Ratusan Pengungsi Wamena Dievakuasi ke Timika, TNI AU Kerahkan Tiga Hercules

“Saat ini informasi yang kami terima, jumlah yang sudah dievakuasi ke Jayapura sekitar 4600. Dan masih banyak warga dari Wamena yang akan dievakuasi hanya saja belum kami mendapatkan data secara detail karena masih dalam pendataan. Tetapi rekan-rekan kita yang baru tiba di sini, memang jumlahnya masih cukup banyak karena dari pedalaman-pedalaman itu mereka turun semua dan ingin keluar dari Wamena”

Foto : Rina/TimeX
MENGUNGSI – Warga asal Wamena yang mengungsi ke Timika tiba di Bandara Mozes Kilangin menggunakan peswat Hercukes milik TNI-AU, Selasa (1/10).

TIMIKA,TimeX
Warga korban kerusuhan Wamena masih terus dievakuasi, disusul situasi di Wamena yang dianggap belum begitu kondusif dan trauma yang dialami para korban. Selasa (1/10), setidaknya 204 warga Wamena tiba di Timika dengan pesawat Hercules milik TNI-AU, di Bandara Mozes Kilangin.
Letkol Pnb Sugeng Sugiharto, S.Sos, Komandan Lanud Yohanis Kapiyau kepada wartawan di sela-sela pendataan di Lanud Yohanis Kapiyau mengatakan sesuai dengan data yang dihimpun saat ini sekitar 204 orang ada di Timika.
Kata dia, ratusan pengungsi ini akan ikut bersama paguyuban masing-masing di Timika, seperti 90 pengungsi yang sebelumnya tiba lebih dulu.
Pasalnya sebagian sudah kembali ke kampung halaman masing-masing dengan difasilitasi oleh paguyuban dan keluarga. Dari 90 pengungsi terdahulu, saat ini 34 orang masih berada di Posko Lanud.
“Dan saat ini, ada sekitar 204 orang diharapkan juga dari pihak paguyuban asal mereka, keluarga mereka dapat membantu mereka untuk bisa pulang ke kampung halamannya. Sejauh ini, baik pihak keluarga maupun paguyuban, merespons secara langsung untuk membantu dan menjemput mereka di sini,” kata dia.
Sugeng menambahkan, apabila pengungsi tidak memiliki keluarga ataupun paguyuban, maka sementara ini mereka akan ditampung di Posko Lanud sambil menunggu pesawat yang akan membawa mereka ke kampung halamannya.
“Di sini nantinya kami siapkan tempat tinggal dan kita siapkan dokter. Sedangkan makanan di sini alhamdulilah kita dibantu dari tim Baznas,” kata dia.
Kata dia, selain ke Timika, warga Wamena lainnya juga ada yang langsung ke Jayapura, sesuai dengan permintaan masyarakat. Pasalnya tujuan evakuasi ini tergantung permintaan warga, sebagian meminta ke Jayapura dan sebagian ke Timika.
“Saat ini informasi yang kami terima, jumlah yang sudah dievakuasi ke Jayapura sekitar 4600. Dan masih banyak warga dari Wamena yang akan dievakuasi hanya saja belum kami mendapatkan data secara detail karena masih dalam pendataan. Tetapi rekan-rekan kita yang baru tiba di sini, memang jumlahnya masih cukup banyak karena dari pedalaman-pedalaman itu mereka turun semua dan ingin keluar dari Wamena,” jelasnya.
Sementara untuk fasilitas seperti pesawat Hercules, menurut Sugeng, Kepala Staf TNI AU memaksimalkan kekuatan pesawat hercules ke Papua. Dimana, hari ini (kemarin, red), hercules yang didatangkan untuk beroperasi di Papua ada tiga pesawat dan besok ditambahkan lagi satu pesawat. Dan apabila ada yang kurang mungkin akan ditambah lagi karena Kepala Staf TNI AU fokus membantu masyarakat dari Wamena untuk segera dievakuasi.
Sementara itu, Mariana (52) yang merupakan seorang PNS di SD Inpres Kulitarik Wamena mengatakan penerbangannya kali ini dilakukan secara berkelompok dan ini adalah kali pertamanya datang ke Timika karena ia memiliki keluarga di Timika.
Mariana datang ke Wamena sejak Desember 1994. Di Wamena ia tinggal di belakang lapangan bola, Wamena bersama suami, anaknya yang masih honor di Puskesmas Wamena beserta cucu dan keponakannya yang kini tengah melanjutkan studi di Perguruan Tinggi.
Dirinya mengakui, kejadian di Wamena tahun 2019 ini lebih mengerikan dibandingkan dengan kejadian sebelumnya. Dimana, ia selama satu minggu telah mengungsi di Koramil.
“Pada saat kejadian, itu adalah hari Senin dan kami sementara melaksanakan upacara. Usai melaksanakan upacara orangtua murid datang dan langsung membawa anak-anaknya dan selanjutnya saya tidak tahu apa yang terjadi,” jelasnya.
Karena situasi tidak aman, pihaknya mengungsi ke Koramil. Pada malam harinya mereka tidur di Koramil dan siang harinya mereka kembali ke rumah masing-masing.
“Meskipun siang hari kami kembali ke rumah, tetapi kami juga tetap merasa takut. Dan sejauh ini kondisi rumah kami dalam kondisi aman. Kita semua berharap situasi di Wamena dapat kembali aman karena kami mau kembali bekerja. Saya ke Timika ingin mempertemukan keponakan saya kepada orangtuanya di Toraja sehingga saya usahakan supaya dia bisa bertemu dengan keluarganya,” jelasnya.
Lanud Yohanis Kapiyau Sediakan Pos Kesehatan
Letda Kes dr Albertus Nugraha selaku Kepala Dukungan Urusan Kesehatan (Kaurdukkes) di Pangkalan Udara TNI AU Yohanis Kapiyau mengatakan saat ini ada 10 warga yang ditangani. Mayoritas penyakitnya sakit kepala yang disebabkan karena belum bisa istirahat.
“Untuk usia pasiennya yang paling tua 52 tahun sementara yang lainnya berusia 20 hingga 40 tahun,” katanya.
Lanjutnya, apabila ada pengungsi yang memiliki penyakit serius, maka pihaknya akan merujuk ke RS. Namun, mengingat klinik TNI AU memiliki fasilitas lengkap maka akan kemungkinan dirujuk ke klinik tersebut.
“Sebelumnya, kami juga pernah tangani pengungsi sebelumnya yang tensinya hingga 250 dan puji Tuhan bisa teratasi selanjutnya ada juga pasien yang mengalami epilepsi,” ujarnya.
Diakuinya, stok obat saat ini aman karena pihaknya hanya memberikan obat-obat yang sesuai dengan keluhan tetapi kalau seandainya memang sakitnya memerlukan penanganan lebih lanjut maka akan berikan obat-obatan yang sesuai.
“Tetatpi karena mereka rata-rata disebabkan kurang tidur, jadi kami berikan anti nyeri supaya badannya tidak sakit- sakit dan berikan vitamin. Sedangkan untuk petugas medis kami siapkan dari TNI AU ada empat orang dan bekerja sama IB Timika untuk meminta bantuan supaya bisa mengatasi kesehatan pengungsi dari Wamena ini,” ujarnya. (aro)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.