John: jadi Bupati-Wabup Harus Siap Selesaikan Masalah

TIMIKA,TimeX

Johanes Rettob Wakil Bupati Mimika menegaskan menjadi bupati dan wakil bupati harus siap terima masalah dan selesaikan persoalan yang ada.

Foto: Santi/TimeX
Johanes Rettob

Pria yang biasa disapa John ini menyampaikan itu ketika ditanya wartawan di Kantor DPRD Mimika, Kamis (12/9) mengenai begitu banyaknya persoalan yang dihadapan setelah enam hari kerja pascadilantik mendampingi Eltinus Omaleng Bupati Mimika oleh Gubernur Papua Lukas Enembe pada Jumat (6/9) lalu di Lapangan 23 Mile 32, Jalan Agimuga Distrik Kuala Kencana.

Ditanya kiat-kiat apa saja dalam menyikapi semua hal di daerah ini, John belum bisa menyebutkan kiat apa harus diterapkan, namun menurutnya itu akan mengalir begitu saja tergantung dari situasional. Paling penting baginya, saat ini menjalin kedekatan dengan rakyat dengan demikian akan mengetahui apa persoalan yang dialami.

“Kiat itu akan mengalir saja. Yang terpenting adalah menjalin kedekatan dengan rakyat saja dulu, lainnya itu pasti akan mengalir begitu saja. Kalau ditanya kiat saya belum bisa jawab, tapi yang paling penting adalah kita harus dekat dengan rakyat. Kita tahu persoalannya dulu dan kalau kita tidak dekat, kan kita tidak tahu persoalannya, tapi kalau dekat pasti kita tahu masalahnya dan akan tau juga penyelesaiannya,” papar John.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Mimika ini, dalam membangun Kabupaten Mimika mendampingi Eltinus Omaleng telah berkomitmen dapat bekerja bersama-sama. Jika sewaktu-waktu tidak ada kehadiran bupati di tengah masyarakat berarti ada wakil bupatinya, begitu juga sebaliknya, jika wakil bupati tidak ada maka ada bupati.

“Tugas saya sebagai wakil bupati adalah membantu bupati. Jadi kalau bupati memerintahkan saya, maka kita anggap itu pemerintah daerah, dan kita harus melihatnya secara positif jangan melihat negatif. Yang jelas, saya dengan bupati saling bekerjasama melaksanakan pembangunan Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Masyarakat ujarnya, juga harus melihat semua roda pembangunan, pola pemerintahan secara positif bukan negatif.

Bahkan pria murah senyum ini menjamin, setiap masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya tidak akan sulit untuk menemui bupati ataupun dirinya pintu akan selalu terbuka.

“Kapan dan di mana saja masyarakat bisa ketemu saya. Bisa juga ditemui di jalanan ketika saya sedang turun lapangan untuk mengecek progres pembangunan,” katanya. (san)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.