Freeport Undang Billy Mambrasar Motivasi Milenial Timika

Foto: Yosefina Dai Dore/TimeX
TALK SHOW – Billy Mambrassar memberikan motivasi kepada seorang peserta saat kegiatan talk show di Gedung MPCC Timika, Jalan Cenderawasih, SP2, Rabu (14/8).

TIMIKA,TimeX

PT Freeport Indonesia melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) Kuala Kencana, Mimika bekerjasama dengan Departemen Social & Local Development (SLD) PT Freeport Indonesia (PTFI) mengundang Gracia Billy Mambrasar memberi motivasi kepada milenial Timika melalui talk show dengan tema ‘Milenial dan Tantangan Masa Depan Papua’.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung MPCC, Jalan Cenderawasih SP2, Kamis (14/8) dihadiri perwakilan siswa-siswi dari sejumlah SMK di Timika.

Dalam talk show itu, Billy yang saat ini sedang menyelesaikan tesis studi gelar magister keduanya (MSc) dalam bidang bisnis di Universitas Oxford Inggris, memberikan motifasi dengan menceritakan segala tantangan dihadapinya selama menempuh pendidikan dan terus berjuang hingga sukses seperti saat ini.

“Jadi saya punya tekad harus kuliah di ITB, saya dapat informasi tentang ITB dari buku-buku yang saya baca. Tantangannya banyak, orangtua saya hanya berjualan kue, hidup kami susah tapi Tuhan beri jalan saya bisa ke Bandung dan melanjutkan kuliah di ITB,” kenang Billy.

Pria asal Yapen, sebuah pulau kecil di utara Papua itu bercerita terlahir dari keluarga kurang mampu.

Sehari-hari  ibunya berjualan kue dan makanan di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Setiap hari Billy turut membantu orangtuanya menjajakan kue dan makanan di sekolah dan pasar.

Rumahnya tidak memiliki listrik sehingga ia harus belajar menggunakan pelita dan lampu minyak. Kondisi yang serba kekurangan itu tidak membuatnya pantang menyerah melainkan tetap berjuang keras meraih cita-citanya.

“Saya belajar dengan giat supaya dapat beasiswa kerena orangtua tidak mampu biayai pendidikan saya. Selama di bangku sekolah dan kuliah saya selalu dapat beasiswa sampai selesai,” kata Billy membakar semangat peserta.

Saat kuliah di ITB, ia juga berjualan kue dan kerap ngamen di kafe untuk mendapatkan uang makan dan biaya hidup selama di Bandung.

“Saya tidak malu berjualan kue, ngamen  karena saya punya tujuan yang jelas. Saya buang rasa malu, saya percaya diri,  banyak membaca, mencari tahu banyak informasi beasiswa akhirnya saya bisa dapat beasiswa afirmasi dan Otsus 2008 saat kuliah di ITB hingga lulus,” kenangnya.

Bahkan, lanjut Billy setelah lulus dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB ia melanjutkan pendidikan Magister ke Australian National University (ANU). Ia mendapat beasiswa dari Pemerintah Australia dengan meraih predikat mahasiswa terbaik tahun 2015.

“Saya juga dua kali memperoleh kesempatan pertukaran pelajar ke Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology  di Amerika dengan beasiswa penuh dari kampus tujuan, dan dari beberapa perusahaan swasta untuk belajar tentang bisnis sosial,” sebutnya.

Ia bercerita pernah juga diundang magang oleh Pemerintah Amerika Serikat, menjadi pembicara di State Departement USA, kunjungan ke White House dan bertemu dengan Presiden Barack Obama.

“Tahun 2017 saya juga menjadi delegasi Indonesia untuk Youth Assembly di Kantor Pusat PBB di New York berbicara tentang isu pendidikan dan  kemanusiaan,” tuturnya.

Mengenang segala perjuangan hidupnya, saat ini Billy aktif berjuang memberikan akses pendidikan untuk anak-anak tidak mampu di Provinsi Papua dan Papua Barat, melalui usaha sosialnya ‘Kitong Bisa’.

Billy dengan semangat menceritakan perjalanan hidupnya dan aktif berinterkasi dengan peserta. Suasana talk show menjadi hidup karena peserta sangat  tertarik dan aktif bertanya tentang beberapa tips, terutama tips memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Peserta juga mengutarakan tentang cita-citanya, dan setelah mendengar cerita dari Billy mereka  ingin terus berjuang meraih cita-citanya.

Sementara itu Soleman Faluk, Senior Manager di IPN mengatakan tujuan diadakan talk show ini untuk mempersiapkan generasi milenial Mimika menjadi calon pemimpin yang profesional ataupun pengusaha suskses.

“Persoalannya adik-adik ini banyak yang bingung bagaimana caranya, bagaimana bisa mencapai cita-cita ke depan, informasi yang didapat juga sangat terbatas. Mungkin cita-cita mau jadi ini itu tapi tidak tahu caranya, tidak tahu informasinya. Jadi kami mengundang Billy karena dia adalah anak muda Papua yang sukses dalam pendidikan dengan perjuangannya yang luar biasa. Dia juga menjadi penggerak anak muda untuk membawa perubahan di Papua,” paparnya.

Ia mengatakan inspirator seperti Billy sangat dibutuhkan agar pelajar lebih semangat berusaha meraih cita-citanya.

“Anak-anak tadi kalau ditanya mau jadi apa, jawabannya mau jadi pegawai negeri, sementara ruangan untuk mereka kecil, terbatas. Kita butuh inspirator seperti Billy. Ia bisa memberi inspirasi dengan gaya anak muda yang lebih semangat sehingga anak-anak juga tidak malu kalau bertanya,” katanya.

Ia berharapan dengan kegiatan hari ini bisa memotivasi anak-anak untuk giat belajar, tidak putus asa, berani menghadapi tantangan, percaya diri agar bisa sukses dalam pendidikan maupun pekerjaannya nanti. (epy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.