Berbincang Bersama Jhon Rettob Soal Kesiapan Pesparawi (bagian 2 habis), Inilah Kesempatan Kita Menata Mimika

 Momen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dilaksanakan di tahun yang sama Tahun 2020, juga menjadi kesempatan untuk membenahi sebagian persoalan yang selama tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah. Bagaimana menata Mimika jelang dua agenda besar ini. Berikut bincang dengan Jhon Rettob, Ketua Panitia Pesparawi dengan wartawan Timika eXpress.

Laporan: Linda dan Yosefina – Timika eXpress

 PERSIAPAN Kabupaten Mimika untuk menjadi tuan rumah dua iven besar memang terkesan terlambat, karena seharusnya sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Namun waktu yang singkat ini, tetap dapat dimaksimalkan karena bagaimanapun Mimika harus siap.

Foto: Dok./TimeX
Johanis Rettob

Menurut Jhon Rettob, ini justru menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menata dan menyelesaikan apa yang selama ini sulit untuk diselesaikan, seperti sampah, penataan bangunan di pinggir jalan, penyatuan pedagang di Pasar Sentral, membangun pariwisata, menyelesaikan gedung-gedung yang dibutuhkan serta menata sistem transportasi.

Dalam bincang dengan Timika eXpress, di salah satu kesempatan, Senin (15/7) ia menuturkan, orang yang datang ke Timika juga ingin merasa aman dari sisi transportasi, juga ingin melihat destinasi apa yang mereka bisa tuju di Timika.

“Satu tahun ini kita siapkan semua,” ungkapnya.

Mimika memiliki hutan mangrove, gunung, pantai, dan bagaimana masyarakat bisa menagkap ini untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Dan ini diharapakn tidak berhenti hanya setelah Pesparawi dan PON saja, tetapi bagaimana hal ini bisa berkelanjutan untuk masyarakat.

“Jangan sampai setelah Pesparawi dan PON, lalu Timika ini seperti kota mati,” ungkapnya.

Hotel-hotel menjadi sepi, bandara yang besar disiapkan menjadi mati. Tetapi ini bukan harapan melainkan berkelanjutan untuk Mimika kedepan menjadi lebih baik. Termasuk peluang ekonomi masyarakat menjadi usaha yang berkelanjutan.

Ketika ada investor yang masuk ke Timika, maka manfaatnya untuk daerah adalah PAD.

Terkait dengan smart city, dalam waktu dekat, dirinya dalam kapasitas sebagai pemerintah akan launching internet gratis, kendaraan online.

“Saya juga berharap bahwa kedepan pemerintah sudah aplikasikan integrasi data dengan baik, sehingga Kamtibmas dan lalu lintas juga terbantu,” tuturnya.

Mengenai insfrastruktur sendiri, tim Panitia Pesparawi telah dibentuk dan ada tim yang memiliki tugas untuk mendata semua gedung yang akan digunakan saat gelaran Pesparawi nanti.

Beberapa gedung memang telah ditunjuk untuk dijadikan sebagai tempat tinggal para tamu daerah nantinya, di antaranya Sentra Pendidikan, Kantor Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan serta beberapa tempat lainnya.

Gedung-gedung yang ada semuanya belum siap. Untuk itu, guna menyiapkan tempat tersebut, maka masing-masing OPD terkait perlu mendorong itu dalam APBD Perubahan, berdasarkan data inventarisir yang sudah dilakukan oleh tim.

Karena sebenarnya, kebutuhan anggaran masing-masing tempat tersebut ada, hanya saja pemerintah selama ini tidak mendata dengan baik. Namun karena kali ini pemerintah memiliki kepentingan dua agenda besar ini maka perlu pendataan dan perbaikan.

Ini pun jika diselesaikan maka manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Sebut saja seperti Sentra Pendidikan, yang selama ini memiliki 20 toilet tetapi hanya dua yang berfungsi. Ini tentunya membutuhkan biaya besar. Untuk penyelesaiannya tentunya OPD bersangkutan harus mengusulkan dalam perubahan agar bisa tangani, sehingga dimanfaatkan saat Pesparwi, kemudian juga sekaligus saat PON, dan jangka panjangnya untuk Sentra Pendidikan kedepan yang nota bene adalah aset pemerintah.

Anggaran panitia sendiri hanya sekitar Rp 60 miliar, dana ini tidak akan cukup jika digunakan untuk pembenahan infrastruktur. Karena itu, OPD selaku pengguna anggaran dan yang terkait untuk penyelesaiannya.

Selain itu, tempat yang akan menjadi opening ceremoni Pesparawi yakni Lapangan Eks Pasar Swadaya. Kondisi lapangan ini sendiri belum apa-apa.

Karena itu, ia mendorong pemerintah segera menetapkan anggaran perubahan untuk pembenahan ini.

“Ini menjadi ajang promosi daerah, jadi saya mengajak kita semua, mulai dari pemerintah sampai masyarakat untuk mendukung apa yang perlu kita kerjakan untuk mensukseskan dua agenda ini,” imbunya (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.