Niat Bantu Teman, Irvan Jadi Korban

“Memang kami dua lompat, tapi korban saat itu lompat terlalu jauh sehingga dia terbawa arus juga. Korban sempat berusaha minta tolong tapi saya tidak bisa karena sedang menolong Rizal”

TIMIKA,TimeX

Nasib Irvan Fausi (19) karyawan PT Daikin, benar-benar berujung maut pada Minggu (9/6) sekira pukul 15.00 WIT.

Foto: Ist./TimeX
EVAKUASI – Irvan Fausi saat dievakuasi oleh rekan-rekannya di Kali Waa, Minggu (9/6).

Kepergiannya mengagetkan semua anggota keluarga dan rekan sekerjanya. Niat mulianya ingin menolong temannya yang terbawa arus kencang di Kali Waa, tepatnya lokasi bekas galian SP3, malah dirinya menjadi korban ganas arus kali tersebut.

Irvan tenggelam lantas terseret hingga meninggal dunia. Kepergiannya bagai disambar petir, tanpa tanda-tanda ataupun firasat, juga tidak ada pesan yang ditinggalkannya.

Berdasarkan keterangan Ridwan (21) teman korban di RSUD Mimika, sebelum tenggelam, dirinya bersama korban melompat ke kali untuk berusaha menolong Rizal, salah satu rekan mereka yang terbawa arus saat berenang.

“Memang kami dua lompat, tapi korban saat itu lompat terlalu jauh sehingga dia terbawa arus juga. Korban sempat berusaha minta tolong tapi saya tidak bisa karena sedang menolong Rizal,” tuturnya.

Melihat korban terbawa arus dan tenggelam, Ridwan langsung tinggalkan lokasi dan beranjak ke Polsek Kuala Kencana untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Saya sendiri yang langsung ke Polsek laporkan kejadian itu. Kurang lebih satu jam korban berhasil ditemukan oleh masyarakat setempat bersama Polsek Kuala. Tapi sebelummya dilakukan doa oleh salah satu pendeta,” ungkapnya.

Sedangkan keluarga dekat korban saat ditemui di kamar jenazah RSUD Mimika mengatakan korban langsung dimakamkan di TPU SP 4 pada hari itu juga.

Iptu Yulius Harikatang Kapolsek Kuala Kencana saat ditemui di RSUD Mimika membenarkan kejadian tersebut.

“Memang benar ada kejadian tersebut, dan setelah kita koordinasi dengan keluarga korban untuk membuat laporan polisi. Namun keluarga korban tidak mau, karena mereka sudah menerima dengan iklas musibah tersebut,” ungkapnya.

Mantan Wakapolsek Mimika Baru ini mengungkapkan dari keterangan saksi-saksi, korban datang tidak sendirian bersama delapan orang temannya untuk berenang di lokasi kejadian tersebut.

“Saat ini korban dibawah ke rumah duka di SP4 untuk disemayamkan sementara,” ungkapnya.

Foto: Tanto/TimeX
JENAZAH – Jenazah Irvan saat disemayamkan di ruang jenazah RSUD Mimika, Minggu (9/6).

Korban asal Jawa merupakan tamatan dari SMK Hermon Geologi Pertambangan Timika tahun ajaran 2017/2018 lalu.

Foto almarhum sempat viral di media sosial milik akun Yuni Putri Yosef Wangge gurunya dulu. Kepada Timika eXpress via pesan massengernya Minggu malam, Yuni menulis selama sekolah almarhum dikenal anak yang perilakunya sangat baik dan penurut, sopan terhadap guru-guru serta teman-temannya. Termasuk anak pintar dalam kelas. Sebagai mantan gurunya merasa berduka atas musibah ini. Ia berharap almarhum diterima di sisi Allah sesuai dengan amal baktinya di dunia.

Hingga berita ini diturunkan postingan itu mendapat tanggapan like dari netizen 62 orang dengan 35 komentar. Salah satu netizen atas nama Uliyulida memasukan video tenggelamnya korban. Ia juga berkomentar “Sya bersedih skli dngar berita duka ini apa lg ingat dia semasa skolah dlu anaknya sopan dlm kelas”.

Sesuai video itu korban saat terjun menolong rekannya tanpa mengenakan baju hanya celana jeans biru panjang. Ia berhasil diangkat dari dasar kali oleh seorang warga. Kemudian disambut oleh kedua rekannya dibopong ke darat kondisinya sudah lemas tanpa napas. (tan/tio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.