Rakor PON XX dan Peparnas XVI 2020, Bupati Omaleng Paparkan Kesiapan PON XX di Mimika

Foto: Ist./TimeX
PAPARKAN – Eltinus Omaleng Bupati Mimika didampingi Marthen Paiding Penjabat Sekda Mimika paparkan kesiapan Mimika menyukseskan PON XX Tahun 2020 dalam Rakor di Jakarta pada Rabu (7/8).

TIMIKA,TimeX

Eltinus Omaleng Bupati Mimika memaparkan kesiapan infrastruktur pelaksana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Kabupaten Mimika dalam Rapat Koordinasi (Rakor) PON XX dan Pekan Paralimpic Nasional (PEPARNAS) XVI Tahun 2020 di Jakarta, Rabu (7/8).

Bupati Eltinus dalam press release yang diterima Timika eXpres, Kamis (8/8) menuliskan pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Mimika telah mempersiapkan delapan venue untuk mendukung sepuluh Cabor yang akan dipertandingkan.  Kesepuluh Cabor adalah atletik, bola basket, panjat tebing, futsal, sepak bola, bola tangan, golf, judo, tenis meja dan billiard.

Menyangkut pembangunan venue panjat tebing dan billiard sejak awal sudah ditentukan akan dilaksanakan di Timika.

“Kami telah anggarkan dalam APBD Mimika yang targetnya akan selesai pada Desember 2019. Begitupun lapangan sepak bola Wania juga telah kami anggarkan untuk renovasi dan ditargetkan selesai tahun 2019,” tulisnya.

Sementara mengenai golf tulisnya ia sudah menyurat kepada PT Freeport Indonesia dan sudah ada feedback dari PTFI untuk perbaikan dalam rangka pertandingan golf nanti.

Selain itu faktor pendukung berupa pembangunan infrastruktrur jalan dari bandara ke lokasi venue sedang dipercepat proses penyelesaiannya. Termasuk dari kluster hotel ke lokasi venue sudah kami persiapkan.

“Pada prinsipnya Pemkab Mimika telah siap memberikan dukungan untuk pembangunan venue dalam APBD Perubahan dan seluruhnya kami targetkan selesai pada Bulan Juli 2020,” tulisnya.

Rakor tersebut dihadiri Kementerian/Lembaga terkait pelaksanaan PON dan PEPARNAS, Wakil Ketua KONI, Sekda Mimika dan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua.

Nyoman  Suhida  Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK yang memimpin rakor dalam sambutan menekankan pemerintah sangat serius dan terus memantau persiapan pelaksanaan PON XX dan Pekan Paralimpic Nasional (PEPARNAS) Tahun 2020.

Menurutnya PON sebagai hajatan besar dalam dunia olahraga nasional perlu mendapat perhatian bersama. PON Papua tahun 2020 akan dilaksanakan pada 20 Oktober hingga 2 November 2020, dan diselenggarakan di enam kluster di enam  kabupaten/kota mempertandingkan 40 Cabor, 69 disiplin sub Cabor dengan 768 nomor pertandingan dan akan diikuti 34 provinsi, 34 kepala daerah di Indonesia dan sekitar 23 ribu orang lebih akan hadir di Bumi Cenderawasih.

Untuk itu  semua hal lanjutnya, menyangkut kesiapan Papua untuk memenuhi standar-standar yang ditetapkan, baik oleh KONI maupun induk olahraga perlu menjadi perhatian bersama.

“Saat ini kita akan memantau pending issu dan tindaklanjut yang sudah dilakukan agar kita bisa merumuskan kebijakan selanjutnya,” katanya.

Suwarno menambahkan sampai saat ini masih terdapat beberapa venue yang masih belum dikerjakan. Ia mendorong Pemprov Papua perlu lebih fokus lagi mempercepat proses-proses pembangunan venue-venue PON.

“Dalam pembangunan venue itu, sekali lagi kami ingatkan agar memperhatikan standar-standar yang telah ditetapkan oleh masing-masing Cabor. Hal ini tentu berkaitan dengan pengakuan dari hasil yang diperoleh yang harus didukung dengan standar venue yang telah ditetapkan,” katanya.

Selain itu Alexander Kapisa Kadisporda Pemprov Papua menyampaikan secara umum penyiapan venue baik yang disiapkan oleh PUPR sebagaimana yang ditugaskan oleh Inpres Nomor 10 tahun 2017 maupun yang didanai oleh APBD terus berlangsung.

Pengerjaan venue saat ini ujarnya, menunjukkan grafik yang menggembirakan. Saat ini pembangunan istora dan aquatik serta hoki dan kriket menunjukkan deviasi yang positif, bahkan lebih cepat dari yang ditargetkan.

Sementara Esa Sukmawijaya, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kemenpora ingin memastikan bahwa perhelatan besar PON XX Papua 2020 berjalan sukses, Kemenpora sendiri sesuai Inpres No.10 tahun 2017 memiliki tugas untuk menyukseskan upacara pembukaan, upacara penutupan PON dan kepastian peralatan pertandingan dan perangkat pendukung pertandingan hingga penyelenggaraan.

“Kemudian terkait peralatan pertandingan ternyata masih ada kaitannya dengan anggaran APBD, berarti usai rakor ini kita masih akan ada rapat khusus dengan pihak-pihak terkait seperti PB PON, Pemkab, Pemprov serta percepatan technical delegate meeting,” katanya.

Dari identifikasi pending issu, Kementerian/Lembaga telah menyampaikan komitmen dukungan kegiatan dalam rencana kegiatan masing-masing Kementerian/Lembaga pada tahun 2020. Seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan. Standar pelayanan yang akan diberikan mengacu pada standar pelayanan yang diberikan pada saat pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang pada tahun 2018. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.