LDII, Al Multazam, AL Ikhwan, PT. Srikandi, Nurul Qur’an, Baiturrahim, Sabilul Muttaqin, Jami’ Hidayatullah Km 9, Al Kahfi, Nurul Hidayah, AL Kahfi, Nurul Hidayah, AL Ikhlas, AL Muhajirin, AT Taubah dan Masjid Jami’ Baiturrahman.

“Jadi tahun ini jumlah masjid yang mengadakan I’tikaf 10 malam terakhir Ramadhan meningkat sangat drastis,” kata Amin.

Ia menjelaskan dalam tradisi Islam, 10 hari menjelang idul fitri umat mendatangi masjid untuk melakukan i’tikaf, berzikir, berdoa, baca alquran dan mendengar tausiah.

“Dan dalam 10 malam ini umat Islam juga bisa melakukan hal-hal baik lainnya agar meraih keutamaan dan keberkahan malam Lailatul Qadar,” ujarnya.

Ustad Amin juga mengutip pesan-pesan penting dari Syaikh Mahir Al Mu’aiqily, Imam Masjidil Haram bagi bagi umat Islam sebelum Ramadhan beranjak pergi, agar bisa meraih keutamaan dan keberkahan malam Lailatul Qadar.

Pesan-pesan tersebut, yakni  sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp1.000 dalam 10 malam terakhir.

Sehingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir, maka sama dengan menyedekahkan sebanyak Rp 1.000 selama 84 tahun.

Kerjakan shalat sunah minimal dua rakaat tiap malam sehingga jika Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan shalat 2 rakaat selama 84 tahun.

Bacalah surat Al Ikhlas minimal 3 kali setiap malam hingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan mengkhatamkan Quran selama 84 tahun.

Bacalah tafsir surat Al-Qadar, dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada Lailatul Qadar maka insya Allah akan merasakan keagungan dan kekuatan-Nya.

Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk memperbanyak amal shaleh dan beribadah semaksimal mungkin.

Seluruh malam dari sepuluh malam terakhir seharusnya jadi target setiap umat islam.

“Bangunlah setiap malamnya, jangan sampai kesempatan meraih Lailatul Qadar terlewati begitu saja,” ujarnya.

Pesan lainnya, lanjut Amin, hafalkan doa malam Lailatul Qadar yang diajarkan oleh baginda Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam ini yakni Allaahumma Innaka ‘Afuwwun, Tuhibbul, ‘Afwa Fa’ Fu’Anni.

“Yang artinya  Ya Allah, Engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku,” kata Amin.

Dalam menyambuk malam Lailatul Qadr, lanjut Amin umat Islam diminta  untuk tidur siang (qaylulah) sejenak jika memungkinkan.

“Jangan lupakan keluargamu. Nabi Muhammad senantiasa membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. semangati dan berilah motivasi pada mereka,” pesannya.

Umat Islam juga dipesan untuk mengenakan pakaian yang bagus dan wewangian yang syar’i ketika beribadah. Serta menjaga perut agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah Isya dan tarawih sekadar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk mendirikan sholat malam.

“Seluruh ibadah di Bulan Ramadhan ini bukanlah ajang untuk pasang status di facebook atau media sosial lainnya,  misalnya  Alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepada-Nya malam ini. Biarlah itu jadi rahasia indah antara engkau dengan Allah,” ujarnya.

Ustad Amin juga berpesan kepada umat Islam agar selalu sabar karena merupakan kunci untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Menurutnya 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan karena  di siang hari umat Islam masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk mengerahkan kesabaran semaksimal mungkin.

“Ingatlah Allah telah memberi kita kesempatan berharga akan luasnya ampunan yang mungkin saja tidak datang lagi,” tuturnya.

Pesan terakhir yang paling penting yakni berbaik sangkalah pada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah dan Pengampun. “Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-Nya. “Jangan biarkan keragu-raguan dan prasangka buruk menjauhkanmu dari-Nya,” ucap Amin. (epy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.