Kapolda: Polisi Harus Persuasif dan Komunikatif

Irjen Pol. Drs Rudolf Robert Rodja

>> Jangan Gampang Gunakan Senpi

TIMIKA, TimeX

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja mengingatkan anggotanya, bagaimana cara yang tepat untuk menangani dan menghadapi masyarakat melalui pendekatan persuasif dan komunikatif.

Menyikapi karakteristik masyarakat asli setempat, ialah memberikan motivasi sekalipun mereka melakukan tindakan di luar hal baik, kita harus tetap membackup mereka, dan jangan gampang angkat senjata.

Penegasan ini sekaligus arahan dari orang nomor satu di Polda Papua kepada anggota Polres Mimika, Brimob Batalyon B Pelopor, Satgas Amole dan BKO Brimob Maluku Utara.

Memberikan arahan di aula Mako Brimob Batalyon B Pelopor Timika pada Jumat (7/6) petang kemarin, Perwira Tinggi (Pati) asal Ende, Nusa Tenggara Timur, menekankan komunikasi dan pentingnya mendekatkan diri dan bangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

“Kita semua pasti tidak mau kalau anggota keluarga kita kena tembak kan, maka komunikasi itu sangat perlu. Sehingga apa yang saya sampaikan dan arahkan itu harus dijalankan,” tegasnya.

Kaitan dengan arahan tugas Polri, dalam kunjungannya ke Timika, Kapolda Papua bersama rombongan akan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Deiyai pasca insiden penembakan warga sipil, Yulius Mote di wilayah tersebut pada Selasa (21/5) lalu.

Jenderal bintang dua akan bertolak dari Timika ke Deiyai Jumat (8/6) hari ini, untuk mengunjungi keluarga korban penembakan, serta memberi penguatan dan motivasi kepada anggotanya, agar lebih baik lagi dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Di Deiyai nanti  saya akan  kunjungi keluarga korban dan berikan kekuatan kepada mereka, sekaligus mengingatkan kepada mereka untuk tidak menyalahgunakan senjata api (senpi),” tegasnya lagi.

Untuk diketahui, insiden penembakan hingga pembakaran markas Polsek Tigi bermula ketika empat pemuda mabuk mencegat dan memalak mobil yang melintas di dekat SMP YPPK Wagete.

Sopir yang menolak dipalak kemudian mengadu ke Polsek Tigi, sehingga sejumlah polisi mendatangi lokasi tersebut dan melepaskan tembakan.

Menurut polisi, Melianus Dogopia merupakan salah satu dari empat pemuda mabuk yang mencegat dan memalak mobil yang melintas di Wagete.

Melianus Dogopia, demikian polisi, yang sempat dibawa pergi keluarganya, kembali ke lokasi pemalakan dengan membawa panah tradisional lalu merusak mobil polisi.

Polisi mengaku telah memberikan tembakan peringatan yang tidak dihirauakan Dogopia, sehingga polisi menembak kaki Dogopia hingga dilarikan ke rumah sakit Deiyai.

Penembakan terhadap Dogopia itulah yang menyulut emosi dan amuk massa higga membakar markas Polsek Tigi, serta menghancurkan empat mobil di halaman Polsek.

Saat itu juga Yulianus Mote tewas tertembak ketika polisi menghalau massa dari aksi heroik.

Amankan Pemilu

Pada kesempatan itu pula Kapolda juga mengapresiasi seluruh anggotanya yang sudah melaksanakan tugasnya pengamanan pesta demokrasi Pemilu 2019.

“Terimakasih kepada rekan-rekan yang sudah laksanakan pengamanan Pemilu, yang mana berjalan cukup baik. Tapi belum selesai, karena sekarang masih banyak Parpol, Caleg yang belum puas dan masih ajukan gugatannya, karena itu harus sudah bisa petakan potensi ancaman gangguan dan antisipasinya,” pesan Rudolf.

Ia menambahkan, pada perayaan Idul Fitri 1440 H, ada kerinduan dari anggota Satgas Amole dan BKO Brimob Maluku Utara ingin ada bersama keluarga, namun karena tuntutan tugas wajib dilaksanakan.

“Saya tahu ada kerinduan terhadap keluarga, tapi ini adalah tugas, dan wajib dijalankan, dan ini adalah berkah dan amanah,”  tukasnya. (tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.