Petugas Kesehatan Ilaga Ikut Dievakuasi ke Timika

“Kondisi di Ilaga sebenarnya sudah relatif kondusif hanya saja mereka ada yang ingin ke Timika, ada juga yang ke luar dari Ilaga. Situasinya di sana juga sudah mulai kondusif dan sudah diatasi oleh aparat TNI dan Polri di sana”

Foto : Rina/TimeX
PETUGAS KESEHATAN – Puluhan pengungsi dari Ilaga tiba di Terminal Bandara Mozes Kilangin, Selasa (1/10). Tampak kanan sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Ilaga.

TIMIKA,TimeX
Pascapenembakan dua orang tukang ojek dan seorang penjaga kios beberapa hari lalu di Ilaga, banyak warga Ilaga mengungsi ke Timika. Berdasarkan data di lapangan, setidaknya puluhan orang pada Selasa (1/10) tiba di Bandara Mozes Kilangin, termasuk diantaranya petugas kesehatan.
Alfrida merupakan seorang petugas medis di Puskesmas Ilaga ikut dievakuasi bersama anaknya Galio berusia 1 tahun lima bulan.
“Saya di Ilaga sejak tahun 2013 bersama suami, saya ke Timika hanya dengan anak. Suami saya masih di Ilaga,” kata Alfrida saat diwawancara wartawan di Terminal Bandara Mozes Kilangin, Selasa (1/10).
Kata dia, saat ini masih banyak warga yang hendak turun dari Ilaga, hanya saja karena keterbatasan pesawat sehingga harus mengantri. Kondisi keamanan menyebabkan sejumlah pesawat yang biasanya ke Ilaga tidak masuk.
“Untuk hari ini kami ada sembilan orang sementara anak-anak ada empat. Kami naik pesawat kecil yakni Dabi Air,” ujarnya.
Dikatakannya, sebelum berangkat ke Timika, hari ini (Selasa-red) dirinya sudah tidak mendengar suara tembakan lagi.
“Kami di Timika akan tinggal sementara di rumah keluarga dan akan kembali setelah situasi benar-benar aman,” ujarnya.
Ia mengatakan, sejak peristiwa penembakan tersebut, Puskesmas langsung ditutup karena alasan keamanan, apalagi semua petugas kesehatan di Puskesmas adalah pendatang.
“Petugas medis di sana ada puluhan dan rata-rata pendatang. Demi keamanan kami, puskesmas kita tutup,” ujarnya.
Dikatakannya, mereka ini adalah penumpang dengan penerbangan terakhir yakni yang ketiga dan kemungkinan besok akan dilakukan penerbangan bagi pengungsi yang lainnya.
Sementara itu, Yanti merupakan ASN di Pemda Ilaga mengatakan masih banyak orang yang menunggu pesawat untuk turun ke Timika.
Bukan hanya masyarakat pendatang, tetapi juga masyarakat asli banyak juga yang mau mengungsi dan sebagiannya mereka mengungsi ke aula Negeler milik Pemda Puncak.
“Saya merasa kurang aman sehingga saya ke Timika dan akan tinggal sementara waktu dengan keluarga di sini,” ujarnya.
Menurutnya, situasi di Ilaga sudah mulai kondusif, tetapi masih mencekam. Hal ini dikarenakan banyaknya rumah maupun honai yang telah dibakar.
“Kami akan kembali ke sana apabila situasi sudah benar-benar aman,” ujarnya.
Menanggapi minimnya pesawat perintis untuk masuk ke Ilaga, Letkol Pnb Sugeng Sugiharto, S.Sos selaku Komandan Lanud Yohanis Kapiyau mengatakan di Ilaga itu memang fasilitas bandaranya tidak besar, jadi hanya mampu dilewati pesawat perintis, sehingga kapasitas penumpangnya juga tidak banyak hanya sekitar 10 orang saja.
“Kondisi di Ilaga sebenarnya sudah relatif kondusif hanya saja mereka ada yang ingin ke Timika, ada juga yang ke luar dari Ilaga. Situasinya di sana juga sudah mulai kondusif dan sudah diatasi oleh aparat TNI dan Polri di sana,” ujarnya.
Berdasarkan pantaun Timika eXpress di lapangan pada Selasa (1/10), para pengungsi dari Ilaga ini tiba di Timika dengan menggunakan pesawat kecil yakni Dabi Air. Penerbangan pertama sekitar pukul 08.30 WIT dengan jumlah 15 orang yang terdiri dari 9 orang dewasa dan 6 anak-anak. Selanjutnya, sekitar pukul 11.10 WIT berjumlah sembilan orang yang terdiri dari 7 dewasa dan dua anak-anak dan penerbangan ketiga sekitar pukul 12.45 WIT berjumlah 13 orang yang terdiri dari 9 orang dewasa dan 4 anak-anak. (aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.