110 Pasutri Peserta Nikah Massal Dipesan Saling Mencintai

Foto: Indri/TimeX
MENYERAHKAN – Marthen Paiding Pejabat Sekda Mimika menyerahkan akta nikah secara simbolis kepada salah satu perwakilan Pasutri, Kamis (15/8).

TIMIKA,TimeX

Seratus sepuluh  Pasangan suami istri (Pasutri) peserta nikah massal dipesan harus membina hubungan dalam keluarga yang lebih harmonis serta saling mencintai.

“Kita harap melalui kegiatan seperti ini bisa meningkatkan hubungan keharmonisan di mana  suami harus dapat melindunggi istri, begitu juga istri harus dapat mendukung suami,” pesan Marthen Paiding Penjabat Sekda Mimika dalam sambutan membuka acara penikahan massal yang diselenggarakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mimika dalam momen menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 74 di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (15/8).

Marthen mengatakan 110 pasutri yang nikah sipil ini sebelumnya sudah melakukan pernikahan secara agamanya masing-masing, baik itu Nasrani, Budha dan Hindu. Namun belum tercatat di dalam buku register pencatatn sipil sehingga  pernikahannya belum diakui oleh negara. Maka dengan dibukanya kesempatan oleh pemerintah pernikahan massal ini dengan demikian pernikahan 110 Pasutri ini tidak hanya sah di mata Tuhan tetapi juga oleh negara.

“Saya mewakili Pemkab menyampaikan selamat bagi Pasutri yang sudah datang mengikuti pencatatan sipil ini,” ujarnya.

Sebagai warga negara katanya, setiap perkawinan yang dilakukan untuk bisa diakui oleh negara harus melalui Pencatatan Sipil.

“Hari ini Pemkab sudah membuka kegiatan ini guna memberikan pelayanan administrasi bagi penduduknya, dan itu adalah hak dari warga negara sehingga Pemkab hadir memberikan pelayanan,” katanya.

Menurutnya jika perkawinan pencatatan sipil secara perorangan maupun dilakukan secara massal sah. “Sehingga jangan bapak ibu ragu bahwa pernikahan yang kita lakukan hari ini tidak sah, ini sah menurut undang-undang,” kata Marthen.

Sedangkan bagi warga negara beragama muslim pencatatan sipil di Kantor Urusan Agama (KUA).

“Biasanya kalau mau mengurus sesuatu kadang yang ditanya surat nikah atau mana Kartu Keluarganya. Itulah sebabnya pemerintah berupaya untuk selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara Nelly Banne Ketua Panitia Nikah Massal dalam laporan mengungkapkan maksud dari kegiatan ini untuk meningkatkan pelayanan adminitrasi kependudukan dan pencatatan sipil dalam rangka mendukung data base kependudukan.

“Tentu hal ini bertujuan  untuk mewujukan tertib administrasi kependudukan guna memberikan kepastian hukum dan ketentuan hukum sebagai alat bukti yang otentik bagi setiap warga negara RI,” katanya. Acara ini turut hadir pejabat OPD Mimika dan Forkopimda.

Nikah massal ini ditandai dengan penyerahan akta nikah secara simbolis oleh Marthen Paiding kepada perwakilan Pasutri. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.