Tidak Lolos Seleksi, Pelamar CPNS OAP ‘Ngotot’ Ikut Tes

 


PERTEMUAN – Suasana pertemuan puluhan pelamar CPNS OAP yang TMS dengan Marthen Paiding Sekda Mimika dan Paskalis Kirwelakubun Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mimika di ruang rapat lantai 3 Kantor Bupati Mimika, Kamis (13/6) sore.

TIMIKA,TimeX

Dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi, puluhan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Orang Asli Papua (OAP) tetap ngotot untuk mengikuti tes tertulis pada 19 Juni mendatang.

Pasca pengumuman hasil seleksi pada Selasa (11/6) lalu, puluhan pelamar CPNS OAP pun mengadu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

Menyikapi aspirasi tersebut, Marthen Paiding selaku Penjabat Sekda Mimika bersama Paskalis Kirwelakubun, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)  Kabupaten Mimika, pada Kamis (13/6) petang kemarin menggelar pertemuan bersama puluhan pelamar CPNS OAP.

Pertemuan yang berlangsung tertutup itu dilangsungkan di ruang rapat lantai 3 Kantor Pusat Pemerintahan SP3.

Dari tuntutan aspirasi pelamar CPNS OAP yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) lantaran tidak lolos seleksi administrasi, Kepala  BKPSDM menyatakan tuntutan pelamar OAP tidak bisa dipenuhi dan dipaksakan.

Alasan yang disampaikan Paskalis, karena tidak ada ketentuan formasi yang ditetapkan sesuai dengan latar belakang pendidikan atau disiplin ilmu para pelamar.

“Kami jelaskan ke mereka kalau jurusan mereka tidak diakomodir pada formasi tes kali ini, dan itu tidak bisa dipaksakan. Kami hanya bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku dan peraturan bupati,” ungkap Paskalis saat ditemui Timika eXpress usai pertemuan.

Ia berharap para pelamar yang TMS agar tidak salah paham dengan mekamisme sistem seleksi administrasi yang sudah final.

“Pada waktu pendaftaran secara online di SSCN memang berkasnya diterima jadi mereka pikir itu sudah lolos. Itu karena syarat yang diutamakan e-KTP, pas foto dan Kartu Keluarga.

Padahal waktu seleksi berkas administrasi ijazah, transkrip nilai dan persyaratan lainnya, mereka dinyatakan TMS. Mereka salah paham di situ, dan berpikir panitia yang manipulasi data,” urainya.

Ia menambahkan, saat seleksi administrasi, banyak formasi tenaga kesehatan yang tidak lolos karena tidak menyertakan Surat Tanda Registrasi (STR).

“Kita tidak bisa paksakan mereka lolos karena verifikasi dilakukan secara online,” jelasnya.

Selanjutnya, terkait pencetakan kartu peserta tes yang dilakukan oleh pelamar, hal tersebut dibolehkan secara aturan.

“Dari awal sudah ada pengumuman, kartu peserta bisa dicetak sendiri karena kartu peserta akan dikirim melalui email dan pelamar sudah memiliki pasword sendiri. Kita panitia hanya bantu jika ada kesulitan seperti jaringan internet mati atau listrik padam,” katanya.

Dikatakan pula, pada pelaksanaan tes 19 Juni hingga 9 Juli di SMP Negeri 2 nanti peserta tes dibagi persesi.

“Misalnya sesi hari pertama tes diikuti 360 pelamar, berlanjut terus sampai semua pelamar megikuti tes,” ujarnya.

Adapun untuk kelangsungan dan kelancaran tes, mengenai masalah server jaringan, dan soal-soal tes, itu menjadi urusan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pusat, dimana tim daerah hanya memfasilitasi.

“Yang tentukan hasil tes juga dari pusat, berdasarkan nilai tertinggi dari peserta tes. Karena system tes online jadi tidak bisa ada manipulasi. Peserta yang masuk ruang ujian juga hanya bawa KTP dan kartu peserta. Jadi kalau ada yang janji mau bantu meloloskan jangan dipercaya, itu tidak mungkin,” tegasnya.

Pada tes nanti, lama waktu yang diberikan untuk setiap peserta adalah 120 menit, dengan rincian 90  menit untuk Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan 30 menit untuk Tes Kompetensi Bidang (TKB).

Ditempat yang sama, Marthen Paiding Penjabat Sekda Mimika mengatakan, pelamar OAP yang jurusan atau disiplin ilmunya belum diakomodir pada penerimaan CPNS kali ini, akan diupayakan diakomodir pada penerimaan CPNS berikutnya.

“Kita berusaha buka formasi sesuai jurusan mereka pada tes kali berikutnya supaya bisa diakomodir karena formasi disesuaikan dengan kebutuhan organisasi,” katanya.

Dari hasil seleksi administrasi, pelamar CPNS 2018 sebanyak 4.749 orang, yang dinyatakan lolos hanya 2.455, dengan rincian pelamar OAP 1.483 orang dan pelamar Lahir Besar Papua (Labepa) 972 orang.

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 2.302 pelamar dinyatakan TMS, untuk kategori OAP berjumlah 535 orang, dan Labepa 1.759 orang.

Lanjut Marthen, dari hasil pertemuan ini akan disampaikan ke Eltinus Omaleng Bupati Mimika.

“Tuntutan pelamar OAP pasti kita sampaikan ke bupati, dan kita juga tawarkan solusi membuka formasi untuk mereka pada penerimaan CPNS berikutnya,” pungkas Marten.

Untuk diketahui, pada penerimaan CPNS 2018, Kabupaten Mimika mendapat kuota 300, dengan alokasi formasi tenaga guru sebanyak 111 orang, tenaga kesehatan 117 orang dan formasi tenaga teknis 72 orang, mulai jenjang pendidikan SMA, D III dan Strata Satu (S1).

Dari kuota yang ada, 80 persen dikhususkan untuk putra putri OAP Lahir Besar Timika (Labeti) dan 20 persen untuk non OAP dengan kategori lahir, besar dan sekolah di Papua. (epy/a30)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.