Pelaku Pengrusakan dalam Aksi Demo Ditetapkan Tersangka

Foto: Rina/TimeX
KETERANGAN – AKBP Agung Marlianto Kapolres Mimika didampingi Letkol Inf Pio Nainggolan Dandim 1710 Mimika, Danlanal dan Danlanud memberikan keterangan pers di Jalan Cenderawasih, Kamis (22/8).

TIMIKA,TimeX

Tiga puluh empat pelaku pengrusakan sejumlah fasilitas seperti gedung DPRD Mimika, Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), KPPN, kios, rumah, warung, Kantor BPJS Ketenagakerjaan serta hotel dalam aksi demo menolak rasisme berujung rusuh pada Rabu (21/8) ditetapkan tersangka.

“Jadi awalnya kita mengamankan 45 orang warga pascarisuh. Namun setelah dilakukan pengembangan maka kita telah menetapkan pelakunya 34 sebagai tersangka, tadi malam (Rabu-red),” ujar AKBP Agung Marlianto Kapolres Mimika dalam jumpa pers kepada wartawan di Jalan Cenderawasih, Kamis (22/8).

Dari 34 tersangka sebut Agung, 13 diantaranya diduga kuat sebagai aktivis KNPB yang diamankan sebelum demo, karena sudah mempersiapkan kegiatan pembakaran, mengambil paksa ban di bengkel.

Selain itu ada juga atribut bintang kejora dan ditenggarai sudah ditunggangi oleh kelompok yang berseberangan.

Ia juga menyebutkan ada sekitar 21 orang yang melakukan pengrusakan pada saat dibubarkan di Hotel Grand Mozza, pembakaran terhadap kendaraan, dua buah alat berat yang juga telah diamankan. Selain itu sekitar 15 roda dua turut diamankan karena pada saat massa berlarian, kendaraan tersebut ditinggal begitu saja oleh pemiliknya sehingga diamankan di Kantor Polres Pelayanan. Semua pelaku akan diproses hukum.

Polisi mengamankan kendaraan yang ditinggal pemiliknya takut akan dicuri oleh orang lain yang nantinya menyebabkan masalah bagi aparat hukum.

“Jadi silahkan masyarakat yang merasa kendaraannya ditinggalkan karena panik atau tertinggal mungkin takut silahkan datang untuk mengambil kendaraannya dengan membawa bukti kepemilikan dan nantinya kita akan kembalikan,” tuturnya.

Orang nomor satu di Polres Mimika ini menegaskan tidak ada satu alasan pun membenarkan aksi unjuk rasa berujung kekerasan, baik barang maupun anarkis terhadap orang karena ada korban dari TNI-Polri.

Ia menyayangkan meskipun ada orasi akan tetapi tidak ada yang mau menjadi korlap sehingga demo tersebut berujung anarkis.

“Dan kita lihat perbedaan yang signifikan ketika mereka melakukan orasi di Bundaran Timika Indah kemudian sampai di DPRD sekitar pukul 12.00 WIT konteksnya masih seputar rasisme dan ujaran kebencian. Ternyata memang ada penumpang gelap yang ingin berujung anarkis dan mengganggu kamtibmas. Maka kita harus belajar dari kesalahan. Atas ijin dari pimpinan apabila ada hal yang serupa kelompok apapun yang mobilisasi massa atau konsentrasi massa kita akan bubarkan,” jelasnya.

Kerugian

Agung mengakui pascaaksi anarkis yang dilakukan oleh massa, kerusakan yang dialami sejauh ini diperkirakan mencapai satu miliar. Pihak Hotel Grand Mozza yang paling banyak menimbulkan kerugian.

“Bukan hanya kerugian material saja tetapi juga tiga aparat keamanan yang terdiri dari satu anggota TNI mengalami luka jahitan di kepala dan satu anggota Polres dan satu anggota Brimob mengalami luka memar. Dan kini ketiganya tengah menjalani perawatan,” katanya.

Tembak di tembok

Selaini tu Agung juga masih mendalami adanya bekas tembakan di tembok rumah warga yang dilepaskan bukan dari senjata organik milik TNI-Polri di Jalan Cenderawasih.

“Jadi tadi malam (Rabu-red) sekitar pukul 18.00 WIT kita mendapatkan informasi dari salah seorang pemilik dealer bahwa ditemukan bekas tembakan. Di mana awalnya itu (bekas tembakan-red) adalah tembakan yang dikeluarkan oleh senjata organik TNI-Polri, akan tetapi setelah dilihat dan diamati baik pada bagian kaca dan juga tembok tersebut, bekas tembakan tersebut diduga bukan berasal dari senjata anggota,” jelasnya.

Untuk memastikan lanjutnya, Satuan Reskrim Polres Mimika dan Unit Identifikasi Polres Mimika langsung mengecek kebenarannya.

“Saat ini Kasat Reskrim bersama Unit Identifikasi masih mengidentifikasi kebenarannya siapa pemiliknya. Karena itu bukanlah proyektil senjata api organik, akan tetapi senjata rakitan seperti doorlock yang sengaja ditembakkan ke arah anggota. Oleh sebab itu saya ingatkan kepada seluruh anggota untuk terus meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.