Kebakaran Besar Melanda Kota Agats Asmat, SAR Timika Belum Kirim Tambahan Personil

“Ini musibah kebakaran yang paling besar di Asmat. Parahnya lagi terjadi di musim kemarau”

FOTO: Dok. Pemkab Asmat/TimeX
KEBAKARAN – Peristiwa kebakaran di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat, Papua, warga dan aparat keamanan memadamkan api di Jalan Muyu.

ASMAT,TimeX

Kebakaran dalam skala besar melanda perumahan dan tempat usaha warga di kota Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua pada Selasa (17/9) dini hari.

Kebakaran bermula dari Jalan Yos Sudarso, sekitar pukul 03.00 WIT.

Dalam beberapa jam kobaran api merambat dan menghanguskan rumah dan tempat usaha di Jalan Muyu, Jalan Ayam Kecil dan Jalan Dolog.

Dalam peristiwa tersebut diperkirakan ratusan bangunan ludes dilahap ‘jago merah’. Selain rumah dan tempat usaha, pasar mama-mama Papua di Jalan Yos Sudarso ikut terbakar.

Akibat musibah itu ratusan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang aman.

Sementara warga bersama anggota TNI-Polri berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Upaya pemadaman tidak membuahkan hasil signifikan, karena keterbatasan fasilitas. Warga hanya menggunakan beberapa mesin pompa air (alkon) dan melakukan pemadaman secara manual dengan ember.

“Ini musibah kebakaran yang paling besar di Asmat. Parahnya lagi terjadi di musim kemarau,” kata salah seorang warga Agats yang terdampak peristiwa kebakaran itu.

Latu Consina, warga lainnya, Nasrianto mengatakan bahwa ia bersama keluarga memilih mengungsi dari perumahan di Pasar Dolog ke Jalan Nusantara Satu.

“Kami khawatir, api merambat dengan cepat dan sudah sampai di Jalan Dolog. Makanya kami sekeluarga langsung pindah,” kata dia.

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan korban jiwa, dan hingga pukul 07.00 WIT warga dan aparat keamanan setempat masih berupaya memadamkan api.

Korban Mengungsi ke Rumah Ibadah

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat mengatakan ratusan kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran untuk sementara ini mengungsi ke rumah ibadah baik masjid maupun gereja di wilayah setempat.

Akibat musibah tersebut, sebanyak 255 kepala keluarga atau 897 jiwa kehilangan tempat tinggal dan tempat usaha.
Adapun jumlah bangunan berupa rumah warga, rumah toko (ruko), kios dan lain-lain yang terbakar mencapai lebih dari 100-an unit. Hingga saat ini pendataan masih terus dilakukan oleh Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Asmat.

Bupati Asmat Elisa Kambu kepada Antara di Jayapura, Selasa (17/9), mengatakan selain di masjid dan gereja, para korban kebakaran juga mengungsi di aula Pemda dan Dinas Pendidikan setempat.

“Di beberapa tempat pengungsian warga ini, kami juga membangun dapur umum dan MCK,” katanya.

Menurut Elisa, tempat-tempat pengungsian ini akan berjalan selama satu minggu ke depan, sambil menunggu laporan lengkap dari pihak kepolisian.

“Namun, ke depan agar kejadian ini tidak terulang lagi maka kami akan mendorong perizinan seperti IMB dalam membangun rumah,” ujarnya.

Dia menjelaskan dalam persyaratan pembuatan IMB tersebut, pihaknya mendorong wajib adanya alat pemadam kebakaran di masing-masing rumah warga.

“Dalam berbagai kesempatan sudah diingatkan bahwa Agats ini konstruksinya semua kayu sehingga seharusnya dalam membangun harus ada jeda dari satu bangunan ke bangunan lain,” katanya lagi.

Dia menambahkan, kebanyakan kios dan toko yang dibangun dan saling menyambung sehingga tidak ada celah, dan ketika terjadi kebakaran akhirnya api cepat merambat serta menghanguskan bangunan milik warga.

>>Belum Ada Tambahan Personil

Sementara itu, Monce Brury, Kepala Kantor SAR Timika, menyampaikan sampai saat ini belum ada data korban jiwa juga materi akibat terjadinya kebakaran di Kabupaten Asmat. Pihaknya juga belum melakukan penambahan personil ke sana (Asmat) untuk membantu evakuasi.

Jumlah personil SAR yang ada di Asmat pasalnya hanya tujuh orang, namun karena evakuasi dibantu oleh banyak pihak, seperti TNI, Polri, Polairut dan pemerintah, sehingga tidak ada permintaan bantuan personil sejauh ini.

“Kami, sudah lakukan koordinasi hanya saja belum ada laporan korban jiwa, yang ada hanya korban material saja namun berapa jumlahnya rumah warga juga kantor pemerintahan belum ada datanya,” katanya.

Kata dia, untuk data pengungsian sementara dilakukan oleh  pos SAR  di Asmat dengan pemerintah. Penyebab  kebakaran belum diketahui secara pasti namun saat ini  pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

“Tapi  saat kejadian malam itu telah dilakukan evakuasi  terhadap masyarakat yang mengalami kebakaran,” katanya.

Mengingat ketersediaan air di sana tidak mendukung maka dengan kondisi kebakaran seperti ini menjadi contoh agar ke depan diharapkan  pemerintah daerah Asmat perlu membangun kantor pemadam kebakaran  dengan fasilitas pendukungnya, dalam mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, mengingat lokasi perumahan dibangun berstruktur papan, yang jika kebakaran terjadi di satu rumah dapat merambat ke rumah- rumah lainnya. (a32/ant)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.