Mahasiwa Papua Eksodus Sudah 835 Orang

>>10 Mahasiswa Mimika Dikembalikan ke Manado

 

TIMIKA, TimeX

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto dalam Dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (10/9) lalu mengatakan, laporan yang diterima pihaknya terkait jumlah mahasiswa Papua yang eksodus dari sejumlah kota studi di luar Papua sudah mencapai 835 orang.

Kondisi ini sangat memprihatinkan, dan pemerintah sudah mengambil langkah konkrit, dan m

DEMO-Mahasiswa Papua demo menolak rasis.eminta dukungan dari pemerintah provionsi dan daerah di Papua untuk sama-sama menyikapinya, sehingga perkuliahan dari ratusan mahasiswa ini tidak terganggu.

Adapun data yang disampaikan Wiranto berbeda dengan data Polda Papua.

Kapolda Papua Irjen Rudolf Alberth Rodja, menyebutkan sudah terdata 700 mahasiswa yang memilih pulang kampung di Papua lantaran terprovokasi dan diintimidasi oleh kelompok-kelompok tertentu.

Menurut Rodja, dari hasil penyelidikan sementara, ada beberapa pemicu tindakan mahasiswa, salah satunya adalah rasa tidak aman.

 Menyikapi kondisi yang menerpa mahasiswa asal Papua termasuk Mimika, Gubernur Papua telah mengundang seluruh Bupati/Walikota se-Papua untuk menggelar pertemuan bersama pada Senin,16 September 2019 pekan depan di Jayapura.

“Gubernur baru telepon saya kalau nanti seluruh bupati dari Papua dan Papua Barat mau rapat besar sikapi persoalan ini,” ungkap Eltinus Omaleng Bupati Mimika kepada wartawan di Hotel Grand Mozza, Rabu (11/9) lalu.

Saat ditelepon Gubernur Papua, lanjut Omaleng, pada pertemuan nanti juga melibatkan MRP dan DPR Papua-Papua Barat, Direktur Unima maupun Rektor Uncen.

“Kami akan bicarakan soal kepulangan mahasiswa dalam jumlah besar tanpa pemberitahuan, dan sikapi solusinya,” ujar Omaleng.
Secara khusus kepada mahasiswa asal Mimika yang kuliah di sejumlah kota studi, diminta

tetap tenang dan melanjutkan studinya.

“Kalau memang tidak bisa sama sekali, ya apa boleh buat, kita akan fasilitasi, dan intinya harus tetap kuliah. Soal masih adanya intimidasi, kita akan bentuk tim dan turun langsung cek kebenaran dan pastikan kondisi mahasiswa Mimika di sejumlah kota studi di luar Papua,” ujarnya.

Orang nomor satu di Mimika tidak menampik, beberapa waktu lalu ia menerima pesan singkat dari salah seorang mahasiswa Mimika asal kota studi Surabaya.

“Kami akan pastikan melalui tim yang diutus, jangan sampai ada mahasiswa yang sudah tidak kuliah dan sengaja memfaatkan kondisi ini. Kalau benar, kita akan faslitasi mereka pulang,” tegas Omaleng berharap mahasiswa aktif asal Mimika tetap bertahan melanjutkan studinya.

Menurut Bupati Omaleng, soal keluhan sejumlah mahasiswa, pihaknya telah berkoordinasi dengan LPMAK, karena sebagain besar mahasiswa asal Mimika merupakan peserta beasiswa LPMAK.

“Kalau 40 orang mahasiswa yang Pemda kuliakan di STIPAN Jakarta, sampai saat ini belum ada laporkan, mereka aman-aman saja,” jelas Omaleng.

Empat Maklumat Bupati Mimika

 Menyikapi mahasiswa Papua yang pulang kampung ke Jayapura dan sekitarnya, Bupati  Eltinus Omaleng meminta kepada seluruh mahasiswa Papua asal Mimika untuk tetap melanjutkan perkuliahannya di kota studi masing-masing hingga selesai.

Eltinus memperkuat seruannya dengan menelurkan empat poin maklumat agar tidak ada pemulangan bagi mahasiswa Papua asal Mimika, yakni:

Pertama, mengimbau kepada seluruh Mahasiswa Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika untuk tidak terprovokasi terhadap isu eksodus dari seluruh mahasiswa pulau Jawa, Bali, Makasar dan Manado, dan tetap melanjutkan kuliah sebagaimana biasanya sampai selesai.

Kedua, tidak ada sistem pendidikan yang menjamin bahwa seluruh mahasiswa Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika yang pulang ke Papua dapat ditampung dan langsung melanjutkan perkuliahan pada perguruan tinggi di Papua, ini akibatnya dapat mengganggu perkuliahan selanjutnya.

Ketiga, Pemerintah Kabupaten Mimika tidak menyediakan anggaran bagi mahasiswa Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika yang pulang ke Mimika ataupun kembali ke kota Studi sehubungan dengan permasalahan dimaksud.

Keempat, Pemerintah menjamin keamanan dan kenyamanan Mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Mimika ditempat masing-masing dan apabila terjadi hak-hal yang mengintimidasi mahasiswa Papua asal Kabupaten Mimika dalam proses perkuliahan selanjutnya, maupun aktivitas lainnya sebagaimana biasanya agar segera melaporkannya kepada Bupati Mimika atau pihak setempat yang berwajib.

10 Mahasiswa Mimika Kembali ke Manado

Jika tidak ada halangan, sebanyak 10 orang dari 28 mahasiswa asal Mimika, akan dipulangkan pada hari ini, Jumat (13/9) dari Timika ke kota studi di Kota Lokon, Manado-Sulawesi Utara (Sulut), untuk melanjutkan perkuliahannya.

Rencana pemulangan mahasiswa asal Mimika ke sejumlah kota studi termasuk ke Manado, ini dilakukan setelah adanya pertemuan bersama  Forkopinda Mimika, pihak Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK), jajaran Polres Mimika dan pihak terkait lainnya pada Selasa (10/9) lalu.

Pertemuan menyusul dikeluarkannya empat poin maklumat oleh Eltinus Omaleng Bupati Mimika, guna memberi jaminan sepenuhnya kepada mahasiswa asal Mimika tetap bertahan mengenyam pendidikan di sejumlah kota studi, yakni di Pulau Jawa, Makassar-Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Manado-Sulut hingga selesai, tanpa terpengaruh isu provokatif hingga memilih kembali ke Timika.

AKBP Agung Marlianto Kapolres Mimika membenarkan rencana pemulangan 10 mahasiswa menyusul 18 lainnya secara bertahap, dimana 28 mahasiswa ini merupakan peserta beasiswa LPMAK.

“Kami sudah koordinasi dengan LPMAK, rencana 10 mahasiswa akan diantar langsung oleh tim dari LPMAK dan Pemda,” kata Kapolres.

Menurut Agung, ada beberapa dugaan yang membuat para mahasiswa memilih pulang kampung, yakni adanya seruan dari kelompok tertentu.

“Mahasiswa asal Timika pilih pulang karena adanya tekanan dan seruan yang membuat mereka merasa tidak aman. Termasuk berkembangnya isu di media sosial bahwa mereka akan kuliah di universitas di tanah Papua. Sudak ada maklumat Bupati Mimika, sehingga adik-adik mahasiswa harus berpikir rasional,” pesannya.

Mantan Kapolres Jombang, Jawa Barat ini pun mengingatkan, Kapolri telah memberi jaminan kepada seluruh mahasiswa asal Papua yang tengah berkuliah di sejumlah daerah di seluruh Indonesia.

“Kapolri sudah sampaikan bahwa seluruh Polda akan menjamin keamanan dan rasa aman adik-adik mahasiswa di mana pun mereka kuliah di luar tanah Papua,” serunya.
Bahkan, jajaran Polres Mimika telah mengendus dan dalam waktu dekat akan menangkap oknum provokator penyebab mahasiswa Papua termasuk Mimika angkat kaki dari kota studi ke kampung halamannya masing-masing.

“Kita sudah identifikasi ada tiga pelakunya, ada yang domisili di Timika dan di Surabaya itu sudah tidak aktif kuliah. Kalau yang di Mimika kita sudah kantongi namanya dan segera dilakukan penangkapan,” tegas orang nomor satu di Polres Mimika kepada wartawan usai deklarasi damai di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (12/9) kemarin.

Menurut Agung, sebenarnya seruan dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua dan Mimika bukan dari pihak luar, tapi diantara kelompok mahasiswa asal Papua.

“Semuanya sudah jelas, pertemuan kemarin sudah melibatkan orang tua maupun mahasiswa, sehingga kita harapkan adik-adik dapat kembali ke kota studinya masing-masing,”jelasnya. (aro/a30/vis)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.