Ratusan Pelayat Berikan Penghormatan kepada Robertus Waropea

Foto: Eci/TimeX
MELAYAT – Keluarga dan sahabat kenalan sementara melayat jenazah Robertus Waropea di Nawaripi, Kamis (15/8).

TIMIKA,TimeX

Ratusan pelayat yang datang baik sanak saudara kerluarga terdekat, sahabat kenalan memberikan penghormatan kepada jenazah Robertus Waropea Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) di kediamannya di Nawaripi pada Kamis (15/8).

Selain memberikan penghormatan juga mengucapkan turut berbelasungkawa kepada Serli Kaunang istri almarhum dan kepada ke empat anaknya lagi duduk di sekitar peti jenazah.

Suasana duka sangat kental dirasakan. Isak tangis dari keluarga ikut mengantar para pelayat larut dalam kesedihan hingga meneteskan air mata.

Jenazah almarhum dibaringkan di ruang tamu. Sanak keluarga terdekat dengan wajah digosok tanah sebagai tanda berkabung seturut tradisi Kamoro terus meratapi kepergian almarhum berdiri sekitar peti jenazah.

Fransiskus Beokeyau, saudara sepupu almarhum memberikan himbauan kepada sanak keluarga untuk menghormati almarhum sebagai orang besar.

Ia mengingatkan seluruh keluarga tidak boleh menciptakan jarak tetapi menghormatinya dengan tidak membuat keributan hingga pada hari pemakaman, mengingat semuanya membutuhkan suasana damai dan aman.

Almarhum ujarnya, tidak saja milik keluarga tetapi juga milik banyak orang yang mencintainya.

Kesempatan itu ia mengumumkan sekira  pukul 20.00 WIT akan ada misa penguatan bagi keluarga atas terpanggilnya almarhum menghadap Tuhan dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan.

Di tempat yang sama, ayah kandung almarhum,  Frans Waropea sesekali menyapa tamu dan keluarga yang menyampaikan turut berducita.

Frans mengisahkan bahwa almarhum merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ia memiliki tiga anak laki-laki dan empat perempuan.

Sejak kecil ujarnya, almarhum selain hobi memancing maupun menjala ikan di laut baik bersama teman-teman juga sendiri suka menolong kepada orangtua.

Sebelum meninggal almarhum menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) selama seminggu dari tanggal 7 Agustus.

Almarhum katanya, divonis menderita paru-paru selama empat bulan terakhir. Namun sebelumnya pihak rumah sakit mendiagnosa menderita asam lambung kronis tapi setelah melalui hasil pemeriksaan medis ternyata kedua paru-paru telah rusak.

Pihak dokter sempat memasang alat bantu  satu minggu.

Dua hari sebelum menghembuskan napas lanjutnya, almarhum terlihat ada perkembangan kearah baik tapi setelah itu tiba-tiba ia pergi.

Anaknya seorang yang sangat baik, ramah kepada semua orang dan suka menolong kesusahan orang lain.

Kemudian Etus Kamilius Waropea, putra tertua almarhum yang selama ini mengenyam pendidikan di Manado mengisahkan, ia baru saja tiba dua hari disaat ayahnya sudah dalam kondisi koma.

Sambil meneteskan air mata, Etus menceritakan sangat merasa kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi contoh dan teladan dalam hidupnya. Almarhum sosok ayah begitu bijaksana.

Atas peristiwa iman ini, Etus bersama keluarga sudah mengiklaskan kepergian ayah tercinta ke rumah bapa di surga. Ia menyadari sebagai manusia ciptaan Tuhan semua orang pasti akan kembali pada sang pencipta.

Etus menuturkan kini dirinya kuliah di Universitas Sam Ratulangi mengambil jurusan teknik sipil, sementara adiknya kuliah jurusan hukum, anak ketiga SMA Lokon Manado dan si bungsu di SD YPPK Woanaripi.

Rasa kehilangan juga disampaikan oleh Abraham Timang selaku Sekretaris Eksekutif LPMAK.

Masyarakat Amugme dan Komoro bersama lima suku kekerabatan lain termasuk seluruh masyarakat berada di Kabupaten Mimika merasa sangat kehilangan atas kepergian seorang tokoh Komoro yang selama hidupnya memang lebih banyak berpikir tentang kepentingan banyak orang.

“Sebenarnya almarhum adalah salah satu tokoh atau figur yang mempunyai harapan besar kedepan tetapi rencana Tuhan lain. Dengan demikian kami masyarakat, khusus Kamoro sangat kehilangan salah satu tokoh terbaik,” tuturnya.

Abraham menambahkan sesuai rencana almarhum dikuburkan pada Sabtu (17/8) atau Senin (19/8).

Sesuai rencana almarhum dimakamkan langsung di samping rumahnya. Pantauan Timika eXpress sekira pukul 15.00 WIT keluarga mulai membersihkan lokasi samping kanan depan rumah almarhum. (a32)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.