Komunitas Sahabat Mgr Gabriel Manek Layani Umat di Amamapare

Foto: ISTIMEWA
FOTO BERSAMA-Rombongan Komunitas Mgr. Gabriel Manek foto bersama sejumlah umat di depan Balai Serba Guna Kampung Amamapare, Pulau Karaka, Minggu (2/6) siang.

TIMIKA, TimeX

Komunitas  Sahabat Mgr Gabriel Manek (SMGM) Timika melakukan pelayanan rohani di Kampung Amamapare, Pulau Karaka, Minggu (2/6).

Rombongan Komunitas SMGM sebanyak 12 orang tiba di Amamapare pada pukul 09.00 WIT, dan disambut masyarakat setempat di Balai Serbaguna Amamapare yang juga dijadikan sebagai tempat ibadah umat Katolik.

Sejumlah umat sudah siap di dalam tempat ibadah, sehingga begitu rombongan tiba langsung dilakukan ibadat sabda yang dipimpin Sr. Bertha, PRR.

Ratusan umat khusyuk mengikuti ibadat sabda dan sangat serius menyimak renungan firman Tuhan yang disampaikan Sr. Bertha, PRR.

“Bapak Ibu dan anak-anak sekalian hari Minggu berikutnya nanti kita merayakan Hari Raya Pentakosta, jadi selama 9 hari sebelum hari raya Pentaskosta kita umat Katolik harus berdoa Novena Roh Kudus,”  kata Bertha.

Ia menjelaskan  Novena  berasal dari bahasa Latin “novem” yang berarti sembilan.

Umat Katolik mengadakan Novena Roh Kudus selama sembilan hari setelah Hari Raya Kenaikan Tuhan sampai dengan Sabtu menjelang Pentakosta.

“Novena Roh Kudus  ini merupakan persiapan batin dalam sebuah doa untuk mendapatkan karunia-karunia Roh Kudus yang dijanjikan Tuhan pada hari Pentakosta. Roh Kudus tetap sama dengan yang kita terima pada saat pembaptisan, tetapi dorongan-Nya bisa lebih menggetarkan dan karunia-karunia-Nya dapat terasa baru,” terang Bertha.

Bertha juga mengingatkan kepada semua umat Katolik di Pulau Karaka agar selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. “Harus banyak berdoa, karena doa dapat mengubah segalanya. Minta Tuhan beri kesehatan, rejeki yang cukup supaya kita bisa menyekolahkan anak-anak dan harus diimbangi dengan kerja keras,” pesan Bertha.

Usai  ibadat sabda dilanjutkan dengan perarakan Pantung Bunda Maria mengelilingi stasi-stasi di Pulau Karaka sebagai tanda penutupan Bulan Rosario.

Dalam perarakan tersebut, semua umat berdoa, bernyanyi dan menari bersama sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan Bunda Maria. (epy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.