Ayub Howay Diminta Serahkan Diri ke Kejaksaan

“Kalau untuk suratnya belum kita buatkan, tapi kita sudah sampaikan secara lisan kepada beliau pada saat sidang PK di Jayapura. Dan kalau sampai nanti surat itu tidak diindahkan maka kita lakukan upaya paksa penangkapan”

TIMIKA,TimeX

Donny Styven Umbora, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Mimika meminta kepada Ayub Howay Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika harus kooperatif menyerahkan diri ke kejaksaan untuk dieksekusi, lantas keterlibatannya dalam kasus korupsi penyalahgunaan dana prajabatan CPNS Golongan I, II dan III tahun anggaran 2011 pada Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Mimika sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Foto: Dok./TimeX
Donny Styven Umbora,SH

“Kita minta dia harus kooperatif untuk datang ke kantor biar kami langsung eksekusi,” kata Donny saat dikonfirmasi Timika eXpress melalui telepon, Kamis (18/7).

Selain diminta kooperatif, Donny akan melayangkan surat pemberitahuan pemanggilan terlebih dahulu kepadanya.

“Kalau untuk suratnya belum kita buatkan, tapi kita sudah sampaikan secara lisan kepada beliau pada saat sidang PK di Jayapura. Dan kalau sampai nanti surat itu tidak diindahkan maka kita lakukan upaya paksa penangkapan,” tegasnya.

Ia mengatakan untuk pembagian waktu eksekusi secepatnya itu masih terkendala karena keterbatasan anggota.

Perlu diketahui dalam kasus ini selain Ayub Howay, juga Taslim Tuhuteru yang merupakan mantan kepala BKD. Ia resmi dijebloskan ke Rutan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Timika pada Jumat (10/11/17).

Tim eksekusi Kejaksaan Negeri Mimika menahan di rumahnya atas dasar keputusan di tingkat kasasi Mahkamah Agung dengan nomor:742 K/Pid.SUS/2017 tertanggal 11 Oktober 2017.

Dalam putusan Mahkamah Agung itu menyatakan Taslim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam kasus korupsi dimaksud.

Pada saat penahanan Taslim sempat menolak dengan alasan harus berkoordinasi dengan penasehat hukumnya terlebih dulu. Namun setelah tim berikan pemahaman, akhirnya ia bersedia ditahan.

Mantan kepala BKD Mimika ini terbukti melanggar pasal 2 ayat 1, juncto pasal 1 ayat 1 huruf b, ayat 2, ayat 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Taslim diganjar pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp200 juta atau diganti kurungan selama enam bulan. Masa penahanan yang telah dijalaninya kemudian akan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Putusan kasasi Mahkama Agung ditandatangani Ketua Majelis Hakim Dr Artidjo Alkostar dan Panitera Pengganti Maruli Tumpal Sirait.

Selain Taslim, Kejari Mimika telah mengeksekusi terpidana Perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bernama Eliaser Noro, ST pada Selasa (23/1) lalu.

Eliaser Noro yang dieksekusi ke Lapas Kelas II B Timika setelah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan korupsi dana kegiatan Diklat Prajabatan tahun Anggaran 2011 di Badan Kepegewaian Deerah (BKD).

Eksekusi berdasarkan petikan Kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 734 K/PID SUS/2017 ini dilakukan langsung oleh Tim Eksekusi Kejari Mimika yaitu gabungan Tim Intel dan Pidsus Kejari Mimika, diantaranya Kasi Intel Yasozisokhi Zebua, SH selaku ketua tim eksekusi, Kasi Pidsus, Marthinus Sampe Bakka, SH dan Jaksa Habibie Anwar, SH.

Dalam putusan Kasasi ditingkat MA, terpidana Eliaser Noro divonis dua tahun dan enam bulan penjara serta denda pidana Rp50 juta, atau dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Terpidana diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp412 juta lebih, (Rp412.743.874,50).

Jika ia tidak mampu membayar uang pengganti tersebut maka paling lambat satu bulan setelah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, harta benda Eliaser Noro dapat disita oleh Jaksa untuk dilelang guna menutupi uang pengganti. (tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.