Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Minta Tangkap Oknum Peneriak Kata Monyet

JAYAPURA, TimeX

FOTO BERSAMA-Gubernur Papua Lukas Enembe foto bersama para bupati Pegunungan Tengah Papua Wilayah Laapago.

Asosiasi Bupati se-Pegunungan Tengah Papua Wilayah Laapago meminta Presiden RI, Kapolri dan Panglima TNI serta Gubernur Jawa Timur dan Jawa Tengah termasuk Walikota Malang dan Surabaya, segera menangkap oknum masyarakat yang telah mengeluarkan pernyataan monyet kepada orang Papua.

“atas nama masyarakat pengunungan tengah Papua, kami sangat menyesalkan aksi dan tindakan persekusi yang dilakukan sekelompok massa di depan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Kota Surabaya, pada tanggal 16 – 17 Agustus lalu. Yang ucapkan kata monyet harus tangkap dan proses hukum, supaya kami semua tau bahwa apa yang dilakukan itu betul – betul sudah tidak manusiawi”.

Pernyataan tegas ini disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Wilayah Laapago, Ricky Ham Pagawak SH,M.Si melalui sambungan telepon selular, Senin (19/8).

“Atas nama Asosiasi Bupati se Pegunungan Tengah, sebagai wakil ketua asosiasi kami sangat prihatin dan menyayangkan pernyataan warga negara Indonesia terhadap warga negara Indonesia di timur Indonesia. Pernyataan menyampaikan kepada anak Papua dengan ini bahwa kita ini monyet. Itu suatu penghinaan siapapun orang Papua tidak bisa terima,”sesalnya.

Pasalnya, dalam aksi kelompok massa di Surabaya, bahkan terlihat ada aparat keamanan ikut mendobrak pagar asrama.

Aksi itu dilakukan kepada para mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh studi di Kota Surabaya dan Malang.

Menyikapi aksi tidak manusiawi, para bupati se-pegunungan tengah Papua juga meminta Gubernur Jawa Timur dan Jawa Tengah, agar mahasiswa Papua yang sementara menempuh kuliah di dua wilayah itu adalah mahasiswa warga Negara Indonesia dan bukan orang asing.

Sehingga mereka harus diterima dan mendudukkan mereka setara dengan rekan – rekan yang ada di wilayah Indonesia dimanapun mereka tinggal.

Seraya ia mencontohkan di dunia lain, dimana orang luar negeri mendudukkan orang negro setingkat dengan mereka dan tidak pernah mereka menghina seperti binatang.

“Jadi kami merasa bahwa penghinaan ini sangat tidak manusiawi dan sangat tidak terhormat serta menyakiti, melukai hati orang Papua,”ucapnya.

Asosiasi Para Bupati ini juga menegaskan bahwa atas nama masyarakat di wilayah Laapago, Pegunungan Tengah mengutuk keras.

Tindakan maupun pernyataan atau ucapan yang disampaikan oleh anak suku Jawa terhadap anak Papua.

Bahkan RHP sapaan akrabnya mengingatkan agar jangan sampai pernyataan ini membuat orang Papua semakin tidak senang terhadap negara ini. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.