Penerimaan KPP Pratama Capai Rp2,492 Triliun

Foto: Dok./TimeX
Ali Syapeih

“Target tahun ini memang sangat besar sekali dibanding tahun lalu, walau tahun lalu kami tidak capai target, tapi kami masih menjadi urutan pertama dalam penerimaan pajak yang tepat waktu dan kesadaran dari wajib pajak”

TIMIKA,TimeX

Sejak Januari hingga pertengahan September 2019, realisasi penerimaan pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mimika terus meningkat mencapai Rp2,492 triliun atau 76 persen dari yang ditargetkan Rp3,24 triliun.

Ini terbukti karena KPP Pratama Mimika selalu menggenjot penerimaan pajak dengan cara mendorong kesadaran wajib pajak, dan memberikan apresiasi kepada para wajib pajak di wilayahnya serta terus memberikan sosialisasi.

“Tahun ini kami diberikan kepercayaan untuk mencapai target penerimaan sebesar Rp3,24 triliun. Target tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp2,7 triliun. Dengan kepercayaan yang diberikan kami sangat optimis akan bisa mencapai target atau paling tidak minimal bisa capai 95 persen,” tutur Ali Syapeih, Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Timika saat dihubungi Timika eXpress via telepon, Jumat (20/9).

Ali mengatakan, meski pencapaian pajak ini sudah cukup baik, tetapi diharapkan agar ini terus berlanjut dan minta kesadaran wajib pajak tidak pernah putus untuk melakukan kewajibannya di KPP Pratama Timika.

Dengan sisa waktu tiga bulan saja, lanjut Ali, pihaknya akan terus bekerja keras mencari potensi-potensi pajak yang berpeluang seperti UMKM yang belum tersentuh oleh KPP Pratama Mimika, guna mendongkrak penerimaan agar bisa mencapai target.

“Target tahun ini memang sangat besar sekali dibanding tahun lalu, walau tahun lalu kami tidak capai target, tapi kami masih menjadi urutan pertama dalam penerimaan pajak yang tepat waktu dan kesadaran dari wajib pajak,” ujarnya.

Ali menyebutkan penyumbang pajak terbesar di Mimika masih dari sektor tambang dan upaya KPP Pratama Timika dalam meningkatkan penerimaan pajak dari sektor non tambang tetap digalakan secara on the track. 

Saat ini, lanjut Ali, pihaknya terus gencar penyisiran dan mengundang mereka (wajib pajak non tambang) mengikuti sosialisasi. Mudah-mudahan nantinya bisa lebih meningkat dan lebih besar lagi.

“Jadi masih 24 persen lagi atau kurang lebih harus kita kejar lagi kurang lebih tujuh ratusan miliar agar bisa capai target yang dibebankan oleh kami di tahun 2019 ini. Tapi saya tetap optimis akan bisa capai target atau target minimalnya saja sudah sangat bagus untuk kami,” ungkapnya. (san)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.