Pegawai Imigrasi Berbagi Kasih Bersama Warga Lapas

TIMIKA,TimeX

Mempererat tali silaturahmi dalam lingkung kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), keluarga besar Imigrasi TPI Mimika berbagi kasih dengan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Timika yang dirangkai berbuka puasa bersama di Kampung Naena Muktipura SP 6 pada Rabu (29/5).

Foto: Rina/TimeX
MENDENGAR – Warga binaan Lapas Kelas II B Timika mendengar sambutan Jesaja Samuel Enock Kepala Kantor Imigrasi TPI Mimika dalam acara buka puasa bersama pada Rabu (29/5).

Penyerahan bingkisan tali kasih ini secara simbolis oleh Jesaja Samuel Enock, Kepala Kantor Imigrasi TPI Mimika kepada dua perwakilan  warga binaan Lapas.

Jesaja Samuel Enock dalam sambutan mengatakan tujuan kegiatan ini untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kasih bersama warga Lapas di Bulan Ramadhan ini.

“Ini adalah agenda tahunan dan karena satuan kerja Kementerian Hukum dan Ham wilayah Kabupaten Mimika adalah Imigrasi dan Lapas maka kami adakan buka puasa bersama,” jelasnya.

Apa yang dilakukan ini ujarnya sebagai bentuk perhatian Imigrasi dan Lapas Timika kepada warga binaan yang ada.

Selama berada di Lapas tentunya mereka memiliki potensi besar jika terus digali dan diperhatikan baik maka potensi yang dimiliki warga binaan Lapas dapat bermanfaat bagi daerah ini.

“Kita lihat ini banyak kreatifitas yang telah dihasilkan oleh binaan Lapas ini, seperti membuat pot bunga dari kartu joker dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia meyakini jika hal ini terus ditingkatkan maka kedepannya semakin banyak produk-produk karya tangan mereka dari barang-barang bekas setelah diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat ekonomis.

Foto: Rina/TimeX
FOTO BERSAMA- Jesaja Samuel Enock, Kepala Kantor Imigrasi TPI Mimika bersama tamu undangan dan binaan Lapas Timika terlihat bahagia saat berfoto bersama.

Selain buka puasa bersama katanya juga bentuk mendukung tugas-tugas Lembaga Pemasyarakatan seperti melalui kreatifitas yang dikerjakan oleh warga binaan ini bisa disalurkan melalui koperasi Kantor Imigrasi.

“Kami ada unit koperasi yang bisa dimanfaatkan dan kemudian nantinya produk kreatifitas tersebut bisa dipasarkan,” ujarnya.

Koperasi ini tidak ada syarat khusus untuk bisa bergabung,  hanya saja pihaknya meminta binaan Lapas memiliki niat serius sehingga dapat memiliki nilai jual.

Ia berharap setelah warga binaan ini keluar dari Lapas, kedepannya ada hal positif yang mereka bawa pulang sebagai bekal yang bermanfaat bagi dirinya maupun keluarga dalam membantu perekonomian di daerah ini.

Melalui berbuka puasa bersama ini ia berharap hubungan persaudaraan tetap terjalin baik, persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga serta menjaga toleransi antar umat beragama. Sehingga hal itu bisa menghayati nilai- nilai kemanusiaan yang ada dan akan menimbulkan dampak luar biasa bagi pengembangan diri.

Sementara Munir Kossah, Plt Lapas Timika menilai kegiatan ini merupakan hal baik. Diharapkan kegiatan ini bukan hanya dalam momen ramadhan saja tetapi ada kelanjutannya di bulan berikutnya.

Ia menyebutkan warga binaan Lapas Timika mengikuti buka puasa bersama ini 119 dari 308 warga binaan dan narapida.

Selama di Lapas Timika, warga binaan diajarkan berbagi kreatifitas produk yang dapat dipasarkan. Salah satunya pigura dari kertas koran, botol bekas dijadikan bunga dan produk dari pertanian serta perikanan.

Hasil kreatifitas tersebut jelasnya akan dipajang pada HUT 17 Agustus 2019 mendatang. Sejauh ini ujarnya, hasil yang dipajang tersebut semuanya dibeli oleh Pemkab Mimika.

Selain itu, jika ada kegiatan rohani di Lapas maka hasil kreasi juga mereka pasarkan kepada setiap pengunjung.

“Kami memberikan waktu khusus agar mereka dapat menuangkan ide mereka. Namun dikarenakan kurangnya pegawai sehingga kegiatan ini tidak bisa menggunakan waktu yang lama,” jelasnya.

Sementara Ustad Mardanus dalam tausyahnya menekankan tiga manfaat berpuasa, yaitu memanjangkan usia manusia, baik bagi kesehatan serta menaati peraturan dari Allah SAW. Selain itu berpuasa juga dapat mencegah penyakit diabetes dan mengeluarkan toksin-toksin yang ada di dalam tubuh.

Rita Teleyan (66) mewakili warga binaan Lapas  mengisahkan sudah berada di Lapas dua tahun. Ia divonis bersalah 2,6 tahun.

“Masih ada enam bulan saya di sini. Dan selama di sini, saya diajarkan untuk membuat sesuatu seperti membuat bunga dari botol plastik dan lainnya,” terangnya.

Dirinya berada di Lapas Timika demi menyelamatkan anaknya dari kasus togel pasca adanya penggrebekan oleh Kepolisian Resor Mimika di Jalan Caritas dua tahun silam.

“Jadi, saya menggantikan anak saya berada di sini. Saya rela dan bahagia bisa berkorban untuk anak saya. Saya harap dengan adanya kejadian ini dapat merubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik,” katanya.

Rita telah mendapat banyak pelajaran berharga selama di Lapas. Ia berterimakasih bagi pegawai Lapas Timika yang telah mengajari warga binaan Lapas untuk berkreatifitas. Terima kasih serupa ditujukan kepada keluarga besar Imigrasi Timika yang telah mengunjungi mereka dalam suasana buka puasa bersama. (aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.