Murid Kelas XI SMK Hermon Siap Jalani PSG

“Jumlahnya hampir 60-an. Selama tiga bulan praktek. Kepada kepala sekolah maupun panitia yang sudah dipersiapkan secara continue membawa anak-anak itu ke tempat-tempat praktek bukan setelah itu dilepas begitu saja, melain musti dibimbing dan fasilitasi”

TIMIKA,TimeX

Puluhan siswa-siswi Kelas XI SMK Hermon Timika yang nantinya naik ke Kelas XII saat ini tengah persiapan menjalani Pendidikan Sistem Ganda (PSG) selama tiga bulan dalam waktu dekat ini.

Foto: Antonius Djuma/TimeX
Yulian Solossa

Yulian Solossa Ketua Yayasan Hermon mengharapkan kepala sekolah, para guru maupun panitia PSG SMK Hermon Timika harus mengatur penyelenggaraan pendidikan anak-anak secara baik mengikuti PSG yang disebarkan ke 14 Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) berdasarkan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan pihak sekolah.

“Jumlahnya hampir 60-an. Selama tiga bulan praktek. Kepada kepala sekolah maupun panitia yang sudah dipersiapkan secara continue membawa anak-anak itu ke tempat-tempat praktek bukan setelah itu dilepas begitu saja, melain musti dibimbing dan fasilitasi,” kata Yulian saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Rabu (11/9).

Ia berharap siswa-siswi yang jalankan PSG nanti selama di tempat praktek merasa memiliki industri dan mereka harus tekun agar materi teori yang peroleh di bangku sekolah bisa kolaborasi di lapangan. Dengan demikian ketika anak-anak ditarik kembali sampai di sekolah bisa presentasikan apa yang didapat agar tidak gerogi tapi benar-benar menguasai. Ini juga menjadi bekal untuk masuk Perguruan Tinggi atau bagi mereka ingin masuk dunia kerja setelah tamat.

“Anak-anak ini tamat ada yang tidak langsung masuk ke Perguruan Tinggi. Pengalaman tahun-tahun kemarin ada anak SMK Hermon setelah tamat mereka buka usaha bengkel secara mandiri. Ini saya apresiasi sangat luar biasa bagi anak-anak Indonesia ini membuka lapangan kerja sendiri,” katanya.

SMK Hermon ujarnya, selama ini mendidik anak-anak dari Sabang sampai Merauke, meskipun lebih prioritaskan anak tujuh suku terutama Suku Amungme dan Kamoro.

“Banyak anak Kamoro tahun lalu diusahakan ikut ujian sampai selesai dengan baik. Begitu lulus ada ke Bandung, Jayapura dan Surabaya untuk kuliah. Bahkan sebagian besar ada sudah berhasil. Lainnya masuk kerja di PT Freeport,” katanya.

Sekolah ini sebutnya dibuka pada tahun 2011 lalu hingga sekarang sudah tamatkan angkatan ketujuh, kurang lebih 400 alumni. Ini menunjukan suatu peningkatan meskipun guru-guru yang mengabdi hampir 40 orang semuanya swasta. Tapi semangat dan loyalitas serta pengabdian cukup tinggi dan begitu luar biasa dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

“Inilah membuat saya berikan apresiasi. Apalagi guru produktif dan adaptif. Semangatnya luar biasa,” katanya.

Ia menyebutkan SMK Hermon miliki tiga jurusan yakni,  Jurusan Teknik Geologi Pertambangan, Teknik Otomotif dan Alat Berat dan  Administrasi Perkantoran.

Siswa Jurusan Otomotif dan Geologi Pertambagan praktek di area PTFI di bagian eksplorasi. Teknik Otomotif dan Alat Berat di Trakindo. Sementara keahlian Administrasi Perkantoran di kantor.

“Ada 14 Dudi MoU dari tiga jurusan. Saya pribadi minta kepada semua masyarakat Mimika jangan ragu-ragu masukan anaknya ke SMK Hermon guna menuntut ilmu sesuai dengan keinginan putra-putri dalam menggapai masa depan,” harapnya.

Yulian yang juga anggota DPRD Mimika Terpilih Periode 2019-2024 dari PDIP ini mengakui keberlangsungan sekolah ini peran serta daripada orangtua murid sangat dibutuhkan dalam hal memberi dukungan selain administrasi, dengan begitu anak bisa tetap sangat giat belajar selama sekolah.

Ia juga bersyukur hampir tujuh tahun operasional sekolah masih berjalan baik. Ini terjadi adanya kolaborasi kerjasama pihak sekolah dan orangtua begitu terjalin baik, termasuk pihak pemerintah dan yayasan. (tio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.