102 Peserta Ramaikan Karnaval HUT RI ke 74

Foto: Yosefina Dai Dore/TimeX
FOTO BERSAMA – Peserta karnaval dari etnis Lamaholot, Nusa Tenggara Timur (NTT) foto bersama sebelum mulai di halaman Graha Eme Neme Yauware, Senin (12/8).

TIMIKA,TimeX

Sebanyak 102 peserta mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA-SMK hingga masyarakat umum dari berbagai etnis di Kabupaten Mimika turut meramaikan karnaval hari ulang tahun (HUT) RI ke 74 tahun 2019 pada Senin (12/8).

Karnaval kali ini mengusung tema ‘Indonesia Unggul Karnaval Berwawasan Nusantara’ dibuka secara resmi oleh Yohanis Bassang Wakil Bupati Mimika didampingi Cherly Lumenta Wakil Ketua Panitia HUT RI dan Michael Gomar Koordinator Karnaval ditandai mengangkat bendera star.

Pada kesempatan yang sama Yohanis Bassang, didampingi Cherly Lumenta, Michael Gomar dan Robert Mayaut Kepala Dinas PUPR melaunching Kartu Identitas Anak (KIA) secara simbolis menyerahkan kepada delapan anak.

Karnaval yang dimulai pukul 12.00 WIT untuk  peserta kategori PAUD, TK dan SD melewati rute Jalan Belibis – Yos Sudarso – Serui Mekar – Jalan Budi Utomo dan finish di tugu bundaran Timika Indah. Kategori SMP, SMA-SMK dan umum melewati Jalan Belibis – Yos Sudarso – Hasanudin – Jalan Budi Utomo dan finish di tugu bundaran Timik Indah.

Yohanis Bassang dalam sambutan menekankan perayaan HUT RI ke 74 ini disyukuri dan diharapkan semoga kegiatan ini bisa berjalan aman dan lancar sampai selesai demi kebersamaan untuk memeriahkan hari kemerdekaan bangsa Indonesia ke 74.

Pantauan Timika eXpress di lapangan para peserta karnaval mengenakan pakaian adat masing-masing daerah. Bahkan ada menampilkan tarian adat dari budaya bagian Timur hingga Barat Indonesia sesuai dengan musik yang diputar. Uniknya, ada pula peserta kategori umum dewasa mengenakan seragam SD.

Antusias peserta karnaval sangat terasa. Ada peserta sudah hadir di lokasi sejak pukul 07.00 WIT meskipun waktu pelaksanaan pukul 12.00 WIT.

Penampilan para peserta karnaval ini mengundang perhatian dari warga di sekitar rute yang dilalui. Semua peserta karnaval berhasil sampai finish. Selama karnaval berlangsung para peserta dilarang mendahului peserta urutan terdepan.

Lima Peserta Pingsan

Selain itu terdapat lima peserta karnaval pingsan di jalan kemungkinan kelelahan setelah menyururi rute yang ditentukan panitia.

Peserta yang pingsan berusia TK, SD, SMP dan SMA-SMK kemudian diangkut menggunakan mobil ambulance untuk dibaringkan di fell bad di pos kesehatan di Graha Eme Neme Yauware.

Jeni Padalingan, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menjelaskan sejak mulai karnaval sudah ada lima pelajar yang dilarikan menggunakan ambulance ke pos untuk segera mendapatkan perawatan medis.

“Mereka ini sudah stand by dari jam tujuh pagi di sini dan belum makan siang dan kecapaian sehingga mereka pingsan. Ada satu peserta yang lemas sekali maka kami bantu dengan alat oksigen,” tutur Jeni.

Peserta yang pingsan hingga harus dibantu dengan oksigen dari SDI Inauga. Setelah sadar sekarang sedang tidur istirahat.

Saat ini katanya, pihak kesehatan sedang menunggu orangtua siswa ataupun gurunya untuk dipulangkan karena tidak bisa melanjutkan mengikuti karnaval lagi.

Ia menyebutkan ada 40 tenaga kesehatan dikerahkan mendukung karnaval ini, terdiri dari 10 orang ditugaskan di pos kesehatan Graha Eme Neme dan lainnya ditugaskan di jalanan. Serta ada 10 unit ambulance dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Timika Jaya, RSMM, Freeport, CHD dan Rumkitban.

Dikatakan, di pos utama di Graha Eme Neme disediakan fell bad, tabung oksigen juga obat-obatan. Sejumlah ambulance juga ditempatkan di beberapa titik di sepanjang rute karnaval untuk mengantisipasi ada peserta yang pingsan langsung bisa dilarikan ke pos kesehatan guna mendapat pertolongan pertama.

“Sejauh ini peserta yang pingsan semua dapat kami tangani dengan baik karena kebanyakan karena lemas belum makan dan kecapaian saja, tidak ada peserta yang kita harus larikan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Dua Anak Terpisah dari Orangtuanya

Ada dua orang anak menggunakan pakaian tradisional terpisah dengan orangtuanya saat berlangsungnya  karnaval di halaman Gedung Eme Neme Yauware, sekira pukul 02.00 WIT.

Setelah dicari kedua anak tersebut akhirnya ditemukan kembali di tempat yang berbeda. Anak yang diketahui bernama Kevin mengenakan pakaian adat tradisional asal Flores ditemukan berada masih di sekitar Eme Neme Yauware, sedangkan seorang anak yang belum diketahui identitasnya  ditemukan depan lantas.

Mervin anggota Polres Mimika menjelaskan anak itu pertama kali diamankan oleh warga yang datang menonton setelah melihat kebingunan dan menangis. Anak itu kemudian warga serahkan kepadanya ketika itu sementara menjaga pengamanan dan mengatur arus lalulintas.

Mervin kemudian membawanya ke panitia untuk diumumkan kepada peserta karnaval lewat pengeras suara, bahwa anak terpisah dari orangtuanya telah ditemukan kembali.

Saat panitia mengumumkan kedua anak tersebut tampak diam dan tidak mau berkomunikasi dengan oranglain selain petugas keamanan. Bahkan salah satunya tertidur kemungkinan kelehan setelah berjalan sehingga di dekap oleh petugas polisi. Usai kegiatan kedua anak tersebut sudah diambil oleh orangtuanya. (A32/san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.