Odizeus Harap Januari LPMAK Sudah jadi Yayasan

TIMIKA,TimeX

Odizeus Benal, Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) mengapresiasi  keputusan Badan Musyawarah (BM) dan Badan Pengurus (BP)  Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) beralih menjadi yayasan yang disepakati pada tanggal 13 Juni lalu di Makassar.

Ia berharap tim transisi perubahaan lembaga m

Foto: Yosefina Dai Dore/Timika eXpress
Odizeus Beanal

enjadi yayasan yang sudah dibentuk bisa bekerja dengan maksimal sehingga pada Januari 2020 mendatang, LPMAK sudah resmi menjadi yayasan.

Setelah putusan tanggal 13 Juni, sudah dibentuk tim transisi yang mengatur tentang mekanisme manajemen. Yang masuk dalam tim itu Abraham Timang, beberapa perwakilan dari Lemasa dan Lemasko, perwakilan  dari Freeport serta pemerintah. Kita mendukung tim ini bekerja dengan baik agar yayasan sudah bisa terbentuk pada Januari 2020 nanti,” kata Odizeus kepada Timika eXpress di Sekretariat Lemasa, Selasa (2/7).

Ia mengatakan tim transisi ini juga yang berpikir tentang penyelesaian hak-hak karyawan, misalnya selama tim transisi masih bekerja gaji karyawan berjalan seperti biasa, namun setelah yayasan terbentuk karyawan diberi pesangon sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Saat ini tim transisi masih bekerja, dan kami  akan selalu memantau dan mendorong sehingga proses ini dapat berjalan cepat,” ujarnya.

Ia mengatakan sesuai dengan keputusan BM dan BP LPMAK, perubahaan struktur pengelolaan dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) dari lembaga menjadi yayasan, tujuannya agar lebih efektif dan efisien dalam memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Amungme, Kamoro dan Papua.

“Perubahaan lembaga menjadi yayasan ini sangat strategis karena membantu organisasi untuk berpartisipasi secara maksimal, dalam pemberdayaan masyarakat adat dan pembangunan fisik di Kabupaten Mimika, Papua dan Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan setelah perubahan nanti, Lemasa berkomitmen untuk berpartisipasi dan memastikan dana kemitraan  PT Freeport Indonesia (PTFI) dapat dirasakan oleh masyarakat Amungme dan Kamoro.

“Kami juga ingin mengajak semua pihak agar mendukung tim transisi Lpmak dalam merestrukturisasi mekanisme pengelolaan dana kemitraan PTFI,” tuturnya.

Dikatakan, dengan perubahaan dari lembaga menjadi yayasan, maka akan memiliki payung hukum yang kuat dan dapat melakukan usaha-usaha menuju kemandirian.

Ia mencontohkan, yayasan membuat usaha pertanian, dan mempekerjakan masyarakat. Selain memberikan keuntungan kepada masyarakat ada pemasukan juga untuk yayasan, sehingga satu saat nanti bisa mandiri.

“Tidak seperti sekarang LPMAK hanya menghabiskan dana dari Freeport untuk pengembangan masyarakat tapi tidak ada usaha  untuk mendapatkan penghasilan bagi lembaga agar lebih mandiri secara finansial,” sebutnya.

Menurutnya perubahaan lembaga menjadi yayasan  tidak mengubah visi dan misi LPMAK dalam memberdayakan masyarakat Amungme, Kamoro dan lima suku kekerabatan. Begitupun komitmen PTFI dalam memberikan dana kemitraan sebesar satu persen setiap tahun tetap dilaksanakan.

“Dengan demikian perubahan dari lembaga menjadi yayasan bertujuan agar lebih kuat secara hukum, lebih mandiri secara finansial, lebih afektif, efisien dan maksimal dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat Amungme, Kamoro dan Papua,” ujarnya.

Lanjut dia, banyak hal positif yang dapat dirasakan masyarakat nantinya setelah peralihan lembaga ke yayasan, salah satunya adalah lembaga mendapat ruang untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja yayasan dalam memberdayakan masyarakat, baik evaluasi ke dalam dalam hal pengelolaan keuangan, maupun evaluasi terhadap program yang dilaksanakan di lapangan.

“Kita akan tanya ke masyarakat seperti apa efektivitas dari program yayasan, selanjutnya apa yang masih dirasa penting dan itu kita sampaikan ke yayasan untuk diperbaiki,” ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, dalam tubuh yayasan nanti, tidak akan ada lagi pihak-pihak yang saling mengklaim sebagai pendiri sehingga lebih berhak, seperti yang sudah-sudah dalam beberapa lembaga, karena adanya payung hukum yang jelas.

Dalam penyusunan pengurus yayasan nantinya juga akan memberikan kesempatan kepada siapa saja yang dianggap memiliki kompetensi untuk menjadi penggerak dalam menjalankan yayasan ini, sebab dirinya meyakini bahwa banyak anak Papua yang memiliki kemampuan, hanya saja belum mendapatkan kesempatan.

Namun lanjutnya, hal ini merupakan langkah berikutnya ketika yayasan sudah dibentuk nantinya. Namun kata Odie lebih lanjut, yang paling penting adalah bagaimana mendukung tim transisi yang saat ini sedang bekerja, sehingga dapat tersosialisasi kepada masyarakat, kemudian apa yang menjadi program bisa berjalan dengan baik.

“Ini adalah keinginan kami beberapa waktu terakhir, untuk bagaimana agar dana yang jumlah cukup besar untuk masyarakat benar-benar memberikan nilai tambah dan bisa lebih efektif,” imbuhnya. (epy/ozy)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.