Peserta Seminar Revolusi Injil Diajak Sampaikan Kabar Baik

Foto: Google
Dr. Peter Youngren

TIMIKA,TimeX

Empat ratus dua belas warga Mimika peserta Seminar Revolusi Injil dari lima agama dipesan sampaikan kabar baik injil kepada semua umat bukan mengabarkan hal buruk.

Pesan ini disampaikan oleh Dr. Peter Youngren asal Kanada dalam seminar selaku pembicara yang diselenggarakan oleh World Impact Ministries (WIM) bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware pada Kamis (22/8).

Peter Youngren menjelaskan dalam Tuhan tidak ada perbedaan diskriminasi apapun.

“Tuhan Yesus tidak pernah mengajak kita untuk harus beragama kristen, tetapi untuk pergi dan memberitakan injil terus-menerus, dan menekuni injil ini. Di mana ada banyak orang yang lupa akan arti injil yang sebenarnya, yakni memberitakan berita yang baik, dan bukan memberitakan berita yang buruk. Jadi injil itu adalah sesuatu kabar yang baik yang sudah terjadi sebelumnya, injil merupakan kekuatan Allah. Apabila kita ingin melihat mujizat Allah, maka beritakanlah injil yang benar,” paparnya.

Mujizat katanya, mengikuti pemberitaan injil. Dan mengapa persoalan-persoalan seperti yang terjadi kemarin ini ada di Papua? “Karena kita melihat orang lain dengan berbeda-beda,” kata Peter Youngren.

Peter Youngren berharap agar semua umat bisa memberitakan injil yang benar bukan memberitakan hal buruk kepada setiap umat.

Sementara Daniel Sugiarto dalam materinya menyampaikankan banyak hal yang mungkin bertentangan dengan apa yang sebenarnya, dengan mengetahui kebenaran firman Tuhan itu sendiri, maka ijinkan Tuhan masuk ke dalam kehidupan.

Seminar dengan mengundang semua pemeluk agama yang ada di wilayah Kabupaten Mimika dengan tujuan mendapatkan pengharapan yang sama dan berkat yang sama. Dalam seminar revolusi injil ini diharapkan dapat menciptakan suasana damai, apalagi dengan segala peristiwa yang sudah terjadi. Maka dengan itu, seminar revolusi injil ini merangkul semua umat beragama baik kristen, muslim, hindu, dan buddha.

Kemudian Victor Mamoto Sekertaris Umum seminar mengatakan anggaran Festival Persahabatan ini senilai Rp 3 miliar lebih. Dana tersebut semuanya bukan berasal dari panitia, tapi dari World Impact Ministries. Juga dari gereja-gereja Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang memberi dengan sukacita, dan menabur untuk membantu, bantuan Pemkab termasuk dari semua elemen, baik pengusaha yang rindu untuk terlibat. (a33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.