Dibakar Cemburu, Joshua Nekad Bunuh Diri

Foto: Ist./TimeX
EVAKUASI – Korban Joshua saat hendak dievakuasi petugas gabungan dari kali di Tembagapura, Minggu (8/9).

TEMBAGAPURA,TimeX

Diduga dibakar api cemburu cinta, Joshua Simanjuntak (29) nekad mengakhiri hidupnya, dengan terjun ke kali sedalam 15 meter dari Jembatan Street 5, yang berada di belakang RS Tembagapura, Minggu (8/9) sekira pukul 11.00 WIT.

Berdasarkan data lapangan yang dihimpun Timika eXpress, Joshua adalah karyawan PT. Pontil yang tinggal di Barak O Nomor 164 Ridge Camp Mile 72 Tembagapura.

Korban diketahui baru bekerja dua minggu sebagai karyawan PT Pontil.

Berdasarkan hasil visum dan identifikasi pihak Security Risk Management (SRM) Investigasi PT Freeport Indonesia dan anggota Reskrim Kepolisian setempat yang dipimpin langsung AKP Hermanto, SH,SIK Kapolsek Tembagapura, diketahui pipi kiri dan pinggang kiri korban mengalami luka berat dan patah tulang.

Korban pun mengalami patah jari manis dan tengah pada tangan kanan.

Dari hasil olah TKP pihak Reskrim Polsek Tembagapura di jembatan samping RS Tembagapura, korban jatuh dari ketinggian 15 meter setelah melompati pagar jembatan.

Atas nahas tersebut, pihak kepolisian setempat pun telah meminta keterangan tiga orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Ketiga saksi, yaitu Dhearma Simbolon (22) yang adalah visitor atau tamu keluarga korban yang tinggal di Hiden Valey Nomor 1040 A Mile 66.

Saksi lainnya, Ruth Debora Saragi (27), yang tinggal serumah dengan Dhearma.

Kemudian Kristian Parapat (31), karyawan PT Pontil yang tinggal di Barak CC Nomor 545 Ridge Camp Mile 72.

Dari keterangan saksi, AKP Hermanto menyimpulkan kronologi kejadiannya.

Bahwa atas keterangan saksi Ny. Deama Simbolon, sekira pukul 12.42 WIT, korban bersama ketiga saksi usai mengikuti ibadah di Gereja Sion Tembagapura, selanjutnya mereka menuju ke Koperasi Resto di Mile 68.

Beberapa saat kemudian korban keluar dari Koperasi Resto lantas menuju halte depan Sekolah YPJ Tembagapura.

Tidak lama berselang diikuti Dhearma Simbolon ke tempat korban duduk, yakni halte depan Sekolah YPJ Tembagapura.

Saat itu pula Dhearma Simbolon mengajak dan menawarkan dua pilihan kepada korban.

“Kau (korban) mau ikut dengan teman Kristian Parapat makan di Koperasi Resto atau ikut dengan saya (Dhearma) pulang ke Hidden Valley?” tanya Dhearma.

Saat itu juga korban mengiyakan tawaran Dhearma untuk bersama pulang ke Hidden Valley.

Dhearma bersama korban lantas berjalan kaki menuju halte depan Street 5 dengan maksud menunggu bus tujuan Hidden Valley.

Namun, saat dalam perjalanan menuju ke halte Street 5 dengan melintasi jembatan samping Rumah Sakit Tembagapura, Dhearma berjalan di depan, sementara korban berada di belakang dengan jarak sekitar lima meter.

Sesaat sebelum sampai ujung jembatan dekat halte street 5, sontak Dhearma Simbolon membalikkan badan untuk melihat korban.

Sungguh di luar dugaan, saat itu korban memilih berlari dan entah  mengapa langsung melompat dari jembatan ke kali/sungai dengan ketinggian kurang lebih 15 meter.

Aksi korban membuat Dhearma panik karena sekejap melihat korban sudah tergeletak di dasar sungai di atas hamparan bebatuan dan tidak bergerak.

Beberapa saat karyawan maupun SRM Investigasi PTFI bersama anggota Polsek Tembagapura tiba di TKP, korban didapati tidak sadarkan diri.

Saat itu juga tim medis yang ikut ke lokasi TKP langsung melakukan tindakan  CPR (Cardiopulmonary  Resuscitation), yakni teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan untuk orang-orang yang detak jantung atau pernapasannya terhenti.

Meski tim medis maupun dokter telah melakukan berbagai tindakan medis untuk menolong korban, namun kondisi korban tidak dapat tertolong, dan yang menangani waktu itu menyatakan Joshua Simanjuntak meninggal dunia.

Untuk memastikan sebab pasti kematiannya, Joshua Simanjuntak pun sempat menjalani pemeriksaan CT Scan. Setelahnya, jenazah Joshua dievakuasi ke kamar jenazah RS Tembagapura. (vis/aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.