Pangkat Briptu Heidar Dinaikkan jadi Brigpol Anumerta

Foto: Santi/TimeX
PENGHORMATAN – Irjen Pol Rudolf Albert Rodja Kapolda Papua didampingi Mayjen TNI Yosua P Simbiring Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, AKBP Agung Marlianto Kapolres Mimika, Wilem Wandik Bupati Puncak memberikan penghormatan kepada jenazah Briptu Heidar di Bandara Mozes Kilangin, Selasa (13/8).

TIMIKA,TimeX

Pangkat Briptu Heidar anggota Polda Papua yang meninggal disandera dan ditembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Puncak dinaikan menjadi Brigadir Polisi (Brigpol) Anumerta. Jenazah Heidar telah diterbangkan ke Makassar pada Selasa (13/8).

Pelepasan jenazah dipimpin Irjen Pol Rudolf Albert Rodja Kapolda Papua didampingi Mayjen TNI Yosua P Simbiring Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, AKBP Agung Marlianto Kapolres Mimika, Wilem Wandik Bupati Puncak ditandai penghormatan terakhir berlangsung di Bandara Mozes Kilangin.

Jenazah dievakuasi dari Kabupaten Puncak ke Timika menggunakan pesawat pukul 10.30 WIT. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Timika untuk diformalin kemudian pukul 13.00 WIT diterbangkan menggunakan Sriwijaya Air menuju Makassar untuk dimakamkan di kampung halaman di Kabupaten Barru.

Rudolf kepada wartawan di Bandara Mozes Kilangin mengatakan, atas kejadian ini langkah yang diambil tetap melaksanakan sesuai SOP seperti biasa baik itu yang ada di Nduga, Puncak dan daerah lainnya.

Briptu Heidar gugur ujarnya, dalam melaksanakan tugas dianugerahi kenaikan pangkat menjadi Brigadir Polisi Anumerta.

“Dia gugur saat melaksanakan tugas maka dinaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi sebagai Brigadir Anumerta dari Briptu,” tutur Rudolf.

Rudolf membenarkan Heidar meninggal setelah disandera oleh KKB di Kabupaten Puncak.

“Iya, penembakan itu termasuk dari KKSB dan sekarang sedang kita dalami kasusnya dan lakukan pengejaran,” katanya.

Dengan kejadian ini ia tidak menambahkan pasukan untuk perkuat personil di daerah sana termasuk tidak ada siaga satu karena konotasi siaga satu itu membuat orang takut, membuat seolah-olah ada sesuatu yang besar sekali, jadi sekarang normal seperti biasa saja.

Sementara Mayjen TNI Yosua P Simbiring Panglima Kodam XVII/Cenderawasih mengatakan, TNI-Polri selama ini melakukan kerja sama yang baik.

“Dan itu pasti di sini kejadiannya situasional dan memang dinamika di sini seperti itu. Sama kalau kita pergi ke satu stasiun kadang-kadang ada kasus kriminal kadang tidak ada, jadi sama seperti itu. Sudah ada SOP untuk TNI-Polri dan tidak ada tambahan personil karena semua sudah terukur dikaitkan dengan semua tupoksi yang ada,” jelas Yosua.

Sementara Wilem Wandik Bupati Puncak memastikan adanya kejadian ini tidak pengaruhi perayaan 17 Agustus 2019 nanti karena sejauh ini di Puncak semuanya aman.

“Kejadian ini memang terjadi oleh KKSB dan saya atas nama masyarakat dan pemerintah turut berduka dan sangat menyesal yang mana KKB ini selalu mengganggu kami di daerah pegunungan tengah seperti Puncak, Nduga, Puncak Jaya,” tegas Wilem.

Bahkan Wilem akan terus membangun komunikasi persuasif dengan pihak KKSB seperti yang sudah disampaikan oleh Kapolda dan Pangdam. Daerah ini adalah daerah rawan, kadang aman, kadang tidak situasinya hilang muncul.

“Kami sangat menyesal terhadap saudara-saudara kami yang membawa senjata tiap malam bunuh-bunuh orang, Tuhan tidak menghendaki hal-hal seperti itu, Tuhan akan membalas orang-orang itu, saya kutuk orang-orang itu. Saya tidak mau daerah saya menjadi korban terus. Selama ini kita selalu lakukan persuasif, komunikasi dengan mereka dan juga TNI-Polri juga lakukan komunikasi dengan mereka,” paparnya.

Peristiwa ini awalnya Bripka Alfonso Wakum dan Briptu Heidar dihadang sekelompok warga di sekitar Kampung Mudidok, Kabupaten Puncak.

Bripka Alfonso Wakum yang saat itu mengendarai sepeda motor berhasil kabur menyelamatkan diri dengan bersembunyi di semak-semak dan setelah situasi aman yang bersangkutan melapor insiden yang dialaminya.

Sedangkan Briptu Heidar diduga diseret dan disandera sekelompok warga.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal, Briptu Heidar berboncengan dengan Bripka Alfonso Wakum menggunakan satu sepeda motor dalam rangka melakukan penyelidikan dan saat berada di sekitar Kampung Usir, dekat Kampung Mudidok ada warga yang memanggil Briptu Heidar sehingga keduanya berhenti.

Briptu Heidar mendatangi orang yang memanggilnya karena mengenal warga tersebut, sedangkan Bripka Alfonso Wakum tetap di atas motornya, namun tiba-tiba sekelompok warga membawa Briptu Heidar.

Sedangkan Bripka Alfonso Wakum yang melihat insiden tersebut langsung melarikan diri dan melaporkan insiden yang dialaminya ke Polsek Ilaga.

Brigadir Hedar Dibunuh

Sementara Kepala Kepolisian Sektor Ilaga, Kabupaten Puncak, Iptu Menase Sayori menuding KKB Yambi Mayu Telenggen yang bermarkas di Sinak merupakan pelaku pembunuhan terhadap Brigadir Polisi Anumerta Hedar di Kampung Usir, sekitar dua kilometer dari Ilaga pada Senin (12/8).

Berbicara kepada wartawan di Timika, Selasa, Iptu Sayori mengatakan KKB Yambi Mayu Telenggen baru satu minggu tiba di Ilaga. Mereka sekedar transit di ibukota Kabupaten Puncak itu dalam perjalanan ke suatu tempat.

“Kejadian kemarin itu bukan dilakukan oleh kelompok dari Ilaga. Ini dilakukan oleh kelompok dari Sinak dan Yambi yang masuk ke Ilaga. Ada tempat lain yang mereka harus pergi, bukan di Ilaga,” kata Iptu Sayori yang sudah cukup lama bertugas di Ilaga itu.

Kapolsek mengatakan selama ini komunikasi dengan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan semua unsur termasuk KKB di wilayah Ilaga terjalin cukup bagus.
Peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir Hedar itu, katanya, sama sekali tidak berkaitan dengan upaya menciptakan teror yang dilakukan KKB menjelang perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI.
“Tidak ada kaitan dengan 17 Agustus. Sampai saat ini saya meyakini situasi di Ilaga selalu aman,” kata Iptu Sayori.

Kapolsek juga mengaku menerima informasi bahwa korban dengan para pelaku saling kenal.
“Informasi yang kami dapat seperti itu. Sudah hampir dua tahun sejak pindah dari Puncak Jaya ke Polsek Puncak mereka sudah saling kenal antara almarhum dengan TBO (tenaga bantuan operasi) dari kelompok ini,” jelas Iptu Sayori.

Ia menambahkan, pascakejadian pembunuhan terhadap Brigadir Hedar, personel Brimob dan Timsus Polda Papua berkekuatan 20-30 orang sudah diberangkatkan ke Ilaga dari Timika pada Selasa pagi.

Sementara Kasat Reskrim Polres Puncak Jaya juga sudah berangkat menuju Ilaga untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara/TKP. (ant/san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.