Maknai Bulan Kitab Suci, SMAK St Ignatius Gelar Sejumlah Lomba

Foto: Echi/TimeX
JURI – Ketiga dewan juri yakni Albert Moa dari SMA N 6, Pastor Domihodo Pr (kanan) dari Komisi Kitab Suci Keuskupan Timika dan Fr. Ferto OFM dari Paroki St Stefanus Sempan memberikan penilaian terhadap peserta lomba, Jumat (20/9).

“Di sekolah-sekolah tersebut ada siswa-siswi juga guru bidang studi agama katolik yang dapat ambil bagian. Untuk SMP N 7 yang seharusnya kita harapkan bisa hadir karena siswa katoliknya sekitar seratusan lebih, namun tidak ada guru agama di sana, maka siswa pun tidak didamping untuk ikut kegiatan ini”

 

 

 

TIMIKA,TimeX

Maknai Bulan Kitab Suci tahun 2019, SMAK Santo Ignatius Timika dibawah naungan Yayasan Puncak Jaya menggelar sejumlah lomba diantaranya baca Kitab Suci, Cerdas Cermat Kitab Suci (CCKS) serta mendaraskan Mazmur. Lomba ini melibatkan murid SMP di Kabupaten Mimika selama seminggu ke depan bertempat di SMAK St Ignatius mulai Jumat (20/9).

Acara ini dibuka oleh Ignatius Robert Adii selaku Sekretaris Yayasan Puncak Jaya.

Yohanes Pembaptis Karubun, Kepala SMAK Ignatius saat ditemui Timika eXpress disela-sela kegiatan menjelaskan lomba baca Kitab Suci, Cerdas Cermat Kitab Suci dan mendaraskan Mazmur baru pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Mimika ini, selain memperkenalkan keberadaan SMAK St Ignatius juga sebagai bagian dari ajang mempererat tali persaudaraan antarguru maupun siswa-siswi agama katolik.

Sekolah yang diundang sebagai peserta lomba ujarnya, cukup banyak namun hanya delapan sekolah mengambil bagian, lain mungkin alasan lagi sibuk. Sekolah yang mengutus pesertanya antara lain, SMP N 3, SMP N 4, SMP N 5 dan SMP N 11.

“Di sekolah-sekolah tersebut ada siswa-siswi juga guru bidang studi agama katolik yang dapat ambil bagian. Untuk SMP N 7 yang seharusnya kita harapkan bisa hadir karena siswa katoliknya sekitar seratusan lebih, namun tidak ada guru agama di sana, maka siswa pun tidak didamping untuk ikut kegiatan ini,” jelasnya.

Ia mengatakan masih ada sekolah yang diundang belum bisa ambil bagian selain alasan faktor kesibukan mungkin juga jarak yang lumayan jauh. Namun demikian, ia berharap kegiatan semacam ini dapat dipatenkan agar tahun mendatang boleh dilaksanakan dengan jumlah peserta lumayan banyak.

Saat ini lanjutnya, dengan keterbatas fasilitas dan kemampuan sekolah, maka hanya tiga mata lomba ini saja dilaksanakan. Namun ke depan, ia berharap ada ajang  lain seperti  olahraga, paduan suara dan lainnya bisa diikutkan.

Pengumuman kejuaraan diagendakan pada 28 September bertepatan Hari Ulang Tahun sekolah, yang sebenarnya penyerahan tanggal 26 September.

Bagi pemenang maupun guru pendamping nantinya diberikan piagam penghargaan selain piala. Pialanya dipesan langsung dari Jakarta.

“Tahun depan kita berharap dapat melaksanakan kegiatan seperti ini lagi entah berkurang atau bertambah pesertanya, namun harapan kami lebih banyak dari yang ada sekarang,” katanya.

Terselenggaranya lomba ini mendapat support dari Kementerian Agama juga yayasan  serta sekolah sebagai pihak pelaksana.

Apresiasi

Sementara Ignatius Robert Adii dalam sambutan, mengapresiasi kepada SMAK St Ignatius yang telah menginisiasi kegiatan ini dan menyampaikan program yang dilakukan di tahun ini menjadi kegiatan rutin bersama, sehingga menjadi tempat pertemuan muda-mudi katolik dalam mendalami Kitab Suci.

Adii berjaji akan melakukan kunjungan ke stasi dan paroki dalam rangka memperkenalkan SMAK ke umat katolik umumnya karena di sini dapat menjadi sentral pembinaan agama katolik supaya dapat juga menjadi wadah tumbuh cikal bakal calon pastor dan suster ke depan.

Lukas Yassi, Kepala Seksi Pendidikan Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Mimika menyampaikan sebagaimana tertuang dalam UU No. 1 tahun 2013 tentang pendirian sekolah  agama katolik, maka  diberikan peluang oleh pemerintah  dalam mengembangkan pendidikan agama katolik sehingga Kementerian Agama melalui urusan pendidikan katolik agar bekerjasama dalam mengelola dengan pihak  gereja.

“Dan kami mau seperti itu. Kami sedang mencari agar ke depan peminatnya banyak sehingga kita akan usulkan menjadi sekolah negeri, sehingga dapat diusulkan dalam anggaran atau dana dari pemerintah, tenaga pengajarnya juga diurus oleh pemerintah dan gereja lebih kepada pembinaan  iman dan moral siswanya,” jelasnya.

Adanya kegiatan seperti ini ujarnya, dengan keterlibatan gereja maka dapat bersama membangun gereja katolik ke depan.

Pantauan Timika eXpress kegiatan ini diawali dengan membacakan tata tertib. Setelah itu mempersilahkan ketiga dewan juri mengambil tempat. Ketiga juri yakni Albert Moa dari SMA N 6, Pastor  Domihodo Pr dari Komisi Kitab Suci Keuskupan Timika dan Fr. Ferto OFM dari Paroki St Stefanus Sempan.  (a32)

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.