Jelang PON, Pempus Bakal Evaluasi Seluruh Persiapan

Foto: Yosefina Dai Dore/Timika eXpress
MENARI SEKA – Imam Nahrawi Menpora saat menari seka bersama seribuan pelajar Timika di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Selasa (23/7.

TIMIKA,TimeX

Menjelang puncak pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang, Pemerintah pusat bakal melakukan evaluasi secara menyeluruh dan detail persiapannya.

Hal ini disampaikan Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat ditemui wartawan usai acara seka massal di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Selasa (23/7).

Ia mengatakan untuk evaluasi sumber daya manusia sudah mulai dilakukan penataan oleh Pemerintah Provinsi dan PB PON. Tinggal sekarang  bagaimana kesiapan venue.

“Sampai Juli 2020 nanti harus betul-betul disiapkan dengan baik,” kata Menpora.

Ia memastikan Pemerintah Pusat akan mendukung secara maksimal kegiatan PON ini karena ini sudah ada Instruksi Presiden  yang langsung dibebankan  kepada seluruh kementerian sesuai porsinya masing-masing. Begitu juga untuk pengamanan Kapolri dan Panglima TNI sudah diberitugas oleh presiden.

“Inikan biasa menjelang PON pasti harus dilengkapi dan disempurnakan dari Juli sampai Oktober 2020. Ada waktu yang kita jadikan bahan evaluasi persis seperti Asean Games dulu, dua bulan sebelum pembukaan betul-betul kita kejar hal yang kecil-kecil yang kita sempurnakan,” tuturnya.

Menpora meyakini dengan kerja sama yang erat antara pemerintah kabupaten, provinsi dan Pemerintah Pusat, penyelenggaraan PON akan berjalan dengan baik.

“Untuk masalah seperti venue utama di Stadion Papua Bangkit di Jayapura terkait hak ulayat saya kira diselesaikan dengan baik.  Pak Gubernur selaku PB PON pasti punya solusi yang baik,” tuturnya.

Tarian Seka

Sementara itu dalam sambutan Menpora mengusulkan tarian seka massal ditampilkan pada pembukaan PON nanti sebagai kesempatan mempromosikan tarian seka agar nanti bisa dipelajari oleh segenap masyarakat Indonesia dan juga dunia.

“Saya usul kepada Bapak Wakil Bupati Mimika dan Ketua Umum KNPI Bapak Rifai Darus, tarian seka ini bisa ditampilkan dalam Pembukaan PON 2020, agar seluruh masyarakat Indonesia yang datang di tanah Papua bisa menghafal tarian seka dan menari seka di kabupaten atau kotanya masing-masing,” sarannya.

Selain memasyarakatkan seka, Menpora juga menginginkan agar noken yang di daftarkan ke UNESCO pada 4 Desember 2012 lalu sebagai salah satu hasil karya tradisional dan warisan kebudayaan dunia menjadi tas resmi semua panitia PON agar seluruh peserta menjadikan noken sebagai bagian dari souvenir/cinderamata.

Sementara untuk Kabupaten Merauke lanjutnya akan tampilkan 1000 tifa. Ini sekaligus merupakan penghormatan atau sebagai tanda terimakasih atas daya kreasi masyarakat Papua.

“Artinya saat PON 2020 nanti kurang lebih  sepuluh ribu atlet akan datang, belum lagi penonton, orangtua, belum lagi masyarakat lain, sehingga masyarakat Timika harus menyiapkan diri dengan maksimal,” ujarnya.

Selanjutnya, Yohanis Bassang Wakil Bupati Mimika dalam sambutan menegaskan Kabupaten Mimika sangat siap menjadi tuan rumah PON XX untuk sembilan cabang olahraga.

“Kami pemerintah di Mimika yakin dan percaya seluruh pelaksanaan PON di Mimika dan di Papua, dengan pertolongan Tuhan akan terlaksana dengan baik. Dari sisi keamanan seluruh komponen masyarakat siap menyambut. Karena dengan pelaksanaan PON di Mimika dan Papua kami pertaruhkan harga diri kami sebagai orang Papua dan Mimika,” jelasnya.

Orang nomor dua di Mimika ini, menekan jadi orang yang tidak pernah datang ke Papua mau komentar tidak usah didengar.

“Kita di sini aman terjamin, kami juga rindu seperti provinsi lain punya fasilitas olahraga yang memadai,” katanya.

Mantan Kabag Keuangan Mimika itu memastikan Mimika sudah mempersiapkan diri dengan baik mulai dari fasilitas dan konsumsi untuk peserta PON 2020 juga para tamu undangan yang datang.

“Transportasi, penginapan, konsumsi semuanya kami sudah siap. Mau makan ikan satu orang satu ember juga bisa, mau makan hasil kebun di sini banyak. Mau bawa pulang karaka setiap peserta satu karung juga bisa di sini banyak, harganya juga murah. Tinggal bapak menteri dan rombongan  dari Jakarta bawa uang banyak supaya masyarakat kami hidup,” paparnya.

Ia juga meminta kepada Menpora untuk membantu penimbunan lapangan bekas Pasar Swadaya yang digunakan untuk kegiatan seka massal.

“Pak Menteri sudah lihat kondisi  kami, ini ajang pemanasan dan otomatis saya yakin dan percaya kalau Pak Menteri pulang pasti diperintahkan menganggarkan biaya penimbunan ini. Saya yakin itu pasti Pak Menteri bilang lapangan di Mimika itu dibikin bagus karena mau diadakan seka mau sambut PON. Masih ada dua kali pembahasan anggaran di APBN Perubahaan 2019 atau APBN induk 2020,” ungkapnya.

Seperti pantuan Timika eXpress, Menpora didampingin Ny. Shobibah Rohma Nahrawi beserta rombongan Kemenpora dan artis Tommy Kurniawan, Caleg PKB yang lolos Senayan periode 2019-2024 ini memasuki lapangan sekira pukul 14.30, langsung menari seka bersama kurang lebih 1.500 pelajar SMP Negeri 2 Mimika, SMP Santa Maria Timika, SMP YPPK Santo Bernadus Timika, SMP Negeri 4 Timika, SMP N 10 Mimika,  SMP Negeri 5 Mimika, SMP Negeri 8 Mimika, SMP YPK Ebenhaezer dan SMP N Sentra Pendidikan Mimika.

Menariknya, meskipun kondisi lapangan penuh becek setelah diguyur hujan sepanjang hari tidak mengurangi semangat Menpora menari seka.

Setelah tiba di panggung ia kembali lagi meleburkan diri dengan pelajar dan menari bersama. Di tengah suasana gembira, Menpora melemparkan senyum sambil menyapa ramah terhadap warga dan menyodorkan tangan menyalami sebagian pelajar dan masyarakat yang hadir saat itu. Acara seka massal itu dihibur artis ibukota Indri KDI dan band lokal. (epy)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.