Bapenda Buka Layanan Bayar Pajak di Diana, Cholifa, Steven dan Gunawan Pembayar Pajak Perdana

Foto: Santi/TimeX
ANTRI – Dwi Cholifa Kepala Bapenda, Steven Tan pemilik Diana dan Rusli Gunawan antari menunggu membayar PBB-P2 kepada petugas di Diana pada Rabu (10/7).

TIMIKA,TimeX

Mendorong mengoptimalkan sistem pelayanan prima kepada masyarakat dalam menggerakan ‘sadar pajak’, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika membuka layanan bayar pajak di Diana dalam program Tax Goes To Mall selama empat hari.

Acara pembukaan dimulai pada Rabu (10/7) dan berakhir pada Sabtu (13/7) dipusatkan di Lantai II Diana Shopping Center Jalan Budi Utomo.

Total penerimaan hari pertama sejak dibuka pukul 10.00 hingga pukul 20.00 WIT dari 106 wajib pajak Rp 125.000.000. Untuk hari kedua pelayanan dimulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00 WIT.

Event Tax Goes to Mall ini menjadi sarana edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat sekaligus permudah proses pelaporan dan pembayaran pajak daerah on the spot bagi wajib pajak (WP) dibuka secara resmi oleh Dwi Cholifa Kepala Bapenda Mimika ditandai pemukulan tifa. Turut hadir Dadang Suprihwanto, Pjs Pimpinan Bank Papua, Rusli Gunawan perwakilan wajib pajak PBB-P2 dan Jefri perwakilan wartawan.

Usai pembukaan dilanjutkan proses pelayanan pembayaran pajak. Dwi Cholifa menjadi orang pertama membayar pajak, menyusul dua wajib pajak taat bayar atas nama Steven Tan dengan total PBB-P2 Rp75 juta dan Rusli Gunawan membayar PBB-P2 senilai Rp35 juta.

Dwi Cholifa dalam sambutan menjelaskan di Kabupaten Mimika ada 10 pajak daerah, salah satunya PBB-P2, pajak hotel, reklame, dan lainnya ditangani Bapenda. Sedangkan retribusi menjadi tanggung jawab oleh dinas-dinas.

Ia mengatakan maksud dan tujuan kegiatan ini sebagai salah satu upaya jemput bola sekaligus sarana sosialisasi dan edukasi pajak daerah kepada masyarakat, khususnya peserta Wajib Pajak (WP) yang berada atau datang ke pusat perbelanjaan. Selain itu sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang pajak daerah khususnya PBB-P2. Karena PBB-P2 ini baru efektif 2013 di Kabupaten Mimika dari sebelumnya oleh KPP Pratama Timika.

“Jika dalam kegiatan ini ada hal-hal yang sifatnya khusus atau tidak bisa diselesaikan di sini akan kita selesaikan di Kantor Bapenda,” katanya.

Ia menambahkan selain di Diana Shopping Center kegiatan serupa akan dilaksanakan di distrik dan kampung, seperti di Iwaka untuk menjangkau WP SP 5, 6, 7, 9, Utikini dan wilayah sekitarnya, di Wania dan Distrik Mimika Timur.

Ia mengungkapkan kegiatan ini merupakan sarana untuk menjemput bola karena diketahui target PBB-P2 tahun ini di Kabupaten Mimika sebesar Rp41 miliar. Sampai sekarang sudah tercapai Rp26,2 miliar atau setara 64 persen.

“Inilah yang kita konsen agar kita bisa mencapai target-target tersebut. Karena sesuai dengan kebijakan Bupati Mimika dalam rangka pelaksanaan PON 2020 kebetulan kita dapat sembilan cabang olahraga dan kegiatan Pesparawi yang mana semua itu kapasitas fiskal kita harus bagus,” jelas Dwi.

APBD Mimika tahun 2019 ujarnya, sebesar Rp3,1 triliun dan mudah-mudahan di APBD Perubahan ini bisa meningkat karena itu menjadi salah satu konsen Bapenda.

“Jangan sampai kekuatan fiskal Mimika untuk menunjang even-even nasional tidak bisa efektif pada saatnya nanti. Kami juga melihat persiapan kota seperti hotel-hotel, restauran, salah satunya di Diana Shopping Center ini luar biasa. Seperti tempat parkir yang kita bisa lihat kurang lebih 3 sampai 4 lantai dan ini untuk pertama di Papua, jadi bisa tingkatkan PAD dalam hal ini pajak parkir,” paparnya.

Sementara Dadang Suprihwanto, Pjs Pimpinan Bank Papua dalam sambutan mengatakan inti dari pembukaan pajak ini untuk memudahkan bagaimana masyarakat bisa langsung berpartisipasi membayar pajak.

“Bank Papua juga selalu meningkatkan inovasi. Kalau sekarang kita sudah transaksi pembayaran online setiap Kantor Bank Papua, nanti inovasi yang akan datang itu kita sudah bisa masuk di SMS Banking atau mobile banking,” jelas Dadang.

Sementara Rusli Gunawan perwakilan wajib pajak  mengajak wajib pajak harus bayar pajak tepat waktu  jangan tunda-tunda biar tidak kena denda dua persen.

Kesempatan itu ia memberikan masukkan untuk Bapenda agar lebih memperhatikan dengan baik SPPT karena wajib pajak ada yang terima ganda. Serta melihat juga penilaian NJOP harga satu bangunan.

“Kita tahu ada rumah yang permanen, semi permanen, papan, ruko, hotel dan sebagainya. Inilah yang pemerintah harus jeli menentukan NJOP. Kepada wajib pajak marilah kita taati peraturan pemerintah dan taat membayar pajak jangan sampai kena denda,” ajaknya.

Steven Tan, pemilik Diana Shopping Center disela-sela kegiatan kepada wartawan menjelaskan pajak yang ia bayar mencapai Rp70-an juta merupakan gabungan dari beberapa lokasi menjadi satu. Setiap tahun ia selalu membayar tanpa pernah menunggak. Lokasi paling banyak di Diana Shopping Center ada tambah bangunan hingga enam lantai. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.