1.040 Warga Mimika Positif Tuberkulosis

 TIMIKA,TimeX

Selama Januari hingga pertengahan Agustus 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat ada 1.040 warga Mimika terdeteksi positif Tuberkulosis (TB). Hal ini diketahui setelah mendapat pelayanan Screening Suspect TB di 23 fasilitas kesehatan (Faskes) dari yang ditargetkan 1.908 jiwa.

Ilustrasi

Demikian disampaikan Fransisca Kilangin Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Rabu (21/8).

Capaian target ini katanya, berkat atas dukungan pelayanan yang terus berjalan di 23 puskesmas juga di empat rumah sakit seperti Rumah Sakit Mitra Masyarakat, RSUD, Rumah Sakit Chandra dan Rumah Sakit Tembagapura.

Petugas setelah mendapati kasus langsung mengobati maka saat ini semakin baik pelayanannya.

Namun Fansisca mengaku dari 23 puskesmas ada tiga puskesmas tidak berjalan maksimal, yakni Puskesmas Jila, Puskesmas Hoya dan Puskesmas Jita, karena belum melaporkan data pasien TB terkendala medan yang jauh.

Menyangkut kendala dihadapi di lapangan ujarnya, saat pasien putus obat. Penderita TB harus rutin mengonsumsi obat karena jika terputus harus diulang lagi dari awal dengan dosis obatnya ditambah.

Ia menambahkan untuk menangani penyakit menular dibagi dalam tiga seksi, berjalan selama tiga tahun, terhitung 2017-2019 yaitu Seksi Penyakit Menular, Seksi Imunisasi dan Patra serta Seksi Penyakit Tidak Menular dan Jiwa.

Untuk Penyakit Tidak Menular (PTM) belum rutin, karena belum ada sosialisasi bagi petugas yang telah ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Propinsi Papua, namun setelah adanya pembekalan dari propinsi, petugas sudah memiliki paket untuk penyakit tidak menular, pemeriksaan, sehingga dapat diketahui kriteria apa saja yang termasuk penyakit tidak menular, seperti melayani posyandu lansia, tekanan darah, diabetes merupakan  kriteria penyakit tidak menular.

Untuk mencegah penyakit TB, ia mendorong perlu adanya kepedulian masyarakat  memeriksakan diri tanpa menunggu sakit.  Jangan seperti pada lansia, ketika ada pemberian makanan PMT baru mereka mau datang.

Saat ini lanjutnya, masing-masing puskesmas sedang menonjolkan kinerja lewat program-program seperti pencegahan TB. Jika didapati ada satu orang terserang, maka anggota keluarga yang lain harus memeriksakan diri terutama dahak. Namun hal tersebut tidak berlaku terhadap anak. Cara yang dipakai adalah menanyakan berapa data yang digunakan seperti ada batuk atau tidak, berapa lama, panas atau tidak, berat badan dan makannya seperti apa, jika ada dalam paket ini dapat diketahui juga kena TB sehingga harus konsumsi obat. (a32)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.