Sekwan Usulkan Renovasi Gedung DPRD Mimika Rp 12 Miliar

Foto: Dok./TimeX
Gedung DPRD Mimika dilihat dari depan Jalan Cenderawasih.

TIMIKA,TimeX

Paulus Dumais Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Mimika pada tahun anggaran 2019 ini mengusulkan anggaran renovasi gedung DPRD Mimika senilai Rp12 miliar.

Demikian disampaikan oleh Paulus saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya pada Sabtu (20/7).

Paulus menjelaskan dari besaran anggaran itu enam miliarnya sudah ada dalam APBD induk sementara enam miliarnya diusulkan kembali pada APBD Perubahan 2019.

Ia mengatakan renovasi ini anggarannya diusulkan hampir tiga tahun berturut-turut tetapi tidak diakomodir alasan devisit akhirnya renovasi tunda terus.

Foto: Dok./TimeX
Paulus Dumais

“Perencanaan renovasi ini hampir tiga tahun lalu. Anggaran devisit. Jadi kita harap pada perubahan ini anggarannya harus realisasi,” katanya.

Ia berharap usulan perubahan ini harus direalisasi karena kondisi atapnya sudah banyak bocor. Bisa dilihat plafon banyak yang rusak kena rembesan air.

Bahkan ia menyoroti pembanguan fisik gedung ini sebenarnya tidak betul semua. Kabel instalasi listrik dalam tembok pada rusak. Kontraktor bekerja tidak sesuai dengan gambar yang bagus.

“Mungkin mereka pake paralon kecil-kecil karena terlalu lama dia hancur. Kabel-kabelnya langsung tertempel pada semen tembok bukan menggunakan pipa paralon baru kabelnya diisi di dalam, sehingga apabila terjadi kerusakan tinggal cabut kabel kemudian masukan kembali kabel baru. Tapi sekarang memang tidak bisa, kabel langsung tempel pada tembok dengan demikian kabel hancur langsung induksi pada tembok,” paparnya.

Ia mengatakan dengan kondisi kebel sudah terjadi induksi pada tembok bisa berisiko kebakaran sewaktu-waktu akibat arus pendek maka perlu peremajaan ulang.

Mengenai hal ini ia telah meminta kepada PT PLN Timika untuk renovasi kembali jaringan listriknya.

“Mereka kemarin sudah buat proposal nilainya Rp1,3 miliar. Kita sudah terima,” katanya.

Ia menegaskan besaran dana ini di luar daripada renovasi gedung fisik. Pemasangan ulang jaringan ini mulai dari belakang sampai di dalam.

“Yang di luar itu sudah induksi karena setiap hari kena panas dan hujan. Kadang-kadang air itu strom. Kita ingin perbaikan jaringan pengerjaannya harus standar,” jelasnya.

Sementara Hydrant yang ada ini juga masih berfungsi baik, selama ini selalu ujicoba.

“Kita sempat marah kontraktor karena kerjanya kurang betul. Tagihan 100 persen tapi kualitas kerjanya tra betul,” tuturnya.

Perawatan gedung

Ia menambahkan untuk dana perawatan rutin gedung tahun ini dianggarkan senilai satu setengah miliar lebih kecil dari tahun 2018 lalu senilai dua miliar.

“Dananya kecil saja. Untuk indoor ditangani oleh Koperasi Sekwan. Untuk autdoor ditangani oleh kontraktor,” katanya.

Turunnya anggaran pemeliharaan rutin tahun 2019 sebutnya karena terjadi devisit. Pada perubahan tidak ada usulan untuk pemeliharaan. (tio/ozy/epy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.