Tiket Mahal, Pengaruhi Tingkat Hunian Hotel di Timika

TIMIKA,TimeX

Mahalnya harga tiket pesawat sejak Natal 2018 lalu hingga saat ini turut pengaruhi tingkat hunian hotel di Timika. Hal ini sangat dirasakan oleh John Felix Helyanan Owner Grand Tembaga Hotel.

Foto: Rina/TimeX
John Felix Helyanan

Pria yang biasa disapa Jhon Tie ini mengaku belakangan okupensi tamu yang memesan kamar hotel juga berkurang. Meskipun demikian ia bersyukur, Grand Tembaga Hotel masih merasa terbantu sekali dengan adanya kegiatan pemerintah selama ini.

“Pada umumnya hotel ini tetap berjalan dengan baik. Artinya, kita melihat bahwa sekarang ini bisnis perhotelan ini tidak selamanya ramai. Karena akhir-akhir ini juga mengalami sepih,” ujar John Tie kepada wartawan di restoran Grand Tembaga, Rabu (10/7).

Hotel akan ramai ujarnya, apabila dilakukan kegiatan baik dari pemerintah maupun dari gereja. Timika ini lanjutnya, adalah daerah tujuan pebisnis dari daerah atau kabupaten lain namun belakangan ini minat pebenis ini agak menurun mengunjungi Timika salah satu faktor harga  tiket terlalu mahal.

Dulu ujarnya, frekuensi perjalanan mereka satu bulan bisa dua kali tetapi sekarang hanya satu atau dua bulan sekali datang ke Timika.

“Artinya bahwa harga tiket yang tidak menentu ini sangat berpengaruh pada bisnis perhotelan. Bukan hanya di Timika hampir seluruh Indonesia juga berpengaruh,” tuturnya.

Mahalnya tiket membuat pebisnis lebih memilih ke daerah lain bukan datang Timika.

“Kita sekarang ini sangat terbantu dengan adanya acara-acara dari Pemkab karena dapat membuat hotel kembali ramai atau acara dari kementerian. Sementara tamu untuk menginap memang sangat berkurang,” ujarnya.

Meskipun demikian, pihaknya terus berusaha memberikan sevice terbaik biar tamu-tamu yang biasa hadir tetap  betah dan menjadi Grand Tembaga Hotel sebagai pilihan utama.

Pengusaha yang juga politisi PDI P ini menyadari keberadaan Grand Tembaga Hotel  ini tidak bisa disamakan dengan hotel-hotel lain seperti Horison, karena mereka hotel berbintang.

“Sedangkan kita hotel sekelas melati tetapi kita berusaha agar fasilitasnya memadai. Terlepas dari hotel berbintang kami adalah hotel brand lokal,” terangnya.

Untuk pasokan bahan baku restoran katanya, sejauh ini menggunakan pangan lokal yang didapat dari SP 4, SP 1 terutama sayur dan ikan ambil langsung dari nelayan lokal.

Dengan demikian sajian menu makan merupakan makanan rumahan cita rasanya tidak kalah dengan makanan di restoran pada umumnya. (aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.