Menpora: Venue PON Mimika Sekelas Asian Games

Foto: Indri/TimeX
MEMASUKI LAPANGAN ATLET – Imam Nahrawi Menpora dan rombongan didampingi Joni Lingga (kiri) selaku VP Government Relations (Govrel) PT Freeport Indonesia saat memantau lapangan cabang olahraga atletik di mSC, Selasa (23/7).

TIMIKA,TimeX

Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) memuji kesiapan infrastruktur venue di Mimika sebagai salah satu klaster penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang sangat megah sekelas Asian Games.

Pujian ini dilontarkannya setelah melihat langsung sejumlah venue tersebut dalam kunjungan kerjanya (Kunker) ke Kabupaten Mimika pada Selasa (23/7).

Menpora didampingi sang istri, Ny. Shobibah Rohmah serta para Deputi Kemenpora, termasuk rombongan dari Jayapura, tiba di Bandara Mozes Kilangin sekira pukul 14:00 WIT.

Kedatangan Menpora dan rombongan disambut Yohanis Bassang, Wakil Bupati Mimika dengan didampingi I Nyoman Putu Arka, Asisten III Bidang Administrasi maupun sejumlah kepala  OPD Pemkab Mimika.

Prosesi penyambutan oleh Yohanis Bassang ditandai pengalungan noken ke Menpora.

Adapun rombongan Menpora, di antaranya Plt. Deputi IV Yuni Poerwanti, Staf Khusus Bidang Olahraga Tommy Kurniawan dan Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda Djunaedi.

Usai prosesi penyambutan, dari Bandara Mozes Kilangin, rombongan langsung diarak menuju Lapangan Eks Pasar Swadaya.

Setelah acara seka bersama rombongan Menpora serta pejabat Pemkab Mimika meninjau Mimika Sport Complex (MSC), Wisma Atlet dan Venue Futsal di Jalan Poros SP V.

Di MSC menteri melihat venue indoor yakni venue Cabang Olahraga Basket dan venue outdoor atletik.

Pada saat memasuki gedung indoor dan outdoor ekspresi wajah Menpora nampak berseri mengagumi venue kelas internasional yang dibangun PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Venue ini sangat megah sekali,” puji Imam atas klaster bangunan wisma atlet maupun venue futsal di pertigaan SP 5.

Usai meninjau sejumlah venue, Menteri Imam kepada wartawan mengungkapkan, sebagai tuan rumah penyelenggara PON memang banyak hal yang harus disiapkan, mulai infrastruktur pertandingannya, venue, Sumber Daya Manusia (SDM), pembentukan panitia serta koordinasi antara panitia kabupaten, provinsi dan Pusat, karena ini juga menyangkut dengan keterlibatan peserta PON dan juga masyarakat.

Ia mengatakan kedatangannya  ini guna memastikan kesiapan venue-venue, karena untuk kesiapan SDM sejauh ini sudah ditata oleh Pemerintah Provinsi dan PB PON, sehingga saat ini yang harus didorong adalah kesiapan venue, mengingat PON tinggal beberapa  bulan sementara masa evaluasi  Juli 2020.

“Saya melihat dan sangat yakin, jika PON 2020 ini bisa dilaksanakan sesuai jadwal oleh PB PON,” katanya.

Sementara Daut Ngabalin Kepala Dinas  Pemuda dan Olaraga  Provinis Papua menjelaskan pekerjaan lanjutan GOR Futsal tahun ini oleh kontraktor PT Panca Duta Karya Abadi (PDKA).

Venue Futsal berkapasitas 1.900 penonton dilengkapi ruang ganti atlet, ruang kesehatan, pers, broadcast dan mushola.

Tahun ini anggaran yang dialokasikan Rp 18 miliar dengan item pekerjaan berupa pembangunan meliputi dalam kontrak kerja akan memulai pembangunan pagar, tempat parkir dan eksinteriornya, kramik lantai model lapis vinyl dan pagar tribun.

Sedangkan untuk progres pembangun wisma atlet sudah rampung 100 persen, namun sampai dengan saat ini masih belum ada penyerahan dari pihak kontraktor ke Pemkab Mimika.

Peralatan Asean Games akan Dihibahkan

Sementara Iman menambahkan guna mendukung PON ini semua peralatan Asean Games telah didistribusikan ke Cabang Olahraga (Cabor) ke 34 provinsi sehingga semua Cabor memiliki alat pascaAsean Games.

“Nantinya alat-alat tersebut akan didatangkan ke Mimika untuk dukung penyelenggaraan PON XX 2020 nanti, tentu ini sudah menjadi tangung jawab para Cabor,” katanya.

Ia juga memastikan 34 provinsi sudah siap mengikuti PON ini.

“Inikan biasa menjelang PON kita harus melengkapi atau menyempurnakan yang memang kita rasa perlu disempurnakan lagi. Sama halnya waktu Asean Games dua bulan sebelum pembukaan betul-betul kita kejar, apa hal-hal kecil yang perlu kita sempurnakan,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar evoria PON sudah harus mulai digemakan dari sekarang dan pernak pernik kreasi dari masyarakat harus dibuat dengan menempel maskot PON. Setiap acara Pemkab harus ada slogan atau yel-yel bahkan lagu-lagu PON sudah harus digemakan.

Termasuk mengangkat kreatifitas mama-mama Papua agar nanti pada saat pengunjung kurang lebih 10 ribu datang bisa dibeli menjadi cinderamata dari Mimika. (a30)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.