Jadi Bandar Narkoba, Ibu Hamil Ditangkap Polisi

Foto: Ist./TimeX
BARANG BUKTI- Iptu Laurentius Kordiali (kanan), Kasat Narkoba Polres Mimika bersama anggotanya saat mengamankan sejumlah barang bukti di rumah kos tersangka E di Jalan Busiri Ujung.

TIMIKA,TimeX

Anggota Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Mimika pada Kamis (12/9), berhasil menangkap seorang bandar Narkoba, yakni seorang ibu berinisial FD.

FD ditangkap polisi dalam kondisi hamil 8 bulan di kediamannya di Gang Delima, Kelurahan Timika Jaya SP-2 pada Kamis malam lalu sekitar pukul 22: WIT.

Wanita paruh baya yang selama ini jadi incaran polisi lantaran mengedarkan barang haram tersebut, berhasil diringkus atas informasi dari dua pengguna dan pengedar Narkoba yang ditangkap terlebih dahulu sebelum FD.

Dua orang pengguna dan pengedar dimaksud, masing-masing berinisial M dan E.

Iptu Laurentius Kordiali kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Jumat (13/9) mengatakan, ketiga orang selaku pengguna, pengedar dan bandar Narkoba ini ditangkap berdasarkan informasi awal dari masyarakat.

“Masyarakat kasih info ke kami kalau di Gang Konro-Jalur I Jalan Yos  Sudarso sering terjadi transaksi Narkoba jenis sabu,” kata Kordiali.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dan diselidiki anggota Satres Narkoba Kamis siang lalu sekitar pukul 15:00 WIT.

Alhasil, dari penyelidikan tersebut, petugas mengindikasi M terlibat dalam peredaran shabu-shabu.

“Saat itu anggota saya langsung geledah dan menemukan serbut kristal seperti shabu dalam kemasan bungkus rokok Gudang Garam,” jelasnya.

M mengatakan paket shabu tersebut dibelinya seharga Rp1,1 juta.

Jaringan bisnis haram ini pun mulai terkuak.  Dari M diperoleh informasi bahwa shabu yang dikantonginya itu diperoleh dari seorang warga berinisial E yang tinggal di Gang Mawar, Jalan Busiri.

Seperti halnya M, setelah mendatangi kediaman E, petugas pun langsung melakukan penggeledahan, dan ditemukan  ada satu paket shabu milik E yang disimpan dalam tas.

“Saat kami geledah E, kami temukan lagi enam paket shabu siap dijual,” tambahnya.

Dari tangan E diamankan pula timbangan digital, alat hisap (bong), alat takar dan uang tunai Rp2,7 juta hasil transaksi Narkoba yang baru saja dilakukannya (E-Red).

Tidak mau menanggung resiko hukum sendiri, E pun buka suara kalau paket shabu yang ada padanya diperoleh dari FD.

Seperti halnya M dan E, petugas pun bergegas ke kediaman FD di Kelurahan Timika Jaya SP-2.

Dari tangan FD berhasil diamankan 13 paket shabu seberat 15 gram siap edar.

“FD saat itu kooperatif karena langsung  menunjukan tempat disembunyikannya shabu, yaitu di dalam saku celana anaknya yang sedang dijemur.

Di hadapan polisi, FD pun mengaku paketan shabu ini didatangkan  dari luar Timika-Papua dengan menggunakan jaza cargo/penitipan barang.

“Setiap transaksi yang dilakukan  FD menunggu perintah dari pengendali yang masih diselidiki polisi. Biasanya FD menyerahkan shabu hasil transaksi dengan melempar barangnya (shabu-Red) ke luar pagar dan telah ditunggu pembelinya. E pun pernah ambil pesanan dengan cara demikian,” jelasnya.

Adapun transaksi barang haram ini hanya dilakukan untuk komunitas dan orang yang sudah dikenal.

Bahkan dari pengakuan kedua pengguna dan pengedar, M tidak mengenal FD, sementara E mengenal FD.

Sambung Kordiali, dari tangan M, E dan FD yang telah ditetapkan tersangka, diamankan 21 paket shabu seberat 20 gram, dengan rincian dari M seberat 0,38 gran, E 5 gram dan FD sekitar 15 gram.

Atas perbuatan ketiga tersangka dalam kasus ini, M dijerat sesuai ketentuan pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba.

Sedangkan tersangka FD dan E dijerat pasal 144 ayat 2 lantaran memiliki sabu lebih 5 gram. (aro)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.