Tokoh Amungme Nerius Katagame Tutup Usia

TIMIKA,TimeX

Nerius Katagame, tokoh masyarakat Amungme tutup usia pada Minggu (9/6).

Sosok pria tegar yang banyak dikenal orang itu, meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, diduga akibat serangan jantung.

Foto: Dok./TimeX
Nerius Katagame

Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka di SP 2, Jalur 5, Kota Timika.

Tidak hanya keluarga, tetapi sejumlah tokoh  penting daerah  maupun kerabat almarhum melayat ke rumah duka.

Kabar duka meninggalnya Nerius tentu mengagetkan banyak pihak.

Namun, untuk memastikan riwayat sakitnya hingga ajal menjemput, keluarga dekat almarhum saat ditemui  Timika eXpress di RSMM, Minggu (9/6), tidak satupun memberikan komentar.

Isak tangis keluarga tak terbendung ketika meratapi jazad almarhum di ruang.

Jenazah ketika itu diselimuti kain putih.

“Selamat jalan sampai dikeabadian, karya dan jasamu dikenang, Tuhan menerimamu di surga abadi,” tulis Maximus Tipagau kepada Timika eXpress via WhatsApp nya tadi malam.

Meski Maximus tidak mengenal secara dalam, namun di Lemasa (Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme), almarhum merupakan sosok hebat.

Selain aktif di lembaga, Nerius yang sukses menuntaskan kuliah hukum di Uncen Jayapura merupakan seorang penasehat hukum.

Tidak hanya itu, Nerius juga terlibat dalam urusan pemerintahan, pelayanan kemasyarakatan, karena pernah menjabat Sekretaris Lemasa tahun 1996 dan turut berjuang melahirkan dana 1 persen PT Freeport Indonesia yang hingga kini dikelola Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK).

Selain Maximus, ungkapan belasungkawa datang dari Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto yang sedang di luar Timika, juga Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio. L Nainggolan.

“Kami turut berduka atas meninggalnya bapak Nerius Katagame, semoga almarhum mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan,” tulis Kapolres singkat.

Sementara, Nerius di kalangan pekerja pers dikenal sebagai tokoh yang frontal tidak hanya jadi rujukan media di daerah, nasional maupun internasional, yakni pernah diwawancarai langusung wartawan New York Times perwakilan Singapura di Timika.

Kritik tajam terkait kebijakan pemerintah daerah, dan juga raksasa tambang PTFI kerap dilontarkan sebagai upaya menyalurkan aspirasi masyarakat untuk kemajuan pembangunan di Mimika. (vis)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.