50 Perawat Sukses Ikut Pelatihan BTCLS

Foto: Echi/TimeX
PRAKTEK – Peserta pelatihan BTCLS jalani praktek penanganan pasien gawat darurat di RSMM, Kamis (19/9).

“Selama ini kan kita kurang sekali pengetahuan penanganan terhadap pasien trauma dan jantung. Dengan saya ikut ini sehingga saya bisa terapkan di sana nanti, karena puskesmas kami persiapan akreditasi di tahun 2021”

 

 

 

 

 

 

TIMIKA,TimeX

Lima puluh perawat sukses mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari mulai, Senin-Kamis (16-19/9) digagas oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Mimika melalui Devisi Pendidikan dan Pelatihan, kerjasama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Gawat Bencana (HIBGABI) RSMM dan Dinkes berlangsung di Aula RSMM. Pesertanya dari Puskesmas Timika, Rumah Sakit Ibu dan Anak Kasih Herlina,  RS. Tjandra Medika dan  Puskesmas Timika. Lainnya dari Nabire dan Boven Digul, masing-masing satu peserta.

Elisabeth Mandosir, Ketua Panitia Pelatihan BTCLS menjelaskan pelatihan ini guna mendapatkan kopetensi dasar bagi semua petugas kesehatan dalam wilayah pelayanan kesehatan, sekaligus syarat mendapat akreditasi bagi Rumah Sakit juga Puskesmas.

Manfaat lain sebagai skiil bagi perawat dalam menangani kedaruratan mengurangi kecacatan dan menekan angka kematian pada penanganan pasien trauma dan  pasien jantung.

Pelatihan ini katanya, untuk membekali petugas-petugas kesehatan dalam mengembangkan keahlian dan diharapkan melalui keterampilan yang didapat diimplementasikan ketika kembali ke wilayah kerja masing-masing.

“Tujuan adalah mengurangi kecacatan dan  menurunkan angka kematian. Karena biasanya pasien dengan  cedera kepala berat dan trauma karena kecelakaan, kalau lambat penanganan dan  petugas tidak tahu penanganan tepat menyebabkan cacat permanen,” katanya.

Ia contohkan penanganan terhadap pasien trauma pada kecelakaan, kebakaran, tenggelam dan lainnya.  “Kalau jantung misalnya pasien yang mengalami henti jantung. Dan ini kenyataan yang sering dijumpai di lapangan,” katanya.

Ia menyampaikan terimakasih kepada Kepala Dinas Kesehatan yang telah mendukung kegiatan ini dengan memberikan kepercayaan kepada PPNI dalam mendidik petugas-petugas kesehatan, terutama di Puskesmas dan berharap kedepan kegiatan semacam ini dilakukan terus menuju Mimika Sehat.

Pemateri dalam pelatihan ini ada enam orang dari HIBGABI.

Yoseph Balubun, peserta dari Puskesmas Timika menilai pelatihan yang diikuti sangat bermanfaat, kerena ia dapat mengetahui langkah-langkah menolong pasien yang datang dengan kondisi gawat darurat, sebelum dirujuk ke rumah sakit. Mengingat kemampuan penanganan pasien yang mengalami kondisi gawat karena kecelakaan, jika salah penanganan dapat menyebabkan cacat, bahkan kematian.

Ia berharap pemerintah daerah lewat Dinas Kesehatan bisa mendukung kegiatan ini supaya terus dilakukan, tidak hanya kali ini saja melainkan berlanjut tahun berikutnya bagi petugas kesehatan yang lain.

Senada dengan Yoseph, Budianto salah seorang peserta dari Puskesmas Kalibumi Nabire  menilai pelatihan ini sangat berguna untuk dirinya, karena ditempatnya bertugas belum pernah diadakan pelatihan seperti ini, sehingga dengan inisiatif sendiri datang ke Timika mengikuti pelatihan guna menambah ilmu.

“Selama ini kan kita kurang sekali pengetahuan penanganan terhadap pasien trauma dan jantung. Dengan saya ikut ini sehingga saya bisa terapkan di sana nanti, karena puskesmas kami persiapan akreditasi di tahun 2021,” katanya.

Lewat pengalaman ini, Budianto berharap Pemda Nabire melalui Dinas Kesehatan setempat dapat mencontohi apa yang dilakukan oleh PPNI Mimika.

Pantauan Timika eXpress pada pelatihan ini, peserta diawali mendapat materi terori tentang penanganan trauma dan terhadap pasien gawat jantung, dengan melihat rekaman EKG yang sebelumnya telah dipelajari bagaimana merekam EKG, dan cara membaca EKG dengan pasien-pasien gangguan jantung, juga korban luka bakar.

Akhir dari kegiatan, peserta diminta mempraktek cara menangani pasien trauma, pasien yang terhenti jantung, juga luka bakar. Praktek ini langsung dinilai oleh tim. Selanjutnya bagi peserta yang berhasil akan diberikan sertifikat keahlian juga keahlian dari PPNI selaku organisasi profesi sebagai bukti kelulusan mengikuti BTCLS dan menjadi syarat mendapatkan Surat Registrasi (SR) dari PPNI. (a32)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.